ALAMI Tingkatkan Penetrasi Pembiayaan Syariah Bagi Milenial

(ki-ka) Bembi Juniar, Dima Djani, dan Harza Sandityo Founder ALAMI. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - PT Alami Fintek Sharia (ALAMI) menargetkan bisnis P2P pembiayaan syariahnya dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 80 miliar. Guna mencapai target, ALAMI berupaya meningkatkan layanan, salah satunya mengoptimalkan user interface (UI) dan user experience (UX)  agar mudah dan nyaman diakses (user-friendly).

Salah satu strategi ALAMI untuk menarik perhatian masyarakat adalah dengan merancang tampilan website dengan navigasi yang user-friendly senyaman menggunakan sosial media,” kata Dima Djani, CEO ALAMI dalam keterangannya baru-baru ini.

Menurut dia, ALAMI juga melakukan edukasi target pasar melalui konten-konten sosial media yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan isu sehari-hari. Selain strategi pemasaran secara online, ALAMI juga akan melakukan pemasaran secara offline dengan bekerja sama dengan komunitas-komunitas UKM sebagai beneficiary ataupun masyarakat umum sebagai funders.

Langkah selanjutnya, ALAMI akan terus meningkatkan pelayanan dan perizinan yang telah ditetapkan sesuai regulasi yang berlaku untuk menjadikan ALAMI sebagai perusahaan pembiayaan syariah yang semakin kredibel. “Kami optimis dapat terus melakukan improvement untuk meningkatkan layanan, salah satunya dengan sertifikasi ISO 27001 sebagai komitmen ALAMI dalam memelihara sistem manajemen informasi yang baik. Ini adalah bagian dari upaya kami agar mampu mengantongi izin resmi dari OJK agar meningkatkan daya saing ALAMI sebagai fintech pembiayaan P2P syariah pilihan pelaku usaha UKM,” tutup Dima.

Sebagai perusahaan fintech syariah yang tengah memperkuat eksistensinya di pasar, ALAMI didampingi penasihat ternama, Riawan Amin, pakar ekonomi syariah yang juga mantan Direktur Utama Bank Muamalat periode 1999-2009.

“Sebelum perusahaan fintech lahir, industri keuangan syariah memang tumbuh setiap tahun, namun pertumbuhan tersebut bisa lebih cepat jika literasi keuangan syariah bisa lebih luas. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tingkat penetrasi keuangan syariah masih jauh dari optimal. Kehadiran fintech syariah perlu diapresiasi sebagai akselerator pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan syariah, melalui teknologi digital dan internet, penetrasi bisnis dapat dilakukan dengan mudah dan cepat,” kata Riawan.

Menurut dia, kehadiran ALAMI di industri pembiayaan P2P syariah tentu dapat menggarap lapisan masyarakat yang belum terpapar layanan pembiayaan syariah namun sudah memiliki dorongan untuk bertransaksi keuangan secara syariah, khususnya para milenial. “Peran aktif OJK dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) juga sangat membantu masyarakat dalam memahami keuangan syariah,” ujarnya.

Selain pendampingan intensif dari pakar ekonomi syariah di atas, ALAMI juga merupakan salah satu pendiri Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang secara kolektif bersama perusahaan fintech  syariah lainnya mendukung misi pemerintah dalam meningkatkan penetrasi ekonomi syariah yang lebih luas di masyarakat.

STEVY WIDIA