Adtech di Indonesia 2019 : Permintaan Iklan Digital Makin Meningkat

Tahun 2019 Permintaan iklan digital di Indonesia makin meningkat (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Pertumbuhan pemasaran iklan digital atau advertising technology (adtech) di Indonesia sangatlah cepat. Sebuah hasil laporan bertajuk “2019 Global Digital Ad Trends Report” menyebutkan tidak hanya memprediksikan bahwa dana pengeluaran periklanan digital Indonesia akan mencapai  US$ 2,6 miliar di tahun 2019, tetapi juga menyatakan akan ada pertumbuhan yang pesat mencapai rating 26%. Hal ini membuat negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand menjadi tersaingi.

Dalam istilah iklan terprogram (programmatic advertising), kategori yang terhebat dalam dunia adtech, market di Indonesia sudah menunjukkan performa yang luar biasa baik dan pertumbuhanya pun sudah sesuai dengan alur tren global.

Sudah diperkirakan dalam laporan itu bahwa tingkat pertumbuhan total pengeluaran periklanan bagian programmatic advertising di Indonesia akan mencapai 89% dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini menjadikan negara kepulauan sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Meskipun statistik yang dipaparkan di atas terdengar sangat luar biasa, kenyataannya tidak tampak cukup menarik dan optimal. Setelah mengalami langsung periklanan digital di Indonesia selama bertahun-tahun, tim Tagtoo menyimpulkan 3 poin terhadap pandangan aktual adtech di Indonesia tahun 2019.

Baca juga :   Goola Raih Pendanaan Dari Alpha JWC Ventures

Sudut pandang tentang Adtech di Indonesia masih terfragmentasi.

Di Indonesia belum terlihat adanya pemain adtech utama dalam bidang programmatic advertising, walaupun mendapatkan pangsa pasar yang signifikan itu hanya dikarenakan Indonesia mengalihkan fokus pertumbuhannya ke arah ekonomi digital. Dengan adanya persaingan perusahaan adtech asing dan lokal, sudut pandang atau gambaran industri adtech masih akan terus terpecah-pecah.

Gambaran yang terpecah nyatanya beralasan. Para perusahaan asing merasa kesulitan untuk mendapatkan posisi yang kuat dan stabil di Indonesia dikarenakan adanya budaya bisnis yang “terselubung”(suap) di Indonesia dan ketatnya peraturan dari pemerintah bagi kepemilikan perusahaan asing. Sementara itu, perusahaan lokal masih berjuang untuk mengimbangi perusahaan asing dengan mengembangkan teknologi terkemuka.

Besarnya perbedaan ilmu pengetahuan tentang pemasaran digital

Ketika Indonesia bergerak menuju era digital baru, pemilik bisnis dan wirausahawan menjadi lebih paham dan terbuka terhadap teknologi baru. Kekuatan adtech yang berorientasi pada performa akan sangat diperlukan karena memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi digital.

Baca juga :   Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Oleh karena itu, Indonesia akan menghadapi kesenjangan yang cukup besar dalam bidang ilmu pengetahuan pemasaran digital. Perusahaan besar bersamaan dengan startup unicorn lokal akan terus dapat mengadopsi produk-produk dan layanan adtech terbaru berkat cadangan modal yang kuat. Sebaliknya, perusahaan kecil dan menengah masih berjuang untuk bertahan, sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menguasai pemasaran iklan digital. Mereka akan terus tertinggal dari hari ke hari.

Infrastruktur yang belum matang menahan kemajuan industri

Walaupun Indonesia memiliki 145 juta penduduk yang menggunakan internet pada tahun 2017, menurut Asosiasi Penyedia Layanan Internet di Indonesia, infrastruktur internet yang tidak sempurna akan terus menjadi penghalang utama bagi Adtech untuk berkembang dengan performa maksimal.

Contohnya, dengan mengambil conversion rate, dapat diambil dari tingkat persentase pengunjung website untuk mengukur performa iklan pemasaran digital. Waktu pemuatan halaman yang lambat terkadang menjadi faktor pendorong jatuhnya penilaian conversion rate, alih-alih salah menargetkan pasar.

Masalahnya bukan hanya di seberapa efektifnya adtech dapat membantu menargetkan pasar, tapi konversi tidak akan terjadi jika user kehilangan kesabaran dan meninggalkan halaman website sebelum kontennya tampil dengan lengkap.

Baca juga :   Hut 10 Tahun, Tokopedia Fokus Bisnis di Indonesia

Kesimpulan

Sudut pandang periklanan digital akan terus berubah di Indonesia. Dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan dan startup yang berusaha memperkuat jaringan online dan meningkatkan penjualan online mereka. Permintaan akan iklan digital tentu akan jauh lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang.

Terpenting, setelah mengikuti tren iklan digital, komunitas Adtech Indonesia akan menjadi permainan yang menarik untuk disaksikan;  siapakah yang akan mampu bertahan sampai akhir dan memenangkan posisi teratas?

EDISON CHEN, dari Tagtoo.com