10 Pekerjaan yang Akan Hilang 10 Tahun Mendatang

Sistem kasir berbasis aplikasi untuk usaha kecil atau UMKM bernama aplikasi Moka POS. (Foto: Dok.Moka/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kemajuan teknologi mendominais berbaagai sektor pekerjaan. Teknologi pada saat ini bukan hanya diaplikasikan di dunia pekerjaan saja, tetapi seluruh aspek kehidupan seperti di rumah dan berbagai tempat. Kemajuan yang sangat pesat tersebut membuat sejumlah lapangan pekerjaan tidak dibutuhkan lagi dalam 10 tahun ke depan.

Semua akan digantikan dengan teknologi atau robot yang secara otomatis dapat menggantikan tugas manusia. Berikut ini 10 pekerjaan yang akan hilang dalam 10 tahun ke depan yakni :


1. Post Office Worker

Jumlah pekerja pos semakin hari semakin berkurang berkurang dan ada beberapa alasan yang menyebabkan hal tersebut. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Go-send, Grab-deliver, Wahana, UPS, dan FedEx mengambil sebagian dari pekerjaan tukang pos. Tapi ada hal yang paling utama, yakni perkembangan teknologi.

Surat-menyurat tidak lagi harus secara fisik karena melalui email seseorang bisa mendapatkan dokumen, data, respons tanpa harus menunggu kedatangan tukang pos. Dari segi efisiensi dan efektivitas hal ini sangat membantu manusia dalam hal pekerjaan atau apapun yang membutuhkan dokumen atau informasi secara cepat. Adapun, tukang pos tidak bisa melakukan hal tersebut.

2. Loan Officer
Untuk mengajukan pinjaman KPR, KTA, hingga kartu kredit, nasabah harus pergi ke cabang secara langsung dan bertemu dengan loan officer untuk mengisi/melengkapi dokumen yang cukup banyak. Selanjutnya nasabah harus menunggu approval dari loan department. Proses ini sangat tidak efisien dari sisi waktu.

Di Amerika Serikat ada istilah peer-to-peer untuk menghubungkan peminjam dan kreditur melalui platform online untuk jumlah pinjaman KTA berkisar antara US$1.000 sampai US$40.000. Pemimpin industri di AS saat ini adalah Lending Club dan Prosper, dengan banyak pesaing P2P lain yang meningkat. Bahkan SoFi yang awalnya dikenal dengan refinancing pinjaman mahasiswa telah melakukan perluasan ke KPR dan KTA.

Pemberi pinjaman seperti QuickenLoans dan Guaranteed Rate menawarkan KPR dengan proses online, dari aplikasi hingga persetujuan dan penutupan. Sepertinya, petugas pinjaman bank akan menjadi bagian dari masa lalu dengan peningkatan P2P.

3. Professor/Lecturer
Kampus atau tempat belajar mengajar di masa mendatang tidak akan memiliki dosen untuk mengajar. Mahasiswa menimba ilmu agar mendapat pekerjaan, tapi pekerjaan profesional yang saat ini dipelajari oleh mahasiswa akan dikerjakan oleh mesin dan teknologi. Jadi, untuk apa lagi mahasiswa datang ke kampus dan bertatap muka dengan dosen?

4. Cashier
Dalam sepuluh tahun ke depan, robot dan teknologi diprediksi akan menggantikan 6-7,5 juta pekerja ritel. Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan oleh layanan finansial Cornerstone Capital Group.

Angka ini mengancam setidaknya 38% dari pekerja bidang ritel yang ada saat ini yaitu sebanyak 16 juta orang. Akibat otomasi ini, porsi pekerjaan yang hilang di sektor ritel bisa lebih besar dari manufaktur. Proses otomasi yang terjadi di sektor ritel ini akan lebih banyak memengaruhi proses pembayaran otomatis sebagai pengganti kasir.

5. Travel Agent
Saat ini untuk berpergian ke dalam atau luar negeri bisa dengan mudah dilakukan, bahkan untuk mencari paket wisata semua bisa menggunakan ponsel. Hal itu yang menjadi ancaman bagi travel agen analog, bila tidak cepat beralih ke ranah digital.

Hampir 70 persen calon wisatawan dunia melakukan search and share secara digital, dan 30 persennya melakukan booking secara online. Jika tidak diantisipasi dan tidak bertransformasi ke digital, usaha-usaha seperti agen travel manual tidak lama lagi akan hilang.

6. Bank Teller
Kantor cabang yang dikelola oleh teller akan tergilas dengan kehadiran teknologi teller. Peran teller telah mengalami penurunan tajam dalam 15 tahun terakhir dan 10 tahun ke depan akan menghilangkan sebagian besar pekerjaan dalam bentuk ATM yang lebih maju.

Secara khusus, prospek 10 tahun dari tahun 2014 sampai 2024 adalah pekerjaan teller akan turun sebesar delapan persen. Transformasi digital masyarakat mendorong perubahan yang signifikan terhadap perusahaan dari semua tipe – termasuk bank – untuk memastikan mereka menyesuaikan diri dengan perkembangan dari pengguna saat ini dan masa depan mereka.

7. Insurance Salesperson
Kabar buruk bagi agen asuransi karena banyak dari mereka akan gulung tikar dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

8. Telemarketing
Karir lain yang bermasalah adalah telemarketing. Para telemarketer sedang dalam perjalanan kalah karena kehadiran teknologi. Kabar buruknya adalah keberadaan mereka tidak akan lama lagi karena pemasaran jarak jauh sedang in. Tidak ada prediksi mengenai kapan dan bagaimana penggantian telemarketing menjadi kombinasi teknologi dan robot.

Selain itu, pekerjaan ini cenderung menurun hari demi hari karena orang sudah mulai merasa terganggu dengan adanya telepon dari telemarketing, kasus penipuan oleh telemarketing, hingga pencurian database.

9. Librarian
Harga e-book yang cenderung jauh lebih murah dibandingkan buku secara fisik merupakan ancaman bagi pekerja ini. Selain itu, kemudahan bagi pembaca adalah tidak perlu pergi ke perpustakaan atau toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung, dan Kinokuniya karena cukup membuka e-book dari smartphone.

10. Fast Food Worker
Ke depan pelanggan akan memesan melalui aplikasi dan di kios yang dilengkapi dengan layar sentuh di dalam restoran. Pekerja yang dijuluki juara perhotelan akan memandu pengunjung saat mereka memesan makanan di kios. Pengunjung juga dapat membayar di smartphone dan tablet menggunakan aplikasi restoran.

Model pemberitahuan baru memungkinkan pelanggan menunggu di luar restoran sambil menunggu burger dan kentang goreng. Saat pesanan sudah siap, mereka mengambilnya di sebuah counter.

 

FAHRUL ANWAR