Akulaku Punya 20% Saham Bank Yudha Bhakti

Tim Akulaku dan para influencer. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Startup fintech lending Akulaku akan menguasai 20,11% saham Bank Yudha Bhakti (BBYB) secara bertahap. Perusahaan baru saja meningkatkan porsi sahamnya menjadi 13,06% dari sebelumnya 8,95%.

Corporate Secretary Bank Yudha Bhakti Andriyana Muchyana menjelaskan, Akulaku masuk melalui pembelian saham PT Gozco Capital yang semula menguasai 41,04% saham Bank Yudha Bhakti.

“Ada perjanjian yang dibeli melalui secondary market dan melalui rights issue,” kata Andriyana dalam keterangannya baru-baru ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Gozco Capital melepas 320,43 juta saham dengan harga Rp338 per lembar di 30 April 2019. Setelah aksi korporasi, kepemilikan saham Gozco Capital di Bank Yudha Bhakti menjadi 28,24%.

Selanjutnya, Akulaku akan terus meningkatkan kepemilikan sahamnya dengan menjadi pembeli siaga untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) yang segera digelar perseroan pada akhir bulan ini.

Perseroan menerbitkan saham baru sebanyak 499,6 juta dengan harga Rp100 per lembar. Total nilai yang diperoleh perseroan dari aksi ini adalah Rp168,86 miliar. Akulaku akan menyerap seluruh saham baru ini, sehingga nantinya kepemilikan saham menjadi 20,11%. Pemegang saham lain yang tidak mengambil jatah sesuai HMETD akan terdilusi 8,11%.

Baca juga :   Spotify Siap Melantai di Bursa Saham

Per 30 April 2019, struktur kepemilikan saham di Bank terdiri dari Gozco Capital (28,24%), Asabri (21,91%), Asuransi Jiwa Adisarana Wanartha (5,45%), selebihnya dimiliki publik dengan kepemilikan kurang dari 5% sebanyak 31,34%.

Akulaku sendiri sejak awal berkomitmen untuk menambah modal inti bank hingga Rp500 miliar pada tahun ini, secara bertahap lewat sejumlah aksi rights issue yang digelar Bank Yudha Bhakti.

Setelah PUT II kelar, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan akan meminta izin untuk menerbitkan saham baru melalui PUT III. Kemungkinan besar, Akulaku akan masuk kembali sebagai pembeli siaga demi merealisasikan ambisinya tersebut.

STEVY WIDIA