Florentia Jeanne Sutanto : Dari Reseller, Kini Jadi Pengusaha Fesyen Sukses

Florentia Jeanne Sutanto, Founder & CEO NoonaKu Signature (Fot: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Tak ada orang yang tak butuh pakaian. Tak heran jika industri fesyen merupakan salah satu dari 16 kelompok industri kreatif yang berperan bagi perekonomian nasional. Menariknya, mulai banyak anak muda yang mengembangkan industri ini.

Pemerintah mengklaim bahwa industri fesyen Tanah Air menyumbang 3,76% PDB nasional di 2017. Ekspor industri fesyen Tanah Air pada 2017 mencapai US$13,29 miliar naik 8,7% seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia. Sedangkan, sebagai sektor padat karya, fesyen mampu menyerap tenaga kerja sebanyak dua juta orang atau 14,7% dari total tenaga kerja di sektor industri.

Belakangan ini industri fesyen ini digerakkan oleh anak-anak muda melalui usaha rintisan. Mereka tidak saja merancang produk fesyen tetapi mendirikan lini bisnis yang kuat, produk yang berkualitas dengan omzet miliaran sekaligus dapat menyerap tenaga kerja. Salah satunya adalah brand fashion NoonaKu Signature yang didirikan oleh kakak beradik Florentia Jeanne (Flo) dan Felicia Febry (Fle).

Usaha konveksi yang dikenal lewat brand NK Signature ini mengedepankan produk busana bagi kaum hawa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Semua orang berhak tampil gaya meski budget terbatas. Prinsipnya gaya tak harus mahal,” ucap Flo kepada youngster.id.

Prinsip ini membuat produk NoonaKu Signature mendapat tempat di hati masyarakat. Produk yang awalnya ditawarkan melalui fitur instant messaging dan media sosial hingga akhirnya memanfaatkan platform marketplace, kini mampu terjual hingga puluhan ribu per tahun. Flo mengaku jika di awal mereka hanya bisa menjual 30 potong baju per bulan, kini produk mereka terjual hingga ribuan potong per bulan, dengan omzet penjualan mencapai Rp 4,3 miliar per tahun.

“Kami sempat bekerja sama dengan salah satu reseller di Singapura. Kini, kami fokus mengembangkan usaha di dalam negeri saja. Sebab pasar fesyen di dalam negeri saja sangat menjanjikan. Sekaligus mewujudkan misi kami, yaitu pemerataan fesyen,” katanya.

Saat ini NoonaKu Signature sedang mengembangkan produk up size, formal dress, packaging, shoes sandals bags, dan accessories.  Selain melakukan penjualan secara online, NoonaKu Signature juga melakukan penjualan secara offline dengan menghadirkan sebuah outlet di Tangerang, Banten.

Menariknya, mereka juga memiliki jaringan reseller yang umumnya anak kuliahan. Hal itu rupanya berangkat dari pengalaman mereka sendiri, yang membangun bisnis sejak masih jadi mahasiwa. Desakan untuk memenuhi kebutuhan biaya kuliah dan meringankan beban orang tua yang membuat mereka terjun berbisnis.

Baca juga :   Mahasiswa UGM Unjuk Gigi di Global Ideapreneur Week 2017

 

Berawal Dari Reseller

Flo mengaku, awalnya mereka terjun di industri fesyen bukanlah sebagai perancang busana. Mereka hanyalah mahasiswa yang sadar ingin meringankan beban orangtua dalam membiayai pendidikan mereka. Jalan yang dipilih saat itu adalah menjadi reseller baju.

“Waktu kuliah di tahun 2005, kita lihat ada teman jualan baju secara online di Facebook dan bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 20.000 per item-nya. Dari situ kami berpikir, kenapa nggak coba untuk memulai aja sambil bantu orangtua,” kenang Flo.

Rupanya usaha yang dimulai pada tahun 2005 malah membuat dia dan adiknya Fle tertarik untuk menekuni bisnis fesyen secara serius. Uang dari penjualan itu mereka tabung untuk modal mendirikan lini bisnis sendiri dengan label NoonaKu Signature pada tahun 2015.

NoonaKu Signature berasal dari kata Noona yang artinya anak perempuan dan Ku yang berarti kepemilikan Tuhan. Jadi, secara singkat NoonaKu Signature adalah Anak Perempuannya Tuhan. “Kami ingin bisnis kami ini diberkati Tuhan,” ujar putri sulung pasangan Hendrik Sutanto dan Suzy Bunardhi ini.

Menurut Flo, bisnis yang dimulai dengan modal minim ini berprinsip menyediakan busana berkualitas dengan harga terjangkau. Pakaian yang dijual dengan kisaran di bawah Rp 100.000.

“Waktu kuliah, kami merasakan sulitnya membeli pakaian bagus, jadi kami ingin menghadirkan pakaian dengan kualitas tinggi dan model up to date, namun dengan harga terjangkau. Bisa dijangkau oleh semua kalangan,” katanya.

Ternyata keputusan itu membuka pintu sukses bagi mereka. “Tanpa diduga, kami dapat doorprize hp dari sebuah acara pernikahan. Ditambah lagi, ketika salah satu om membeli hp baru, yang lama malah dikasih ke saya. Kami jadi yakin, gak mungkin Tuhan kasih rejeki kalau tidak ada maksud di balik ini,” kenang Flo.

Dengan ponsel itu mereka pun menawarkan produk melalui jalur online, yaitu melalui fitur pesan instan dan sosial media. Jatuh bangun tentu dirasakan keduanya. Harga yang sangat terjangkau tak jarang membuat para pembeli mengira produk NoonaKu Signature ini baju bekas. Bahkan, Flo pun sempat menelan cemooh.

“Banyak sekali yang bilang, ‘udah kuliah susah-susah kok malah dagang online’. Padahal, ilmu itu bukan hanya didapat dari teori. Di kampus kita justru banyak belajar cara pandang, cara mengambil peluang hingga strategi bisnis. Dari situ kami bertekad untuk mengembangkan bisnis online ini,” jelas Flo.

Baca juga :   Rowland Asfales : Memproduksi Sepatu Ramah Lingkungan Yang Trendi

 

Kakak beradik Florentia Jeanne dan Felicia Febry, yang awalnya hanya reseller, kiini menjadi pengusaha fesyen sukses dengan brand NoonaKu Signature (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

 

Kembangkan Jaringan

Menurut Flo, alasan mengapa harga produk mereka sangat terjangkau adalah sebagai strategi untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Bahkan, mereka tidak ragu mengurangi margin. Hal terpenting adalah kuantitas produk. Konveksi NoonaKu Signature menjual pakaian daily use dengan harga terjangkau mulai dari Rp 19 ribu hingga Rp 89 ribu.

“Karena harganya sangat murah, pembeli kami kebanyakan reseller. Tapi kalau orang mau beli satu atau hanya beberapa piece tetap kami layani,” ujar Flo.

Meski murah, kualitas produk NoonaKu Signature diklaim tidak murahan. Berkat produk yang murah dan berkualitas, NoonaKu Signature dipercaya beberapa department store untuk merelabel. Aritnya mereka membeli produk NoonaKu Signature kemudian diberi label merek mereka sendiri.

“Kami juga banyak menerima relabel merek lain untuk perusahaan clothing line. Ini sangat membantu mereka yang ingin punya cloting line sendiri dengan modal yang terbatas,” ujar Flo.

Dari strategi pemasaran secara online tersebut, bisnis rintisan mereka berkembang pesat. Jika awal mula hanya sebanyak 30 baju yang bisa terjual, kini dalam sebulan NoonaKu Signature bisa terjual 4 ribu hingga 10 ribu potong pakaian. Omzetnya bisa mencapai Rp 4,3 miliar per tahun.

Meski telah sukses, Flo mengaku mereka tidak lupa awal mereka memulai usaha sebagai anak kuliahan. Oleh karena itu, hingga sekarang bisnis mereka juga tetap memiliki jaringan reseller yang umumnya anak kuliahan.

Menurut Flo, melalui cara ini pihaknya bisa membantu banyak orang menjadi reseller untuk berkembang. Dan, itu adalah sebuah kepuasan tersendiri. “Reseller di sini banyak yang merupakan anak sekolahan. Kami senang bisa ikut mendukung orang berwirausaha secara online. Sebuah kebanggaan tersendiri bisa turut membantu menyejahterakan orang lain,” ucapnya.

Setelah sukses sebagai pengusaha online, kini Noonaku Signature semakin mengembangkan sayap dengan mendirikan sebuah outlet di daerah Tangerang. Mereka juga telah mempekerjakan sebanyak 20 orang karyawan.

“Sekarang saya sudah memiliki sebanyak 20 orang karyawan yang turut siap membesarkan bisnis ini. Tapi kalau ditanya modal, modalnya nol rupiah. Saya bersyukur sekarang dalam setiap bulan omsetnya bisa mencapai sekitar Rp 350 juta. Data tahun 2016, sebesar Rp 4,3 milyar, dan 2017 laporan keuangan on going,” klaim Flo.

Baca juga :   Natasha Putri : Bisnis Fashion Butuh Kerja Keras

Perempuan yang hobi travelling dan renang ini menjelaskan ada rencana lain ke depannya untuk mengembangkan kembali perusahaan rintisannya semakin besar.

“Rencana? Ada banget! Kami ingin menjadi one stop shopping untuk seluruh produk fesyen bagi segala gender dan segala usia, mulai dari wanita remaja hingga manula. Setelah ini terwujud kami ingin sekali mendirikan NoonaKu Group, dimana membawahi seluruh bidang lain di luar fesyen, seperti NoonaKu Travel, NoonaKu Food, NoonaKu Packaging, dan dalam waktu dekat saya ingin membuka cabang offline store di beberapa titik lagi karena banyak sekali permintaan. Juga, ingin me-launching website www.noonaku.com,” papar Flo.

Pasalnya, lanjut Flo, dengan adanya pemerataan fesyen, NoonaKu Signature dapat menjadi brand yang menjangkau semua kalangan (bawah, menengah, dan atas). Karena produk yang NoonaKu Signature jual murah, tapi tidak murahan. “Terbukti, yang membeli produk NoonaKu Signature ini mulai dari yang berjalan kaki, naik motor, hingga yang naik mobil-mobil mewah sekalipun. Bahkan artis juga menjadi langganan kami,” klaim Flo.

Dia juga berpesan agar perempuan lain di luar sana dapat jeli mencari peluang, agar dapat menjadi perempuan yang independen.

“Di era sekarang, sudah banyak sekali perempuan gigih yang berani memulai dan mencoba hal baru. Banyak kreator yang merupakan ibu-ibu rumah tangga, berwirausaha sambil mengurus anak. Yang terpenting, tangkap peluang yang ada dan gunakan apa yang kita punya untuk menyejahterakan keluarga,” tutup Flo.

 

==================================

Florentia Jeanne Sutanto

  • Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 27 November 1989
  • Mulai Usaha               : 2015
  • Nama Brand              : NoonaKu Signature
  • Nama Perusahaan      : PT NoonaKu Desain Indonesia
  • Jabatan                     : Founder & CEO
  • Jumlah karyawan       : 20
  • Omset                       : Rp 4,3 milyar dalam setahun

Prestasi :

  • Juara I Wirausaha Muda Mandiri Jabodetabek
  • Juara II Wirausaha Muda Mandiri Nasional 2016

====================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia