20 Startup Finalis Telkomsel The NextDev 2017

Roadshow NextDev 2017. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - Ada 20 startup yang lolos putaran final The NextDev 2017. Adapun 20 startup terpilih ini untuk Kesehatan yaitu Lactashare, CekMata, I Care Indonesia, Medicaboo, Comrades, dan Siab Siaga. Agrikultur yaitu Karapan, Kopitani.ID, Pak Tani, LindungiHutan, Bantu Ternak, Growpal. Pendidikan yaitu Qeedee, Squiline, Kapiler, EduBraille. Transportasi yaitu Marlin Booking, Share Trans, Go Bandung Disiplin, dan Botika.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan , ke 20 finalis ini adalah anak-anak muda Indonesia yang berkarya dan berkreasi memanfaatkan teknologi, guna memberikan dampak sosial positif di tengah-tengah masyarakat. Mereka menyisihkan 1.700 perusahaan rintisan lain yang ikut serta di ajang The NextDev kali ini.

“Ada 1.797 submissions, tahun lalu ada sekitar 1.000. Tahun ini, kali pertama ada yang masuk dari wilayah timur Indonesia, dari Papua,” ujarnya.

Menurut Adita, pada tahun ketiga pelaksanaan The NextDev, terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari anak muda Indonesia untuk berkontribusi terhadap perubahan yang lebih baik melalui karya yang mereka lahirkan.

Baca juga :   Citi Indonesia dan Indonesia Business Links Merangkul Generasi Muda

“Peserta tahun ini berasal dari beragam lokasi mulai dari Kabupaten Aceh Barat, area Jakarta, Kabupaten Luwu, lokasi di Sulawesi Selatan, dan Kota Jayapura. Sebagai penyedia layanan broadband hingga ke pelosok, tentunya Telkomsel melihat hal ini sebagai sinyal positif bahwa ekosistem digital tumbuh di berbagai lokasi di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (29/10/2017).

Adita menjelaskan, dalam menentukan 20 peserta terbaik, sebelumnya para juri telah melakukan penilaian dari seluruh aplikasi yang masuk, dan mengerucut kepada 100 aplikasi terbaik. Setelah itu dilakukan penilaian berdasarkan lima komponen, yaitu: problem, solution, business model, readiness level, dan visualization.

Dalam komponen problem, peserta dinilai berdasarkan konteks permasalahan sosial yang ingin dipecahkan. Komponen solution menilai keterkaitan antara produk aplikasi/web sebagai sebuah solusi dengan dampak sosial bagi masyarakat yang dihadirkan.

Penilaian komponen business model berdasarkan potensi keberlanjutan startup kontestan pada masa depan, komponen readiness level menilai tingkat kesiapan aplikasi startup, sedangkan komponen visualization menilai tampilan pitch deck dan prototype aplikasi/web.

Baca juga :   Startup Binaan Indigo Menarik Perhatian Peserta ITU

“Kami berharap finalis-finalis yang lolos ke tahap top 20 The NextDev 2017 ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak lagi anak muda Indonesia dimanapun mereka berada. Harapannya melalui kompetisi dan akademi ini dapat berkembang dan solusinya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Adita lagi.

Sementara itu, CEO e-Fishery Gibran Huzaifah yang juga menjadi salah satu juri dalam The NextDev 2017 mengatakan 20 aplikasi terbaik yang terpilih ini memiliki ide relevan dengan permaslaahan yang ada di daerahnya. “Startup ini perlu didukung agar dapat membangun ekosistem di area-area mereka dan mudah-mudahan bisa membuat solusi untuk bangsa,” katanya.

Para finalis yang lolos ke tahap Top 20 dinilai oleh juri-juri yang merupakan praktisi dan pakar berpengalaman sesuai dengan tema yang ditentukan dalam The NextDev 2017, yaitu agrikultur, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Selanjutnya para finalis akan mengikuti kegiatan mini bootcamp pada 19 November 2017. Mereka akan memperoleh UI/UX Technical Workshop, Go To Market Workshop, dan Pitching Investment Workshop. Setelah mini bootcamp, para finalis akan mengikuti tahapan seleksi final yaitu Final Pitching di hadapan para juri serta Investor Meet Up dimana mereka akan dipertemukan dan berinteraksi dengan berbagai investor.

Baca juga :   Fokus Bisnis Masa Depan TIK Adalah Aplikasi

Pada tahapan seleksi final ini pada akhirnya akan dipilih empat tim terbaik sebagai pemenang The NextDev 2017, yang akan memperoleh hadiah utama berupa 7M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri), Money (uang tunai), Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait), dan Match Expert (perekrutan profesional sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan bisnis startup).

STEVY WIDIA