Anniesa Hasibuan : Karya Desain Modenya Mendunia

Anniesa Hasibuan, Designer mode fesyen muslim, dengan merek Anniesa Hasibuan Collection (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kreativitas di dunia fesyen muslim telah sangat berkembang. Para perancang busana muslim pun terus bermunculan. Bahkan, kiprah para desainer busana muslim hingga ke mancanegara.  Tak heran jika Indonesia disebut-sebut sebagai penentu tren mode fesyen muslim dunia.

Salah satu perancang Indonesia yang membanggakan adalah Anniesa Hasibuan. Ia menjadi perancang Indonesia pertama yang diundang tampil di ajang New York Fashion Week (NYFW) awal September 2016 lalu.

Koleksi D’Jakarta yang ditampilkan Anniesa di NYFW fokus pada kain khas Indonesia. Warna-warna yang digunakan yaitu warna lembut dan netral seperti pastel dengan detail berwarna silver dan emas. Koleksi ini terdiri dari potongan outerwear, blus dan celana, serta gaun panjang yang dikemas dengan teknik layering yang menarik.

Tak hanya menggunakan teknik layering, Anniesa juga memberi detail pada masing-masing busana. Aksen bordir dan bebatuan yang simpel namun tetap elegan dikenakan oleh model yang berlenggak-lenggok di panggung NYFW. Alhasil, show tunggal Anniesa mendapat standing ovation lebih dari 1.500 orang tamu yang hadir di The Dock, Skylight Moynihan Station, New York. “Semua ini untuk membawa nama Indonesia,” ucap Anniesa kepada Youngsters.id.

Dia patut berbangga, pasalnya NYFW juga menggelar karya perancang mode terkenal lainnya seperti Jenny Packham, Dennis Basso dan para finalis dari Project Runway. Kehadiran Anniesa memang cukup mengejutkan.

Dia menjadi perancang Indonesia pertama yang menembus ajang resmi NYFW. Selain tampil di ajang NYFW, produk mode Anniesa mulai dipasarkan di butik Indonesia Fashion Gallery (IFG) di New York.  “Saya berharap, kalau ini sudah jalan dan ini rezeki ya Alhamdulillah,” ucapAnniesa bangga.

Padahal sebelumnya nama Anniesa belum banyak dikenal orang. Namun kiprah dia menuai banyak pujian. Rancangan busana ready to wear secara brilian berhasil memadukan budaya Indonesia, tradisi Islam dan konsep modern. Ini menjadi pembuktian bahwa mimpinya selama ini tidaklah sia-sia.

“Semua berawal dari kerja keras, kreatifitas dan keinginan untuk berkembang,” kata Anniesa.

 

Tidak Puas

Perempuan kelahiran Jakarta ini bercerita bahwa kehadirannya di NYFW itu berawal dari penampilannya di Couture Fashion Week.  Kala itu dia menampilkan koleksi Pearl, berupa 38 busana ready to wear dan 10 gaun malam yang mengangkat mutiara Lombok.

“Setelah melihat karya aku sebelumnya di New York Couture Fashion dengan tema Pearl Asia, produser dari New York Fashion Week sangat tertarik. Lalu kami diajak ikut kurasi, presentasi dan sebagainya. Hasilnya, di luar dugaan, mereka sangat senang karena menurut mereka ini adalah pertama kali modest wear ada di New York Fashion Week,” ungkap Anniesa mengenai keterlibatannya di ajang fashion yang diselenggarakan oleh IMG itu.

Sesungguhnya bagi Anniesa langkah dia menjadi desainer baru dimulai tahun 2015 lalu. Wanita kelahiran, 30 Juli 1986 ini sebelumnya jadi pengusaha bersama sang suami, Andika Surachman. Jatuh bangun sebagai pengusaha memperkuat mental bisnis Anniesa.

Berbagai usaha pernah dia dan suaminya jalankan. Mulai dari berjualan pulsa hingga hamburger. Hal itu mereka lakukan untuk bisa mandiri dan menopang kehidupan keluarga. Anniesa berkisah, mulai dari cemoohan, hingga penipuan pernah mereka rasakan. Namun karena saling mendukung, mereka tidak berputus asa. Sampai akhirnya mereka berhasil mendirikan First Travel, yakni agen perjalanan yang melayani perjalanan umrah.

Di saat usaha travel berkembang, Anniesa pun mulai memikirkan penampilan. Di saat itulah dia tidak puas terhadap baju muslim yang dibelinya. Akhirnya diapun mencoba merancang baju-baju untuk dipakai sendiri. “Saya belajar desain secara otodidak, enggak pernah sekolah desain. Sebagai istri pengusaha saya harus memperhatikan penampilan. Dari situlah saya mulai berimajinasi,” ujarnya.

Anniesa awalnya hanya menjalankan ini sebagai hobi ketika waktu senggang. Mulai dari mendesain baju sendiri, lalu untuk seluruh anggota keluarga, termasuk sang suami. Sampai akhirnya mulai banyak yang suka.

“Awal dari hobi dan permintaan orang terdekat saya. Lalu semakin banyak yang meminta saya untuk melanjutkan sampai akhirnya menjadi suatu koleksi,” kisah Anniesa.

Ciri desainnya sangat kental dengan ornamen blink-blink dan glamour. Anniesa juga lebih senang menggunakan bahan sutera, brokat, dan velvet, sehingga menambah kesan mewah pada busana yang dibuatnya.

Atas dorongan sang suami, pada tahun 2014 Anniesa sudah mulai memperkenalkan baju rancangannya ke khalayak ramai. Menariknya, karya pertamanya diperkenalkan pada ajang Kaftan Festival Westfiel di London. “Koleksi saya yang pertama justru baru diluncurkan saat fashion show di London, Maret 2015 lalu,” ujarnya.

 

Anniesa Hasibuan : Karya Desain Modenya Mendunia (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)
Anniesa Hasibuan : Karya Desain Modenya Mendunia (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Serius

Sejak membuka butik Anniesa semakin percaya diri sebagai perancang. “Pada saat semua orang tidak percaya bahwa saya mampu, saya menjadikan itu sebuah motivasi yang saya ambil untuk lebih maju,” kata perempuan yang gemar traveling itu.

Kembali dari London, Anniesa memutuskan membuka butik di kawasan Jalan Bangka Raya no. 20 Kemang, Jakarta Selatan. Butik yang diresmikan pada 29 April 2015 memiliki 10 orang karyawan. Keberadaan butik tersebut menjadi bentuk eksistensinya sebagai desainer sekaligus wadah untuk menyalurkan hobinya.

“Saya mulai membuat butik saya sendiri supaya orang-orang bisa melihat langsung atau membeli. Karena banyaknya permintaan pula saya memberanikan diri untuk membuka butik sendiri. Dengan menggadangkan merek Anniesa Collection, saya serius di bisnis ini. Karena, saya bisa tetap menyalurkan hobi, sembari menghasilkan uang,” kata Anniesa.

Sayang, dia enggan menyebutkan berapa besar modal yang dikeluarkan untuk memulai butik dengan karyawan 10 orang itu. “Kalau untuk membicarakan masalah modal, sepertinya kurang enak kalau dibahas di depan orang banyak. Karena untuk saya membuat rancangan-rancangan yang saya suka atau yang orang lain suka sudah menjadi kepuasan,” ucapnya.

Seiring dengan itu, Anniesa aktif memperkenalkan busana muslim rancangannya ke luar negeri.  Dia tampil di Istanbul Fashion Week, dan Couture Fashion Week. “Target kami adalah ingin lebih dikenal di Indonesia, dan kami ingin terus berpartisipasi di ajang fashion show internasional,” tuturnya.

Langkah itu membuat namanya dengan cepat bergaung di kalangan pecinta fesyen dunia. Bahkan, fashion design dari Anniesa memperoleh penghargaan di ajang Cannes Red Carpet Fashion & Film Awards, Prancis, atas karyanya yang bertajuk Pearl Asia sebagai Best Fashion Designer.

Dia mengaku sangat bahagia atas prestasi ini. Baginya penghargaan Best Fashion Designer ini merupakan pencapaian yang membanggakan dan menjadi motivasi untuk lebih maju lagi. “Di balik kesuksesan sebuah peragaan ada tim hebat yang kuat dan kokoh ketika mengalami perbedaan,” ungkap Anniesa.

Saat ini Anniesa masih berada di luar negeri untuk menemui para buyers. “Saya ingin fokus ke ready to wear agar bisa diterima di pasar sini (baca: luar negeri.red),” katanya. Di sisi lain dia juga ingin agar karyanya bisa diterima masyarakat Indonesia lebih luas lagi. “Harapan saya semoga brand yang saya bangun dari awal bisa lebih berkembang. Apalagi setelah saya mengeluarkan line Anniesa Hasibuan Daily yang lebih di minati oleh masyarakat,” pungkasnya..

 

=================================

Anniesa Desvitasari Hasibuan

  • Tempat Tanggal Lahir             : Jakarta, 30 Juli 1986
  • Pendidikan Terakhir                : SMA
  • Nama Brand                          : Anniesa Hasibuan Collection
  • Nama Perusahaan                  : PT Anniesa Hasibuan Fashion
  • Berdiri                                  : 29 April 2015
  • Karyawan                             : 10 orang
  • Penghargaan                         : “Best Fashion Designer ”“ GSF award 2016”

================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia