Akulaku Hadirkan Kredit Online Ke Toko Offline

(ki-ka) Kimberly Lietania Head of Marketing Akulaku, selebriti Rangga Moela, konten kreator Ayla Dimitri, serta Martha Adlina, Komisaris Akulaku. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Untuk mendorong gaya hidup tanpa uang tunai (cashless) bagi masyarakat Indonesia, Akulaku meluncurkan Akulaku Pay Offline. Ini merupakan fitur terbaru, yang memudahkan pengguna untuk melakukan cicilan tanpa kartu kredit pada saat berbelanja di toko offline.

Kimberly Lietania, Head of marketing Akulaku mengatakan, fitur Akulaku Pay Offline dapat digunakan di merchant-merchant offline yang sudah resmi bekerja sama dengan Akulaku dengan sistem scan barcode dan kode OTP (One Time Password).

“Akulaku ingin menciptakan gaya hidup cashless masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari pelengkap kebutuhan masyarkat. Karena itu kami meluncurkan fitur terbaru yang memudahkan pengguna untuk melakukan cicitan tanpa kartu kredit pada saat berbelanja di toko offline,” kata Kimberly pada Kamis (23/8/2018) di Gandaria City Mall, Jakarta.

Akulaku merupakan aplikasi kredit virtual terbesar di pasar Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Akulaku memberikan penawaran cicilan tanpa kartu kredit yang memungkinkan pelanggannya untuk memilih tenor mulai dari 3, 6, 9 hingga 12 bulan. Kimberly menjelaskan tentang cara menggunakan Akulaku Pay Offline, yaitu dengan cara klik icon pada pojok kanan aplikasi Akulaku, scan barcode yang ada di merchant, dan kemudian verifikasi menggunakan OTP.

Baca juga :   Doku Terapkan Cashless Untuk Pebisnis Online

Sementara itu Martha Adlina Komisaris Akulaku menegaskan, kehadiran Akulaku dapat membantu mengubah persepsi di masyarakat bahwa pinjaman hanya untuk orang yang tidak memiliki uang. “Karena kenyataaanya pinjaman dan kredit sudah seharusnya digunakan untuk membantu cash flow dan mempermudah urusan finansial,” katanya.

Menurut Martha, saat ini Akulaku sudah meraih 15 juta user dan juga telah bekerjasama dengan lebih dari 3.000 merchant. Akulaku menargetkan pangsa pasarnya kepada 117 juta penduduk atau sekitar 45% populasi di Indonesia yang memiliki usia 21-45 tahun yang masuk pada kelompok usia pekerja dan wirausaha. Saat ini sudah 15 juta user terdaftar dan tercatat lebih dari 1,5 juta transaksi setiap bulannya melalui aplikasi Akulaku. Layanan Akulaku sudah dapat digunakan pada toko online seperti Bukalapak, Blibli, Tiket.com, Shopee dan JD.ID.

“Kami telah mendapat respon positif masyarakat Indonesia terutama user yang sudah menggunakan dan bertransaksi. Kedepan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan memberikan lebih banyak fitur sehingga Akulaku dapat digunakan sebagia sarana transaksi kredit masyarakat sehari-hari,” pungkas Martha.

Baca juga :   UMKM Dihimbau Manfaatkan Fasilitas Daring

STEVY WIDIA