Anak Muda di Sumatera Barat Bentuk Komunitas Bagi Pelaku IT

Visio Incubator menginisiasi pembentukan wadah komunitas bagi para pelaku IT di Sumatera Barat bernama Minang Developers (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Setelah sukses menggelar acara Hackthon Membangun Nagari pada Agustus lalu, Visio Incubator bersama programmer lokal dan peraih beasiswa Google Udacity: Aditya Persada menginisasi pembentukan wadah komunitas Minang Developers.

Bertempat di Kubik Workingspace, pertemuan pertama berdirinya wadah komunitas bagi para pelaku IT di Sumatera Barat itu dilakukan pada 15 Oktober 2017, dan dihadiri 24 orang. Acara ini diharapkan bisa menjadi ajang tumbuh kembangnya ekonomi kreatif khususnya subsector perangkat lunak di Sumbar.

“Dengan adanya komunitas ini maka akan mudah untuk saling belajar, dan saling berbagi antar-programmer. Kita butuh sebuah wadah positif ini untuk tetap terus berkarya,” ujar Hendriko Firman, selaku inisiator komunitas, dan CEO Visio Incubator.

Ditambahkan Ogy Winenriandhika, inisiator dan co-founder Visio Incubator, komunitas ini diharapkan bisa menjadi lokomotif bagi kemajuan bangsa dengan banyaknya programmer yang mau ikut andil menuntaskan masalah bangsa dengan IT.

“Tidak bisa disangsikan lagi bahwa tiap negara berlomba-lomba untuk melahirkan banyak programmer. Sebab, di masa depan hampir semua masalah setiap negara bisa diselesaikan dengan IT,” ucap Ogy.

Selain itu, komunitas Minang Developers ini juga diharapkan bisa mengajak stakeholder besar seperti Google, Facebook dan Bekraf untuk mendukung tumbuhnya ekosistem programmer ini.

“Sebagai orang yang menerima beasiswa Google dan Udacity.com, saya beruntung sekali bisa merasakan ekosistem di platform ini. Dan saya berpikir, kenapa di kampung saya sendiri tidak ada komunitas yang mendukung ekosistem ini. Maka dari itulah kami mendirikan komunitas ini. Kami akan segera menghubungi Google  dan big tech companies lainnya untuk bekerja sama dan mendukung gerakan ini,” tambah Aditya.

Di komunitas Minang Developers ini nantinya akan ada dua kegiatan utama, yaitu community empowering dan capacity building. Dua kegiatan ini diharapkan akan mendorong terbangunnya ekosistem dan saling belajar antar-sesama.

“Dengan komunitas ini maka akan banyak lahirnya programmer-programmer handal yang mau membantu siapnya Indonesia memasuki dunia digital,” pungas Hendriko.

 

FAHRUL ANWAR