Adhika Dwi Pramudita : Tawarkan Layanan Konten Digital Bagi Startup

Adhika Dwi Pramudita, Co-founder & Business Development Director Penulis.id (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - Kegiatan menulis telah menjadi bagian dari kehidupan manusia modern. Apalagi di dunia serba digital, menulis menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari informasi. Menariknya, menulis tidak sebatas menjadi kegiatan komunikasi belaka, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi.

Belakangan ini konten digital memegang peranan penting dalam bisnis digital secara keseluruhan. Pebisnis digital mulai melirik konsep konten digital sebagai bagian dari upaya untuk menjangkau pasar. Apalagi pebisnis baru seperti startup yang bermodal terbatas, mereka menjadikan konten digital sebagai ujung tombak pemasaran.

Dari sinilah muncul kebutuhan akan penulis konten digital. Peluang ini yang ditangkap oleh Adhika Dwi Pramudita, dengan mendirikan Penulis.id. Menurut dia, peranan kualitas artikel sangat penting dalam dunia content marketing.

“Berdirinya Penulis.id tahun 2015, waktu itu saya dimintai teman-teman agency mengisi konten marketing yang saat itu memang sangat diperlukan banyak sekali. Kebetulan saya juga suka menulis dan kemudian saya mengajak teman-teman,” ungkap Adhika, co-Founder sekaligus Business Development Director Penulis.id kepada Youngster.id baru-baru ini.

Alumnus Binus International ini menilai, profesi penulis konten digital ini penting. ”Digital content memegang peranan penting dalam bisnis digital secara keseluruhan. Content marketing merupakan teknik marketing yang terjangkau untuk dicoba pebisnis digital yang baru mulai. Tentu saja, pebisnis digital yang masih baru atau bermodal kecil tidak bisa membeli spot iklan TV ataupun digital yang banyak, tapi mereka pasti masih mampu untuk mengeksekusi konten pemasaran untuk meningkatkan penjualan mereka,” jelasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Dika, bisnis Penulis.id ini muncul dari permintaan pasar tersebut. “Ide awal aplikasi ini karena ada kebutuhan dan order. Dari situlah saya melihat marketnya ini besar banget,” akunya.

Akhirnya pada 2015 lalu, Dika mendirikan Penulis.ID di bawah bendera PT WISH (Wirausaha Muda Sukses Sejahtera). “Prospek bisnis digital sangat besar. Selain itu dunia digital sangat menyenangkan, tantangannya terus berubah,” ucap Sarjana Teknologi Informasi Binus Internasional itu.

Saat ini Penulis.id memiliki 10 penulis tetap dan 100 penulis lepas dalam jaringan network. Bahkan Dika mengaku saat ini, Penulis.id telah menangani layanan jasa penulisan konten artikel digital, sosial media dan siaran pers dari lebih 100 klien dari sejumlah startup hingga perusahaan berskala nasional. “Omset sekitar Rp 100 juta perbulannya,” ujar Dika.

Baca juga :   Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar

 

Selektif Memilih

Lelaki kelahiran Surabaya, 18 April 1989 ini telah merintis kegiatan penulis profesional sejak masih kuliah semester 4 di Teknik Informatika Universitas Ciputra Surabaya. Ketika itu dia memimpin sebuah perusahaan professional copywriting ternama di Surabaya. Dia juga mendirikan Studentpreneur, sebuah majalah yang mengulas tentang kegiatan wirausaha muda di Surabaya.

Setelah menjajaki berbagai posisi di sejumlah perusahaan periklanan, termasuk di perusahaan Malaysia, Andika melihat peluang konten digital. Di negeri jiran, model seperti penulisan blog, pers rilis, termasuk pengerjaan sosial media terbilang lebih dahulu berkembang. Dika pun melihat itu cocok untuk dikembangkan di Indonesia.

“Saya saat itu jadi melihat bahwa dunia itu luas sekali, bahwa batas potensi manusia bisa besar sekali. Di sisi lain dunia digital juga terus berkembang. Ini menjadi tantangan yang menarik bagi saya,” ujarnya.

Penulis.id pun dibangun di kota Surabaya dan kemudian menyusul di Jakarta. Sayangnya, Dika enggan mengungkap besaran modal untuk membangun platform dengan model bisnis utama penulisan konten digital ini. Ia mengklaim selektif dalam memilih para penulis. “Tim penulis artikel yang kami miliki di sini merupakan mantan wartawan. Jadi kami tahu artikel seperti apa yang layak menjadi berita di media. Karena press release bukan sekedar menulis, tetapi semua itu dapat mengubah promosi menjadi berita yang menarik,” sambung dia.

Ia menjelaskan ada dua tipe para penulis saat ini yang bergabung serta membantu mengembangkan bisnis di perusahaan rintisan miliknya.

“Kami menggunakan dua tipe untuk merekrut para penulis. Pertama, penulis in-house yang saat ini berjumlah 10 orang. Kedua, ada network yang biasanya kami gunakan untuk request khusus dari klien. Saat ini ada sekitar 100 orang penulis dalam jaringan kami. Sedang untuk fee untuk para freelancer itu kami akan memberikan mereka sebesar 10% dari harga yang kami dapat dari satu klien,” ungkap Dika.

Baca juga :   Startup Talk: Pelaku Startup Harus Ikuti Perkembangan & Jangan Menyerah

Tentu dengan konsep itu ada sejumlah kendala yang dihadapi Dika. Antara lain, dalam bentuk keluhan terhadap suatu hasil tulisan. Juga, kendala dalam operasional dan pemasaran.

“Pengalaman pahitnya ketika di awal, karena sistem belum dibentuk, begitu selesai mengerjakan project, eh malah nggak dibayar. Karena kami itu istilahnya seperti ride off ya, dua persen dari omset kami itu nggak bisa ditagih, karena orangnya nggak bayar, misalnya. Udah gitu kalau kami mau mempersalahakan kontrak pun biayanya akan lebih mahal. Jadi, ya sudahlah dilupakan saja,” ungkapnya sambil tertawa.

Toh, masalah itu tidak membuat mantan General Manager e-Finance SBI Japan Group and Corfina Capital ini menyerah. “Kini, kami mengatasinya dengan membuat form. Jadi, misalkan, klien deal mau menggunakan jasa kami, pihak Penulis.id meminta klien untuk mengisi form terlebih dahulu. Istilahnya, untuk mengurangi komplain itu tadi. Kami juga memberikan jatah revisi buat klien sebanyak dua kali. Jadi untuk mengurangi hambatan itu semua kami membuat sistem, dan saya termasuk orang yang percaya bahwa sistem ini berguna untuk mengurangi hambatan dan mengatasi masalah yang terjadi. Jadi nggak asal,” tambhanya.

 

Adhika melihat bisnis penulisan konten digital memiliki potensi yang besar (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Pengembangan Usaha

Selain hambatan dalam dunia bisnis tentu persaingan dalam usaha ini. Namun Dika tetap yakin bisnisnya tetap akan berjalan baik. “Sebenarnya saya nggak mikir kompetitor sih, karena basic-nya punya pasar sendiri-sendiri. Pasar ini masih besar, masih banyak klien yang belum ditangani,” ujarnya penuh percaya diri.

Lulusan Terbaik Universitas Ciputra 2007 ini mengungkapkan, saat ini target pasar Penulis.id adalah startup-startup teknologi yang sudah mendapatkan funding. “Mereka itu sudah memiliki dana untuk marketing. Selain itu, kami juga sudah bermitra dengan beberapa agency untuk masuk ke brand. Jadi basicly bisnis kami di sini menggunakan cara B2B. Itu target kami,” ungkapnya.

Menurut Dika, memiliki banyak follower tidak akan berarti tanpa interaksi yang berarti dengan pelanggan. Pasalnya, kualitas konten di sosial media bisa mempengaruhi kualitas interaksi dengan pelanggannya.

Baca juga :   Shopee Siap Dukung Lebih Banyak Pengusaha Muda

“Di sini kami punya banyak klien startup, karena kami sendiri juga starup. Kami tahu karena kami ini berpengalaman menyiapkan konten untuk startup teknologi. Yang kami lakukan di sini paling tidak bisa meraih user baru dengan dana minim,” paparnya.

Untuk ke depan, Dika berencana akan buka network Penulis.id di sejumlah kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Medan dan Bali. Bahkan, ia berharap dapat mengembangkan startup konten digital ini ke pasar yang lebih luas.

“Dengan jumlah total karyawan yang saat ini berjumlah 13 orang, kami yakin bisa menjangkau lebih luas dalam waktu dekat ini. Harapannya, kami bisa berkembang terus dan tiap tahunnya bisa naik dua kali lipat,” kata penggemar basket itu. ”Saya ingin membawa Penulis.ID menjadi perusahaan digital content agency level Asia Tenggara. Saya ingin membantu perusahaan mendapatkan pasar di Asia Tenggara,” tambahnya.

Memang, diakui Dika, persiapan untuk memasuki pasar ASEAN di tahun 2018 cukup berat. Untuk itu pihaknya mesti menyiapkan tim internal dulu agar siap menerima klien luar negeri. Saat ini, Penulis.ID sudah memiliki klien luar negeri. Tentunya, cara memperlakukan klien dari luar negeri dan dalam negeri juga berbeda. Semua perlu dipelajari. Namun semua itu dianggap tantangan yagn menyenangkan.

”Dunia digital sangat menyenangkan. Tantangannya terus berubah sehingga kita harus terus menyesuaikan diri. Prospek bisnis digital juga sangat besar,” pungkasnya.

 

======================================

Adhika Dwi Pramudita

  • Tempat Tanggal Lahir : Surabaya 18 April 1989
  • Pendidikan Terakhir     : Master’s Degree Business Administration and Management, General Binus Internasinal
  • Usaha                         : Penulis.id (PT Wirausaha Muda Sukses Sejahtera/WISH)
  • Mulai Usaha                  : Desember 2015
  • Jumlah Karyawan         : 13 orang (+ 100 freelance writer)
  • Omset                         :  Rp 100 juta perbulan

========================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia