AkzoNobel dan Greenation Foundation Gelar #OperasiTangkapPlastik di Kepulauan Seribu

#OperasiTangkapPlastik di Kepulauan Seribu. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Jambeck Research Group pada tahun 2015, Indonesia diindikasikan sebagai negara penghasil sampah plastik laut terbesar kedua setelah Tiongkok. Menyadari akan pentingnya kelestarian dan kesehatan lautan, AkzoNobel bersama Greenation Foundation menggelar #OperasiTangkapPlastik di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Upaya pengumpulan sampah lepas pantai ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di laut yang saat ini melanda daerah pariwisata dengan melaksanakan program pemberdayaan komunitas nelayan.

“Di AkzoNobel, keberlanjutan adalah fokus utama dalam segala hal yang kami lakukan. Dengan demikian, kami berusaha mengembangkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami senang dapat menjalin kemitraan dengan Greeneration Foundationi yang menganut nilai-nilai keberlanjutan serta kepedulian yang sama mengenai pencemaran plastik di laut. Melalui inisiatif ini,kami berharap dapat membantu memberikan solusi terhadap pengurangan sampah plastik laut,” kata Junot Wijaya, Country Manager, AkzoNobel Marine Coatings Indonesia dalam keterangannya, baru-baru ini di Jakarta.

Kepulauan Seribu terpilih sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau “10 Bali baru”, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kawasan tersebut memiliki potensi komoditas ikan dan komunitas laut lainnya yang melimpah dan dapat dikembangkan, serta berperan sebagai pusat upaya konservasi laut di Jakarta, yang menjadikannya sebagai lokasi paling cocok untuk menjalankan inisiatif ini – dengan Pulau Pramuka dan Pulau Panggang sebagai area fokus pengembangan.

Baca juga :   Tel-U Kembangkan Perpustakaan Sekolah di Kampung Cihurip

Menurut Juno dalam kegiatan ini, para nelayan setempat di kedua pulau tersebut akan direkrut sebagai ‘Rangers’ yang akan mendorong adanya pengelolaan persampahan yang berkelanjutan di Kawasan Strategi Pariwisata. Sebanyak 15 nelayan akan dipilih berdasarkan komitmen mereka untuk meningkatkan ekosistem di wilayah tersebut. AkzoNobel bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta untuk mengidentifikasi kualifikasi para nelayan dalam program tersebut.

“Para Ranger diharapkan dapat menjadi agen perubahan untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada masyarakat, serta agar menginspirasi berbagai pihak untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah lainnya. Selain membangun kapasitas para nelayan, inisiatif ini juga akan dikembangkan menjadi strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan para nelayan,” tambah Junot.

Bersama Greeneration Foundation sebagai organisasi yang memiliki fokus di isu pengelolaan persampahan yang berkelanjutan, 15 nelayan Ranger terpilih akan diberikan pengembangan kapasitas melalui serangkaian pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan kewirausahaan yang berkelanjutan untuk menangani masalah sampah padat di wilayah tersebut. Sebagai bagian dari program, AkzoNobel akan berkontribusi dalam memberikan pengetahuan tentang pengecatan kapal yang berkelanjutan serta pelatihannya, serta menyediakan cat International bagi para Rangers.

Baca juga :   Teguh B. Ariwibowo : Bangun Startup Fintech Untuk Atasi Beban Masyarakat

“Sebagai organisasi yang memiliki fokus di isu persampahan kami mendukung adanya upaya untuk menyelesaikan permasalahan sampah di darat maupun di pesisir. Dengan adanya program pemberdayaan untuk para nelayan di isu persampahan pun secara tidak langsung akan memberikan dampak pada tangkapan ikan mereka, karena dengan ekosistem yang sehat dan lingkungan yang lestari akan memberikan timbal balik positif untuk manusia juga,” kata Vanessa Letizia, CEO Greeneration Foundation.

 

STEVY WIDIA