Anak Muda Harus Antisipasi Perkembangan Teknologi

Presiden Joko Widodo di Young On Top National Conference (YOTNC) 2018. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Presiden Joko Widodo hadir pada Young On Top National Conference (YOTNC). Dihadapan sekitar 1.000 anak muda, Presiden memberikan motivasi untuk siap menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

“Revolusi Industri 4.0 ini sudah bergerak dan sudah di depan mata kita. Kita tahu artificial intelligence kita baru belajar, keluar lagi advanced robotic, keluar lagi 3D printing. Sekarang bangun rumah hanya 24 jam, dan sudah kejadian, bukan akan, tapi sudah jalan,” kata Presiden dalam sambutannya pada Minggu (26/8/2018) di Balai Kartini Jakarta.

Presiden Jokowi bercerita mengenai kunjungannya ke markas Facebook dua tahun lalu. Bertemu CEO Facebook Mark Zuckerberg, Jokowi diajak main pingpong dengan virtual reality.

“Saya ketemu Mark, diajak main pingpong pakai Oculus VR, nggak ada meja, nggak ada bola, nggak ada bat tapi 100 persen main pingpong. Saya tanya Mark, bisa tidak dipakai untuk main bola? Dia bilang bisa. Ini kemajuan teknologi yang membuat saya kaget,” kata Presiden Joko Widodo.

Baca juga :   Presiden Harapkan Startup Lokal Kuasai Pasar

Dalam kunjungan lainnya ke markas Google Presiden juga kaget ada teknologi yang bisa memantau pergerakan ikan di lautan. Tidak hanya itu, masih seputar perkembangan teknologi, Presiden Jokowi juga menyebut Elon Musk yang memiliki ide brilian dengan produk Tesla, Hyperloop, dan SpaceX.

“Kemajuan-kemajuan seperti itu harus dilihat (oleh anak muda). Ini perkembangan teknologi yang harus diantisipasi. Dan menurut saya, yang bisa menghadapi ini hanya satu, anak muda, youthers. Kayak saya ini sudah ketinggalan banyak,” kata Presiden Joko Widodo.

Kepada anak-anak muda, Presiden Jokowi berpesan, jika anak muda bisa menghadapi dan merencanakan perkembangan teknologi, mereka bisa menghadapi revolusi industri 4.0.

“Mc Kenzie bilang Revolusi Indonesia 4.0 3.000 kali cepatnya dari revolusi industri sebelumnya. Untuk itu kita harus mau membuka diri dan jangan takut berkompetisi. Saya meyakini anak muda kita bisa bersaing dengan anak muda dari negara lain. Saya yakin itu. Tapi peluangnya harus dibuka, ada keterbuaan. Semua anak muda harus bisa akses kesempatan dan peluang itu,” jelasnya.

Baca juga :   Draper Associates, Melirik Peluang Investasi Startup di Indonesia

Untuk itu, Jokowi pun memberikan motivasi kepada anak muda untuk bisa menetapkan jenis usaha yang ingin digeluti dan memunculkan ide yang besar.

“Tentukan tujuan bisnisnya mau ke mana. Tujuan harus ada. Saya sudah sampaikan lakukan juga namanya penelitian, survei kecil-kecilan, kalau punya duit survei gede-gedean. Harus ilmiah supaya kita punya perhitungan baik dalam menentukan lokasi, menetapkan jenis bisnis yang akan dkerjakan. Harus,” katanya.

Kegiatan ini digelar untuk ke delapan kalinya ini juga akan diisin oleh pembicara yang ahli di bidangnya, di antaranya CEO Garuda Indonesia Pahala Mansury, CMO XL Axiata David Oses, Director Consumer Business BRI Handayani, CO Founder HHP Law Firm Tuti Hadiputranto, CEO Plug and Play Indonesia Wesley Harjono, Founder Filosofi Kopi Rio Dewanto dan banyak lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda Indonesia mendapatkan inspirasi yang diperoleh dari para pembicara, sehingga diharapkan bisa bersaing dan meraih sukses.

STEVY WIDIA