Anthony Kosasih dkk. : Majukan UMKM Lewat Teknologi Digital

(ki-ka) Anthony Kosasih - COO Mekari, Suwandi Soh - CEO Mekari, Daniel Witono - CPO Mekari.jpg (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Teknologi telah menumbuhkan berbagai bisnis baru, termasuk di layanan keuangan dan sumberdaya manusia. Pertumbuhan ini ternyata tidak selalu harus menimbulkan persaingan. Tren menunjukkan konsolidasi terjadi antar sesama pemain. Langkah ini tak sekadar untuk mengejar market share.

Yang terbaru adalah konsolidasi dari empat startup penyedia layanan SaaS yaitu Talenta, Sleekr, Jurnal dan Klikpajak menjadi satu entitas Mekari. Sebelum digabung, keempat startup tersebut menyediakan empat solusi teknologi yang berbeda bagi para pelaku UMKM dan startup.

Talenta misalnya, startup SaaS yang telah melakukan merger dengan Sleekr ini menyediakan software Human Resource Information System (HRIS) yang memudahkan perusahaan lewat automasi pembayaran gaji dan manajemen SDM seperti halnya Sleekr. Sedangkan Klikpajak merupakan aplikasi pengelolaan pajak berbasis online, dan Jurnal menyediakan software pembukuan bisnis dengan akses real-time.

Anthony Kosasih, Chief Operating Officer Mekari mengatakan, langkah konsolidasi inimengusung visi “to become the most important platform for Indonesian businesses and professionals to progress effortlessly”. Penggabungan ini untuk mendukung perkembangan UKM Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital, empat penyedia platform bisnis berbasis cloud asal Indonesia ini berkonsolidasi menjadi satu kesatuan di dalam sebuah perusahaan bernama Mekari. 

“Nantinya dengan sinergi ini merupakan salah satu langkah mewujudkan visi Mekari untuk menjadi platform yang berkontribusi dalam mendukung perkembangan UKM Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan SDM dan finansial,” ucap Anthony kepada youngster.id pada acara Mekari Conference belum lama ini di Jakarta.

Menurut Anthony, Mekari bertujuan membantu perkembangan UKM Indonesia melalui efisiensi pengelolaan proses bisnis berbasis teknologi digital. “Kami percaya dengan bergabungnya para pemain ini dapat meningkatkan kapasitas kami menjadi lebih besar, sehingga bisa memfasilitasi permintaan dari banyaknya kebutuhan UKM yang belum memanfaatkan teknologi dalam pengoperasian bisnisnya,” ucap Anthony lagi.

Dengan konsolidasi ini maka seluruh pelanggan yang telah menggunakan salah satu layanan SaaS ini akan diarahkan ke Mekari, sesuai jenis pilhan layanan mereka sebelumnya.

“Saat ini, Mekari sudah menjadi pilihan bagi puluhan ribu perusahaan yang membutuhkan solusi pengelolaan SDM dan finansial berbasis teknologi, dengan mayoritas pengguna berlatar belakang UKM,” klaim Anthony.

Pengalaman Manual

Sebelumnya, Anthony adalah COO dan cofounder dari Jurnal yang berdiri di awal 2015. Layanan software akunting online ini ditujukan untuk pelaku UKM. Dalam menyederhanakan dan mempercepat proses pembukuan bisnis, dari pembuatan invoice, pengecekan inventori, sampai pembuatan laporan keuangan.

Baca juga :   Layanan Go-Jek Segera Hadir di Singapura

“Mengelola laporan keuangan perusahaan lebih mudah dengan software akuntansi online Jurnal, sehingga Anda dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis,” kata Anthony.

Ide untuk membangun startup ini berawal dari pengalaman pemuda kelahiran Jakarta itu menyaksikan aktivitas bisnis orang tuanya terlihat sangat manual, khususnya dalam hal pembukuan. Lulusan UNSW Australia jurusan computer engineering ini mulai berpikir untuk menciptakan sistem yang dapat mempermudah proses pembukuan.

Ide Anthony bertemu dengan temannya Daniel Witono dan keduanya pun membangun bisnis Jurnal. Awalnya sempat pesimis karena pengguna Jurnal lambat untuk berkembang. Namun dengan visi dan misi untuk menghubungkan bisnis dengan akuntansi agar para pengusaha bisa lebih memokuskan diri pada hal-hal yang penting perihal berbisnis, Jurnal pun sukses memberi kemudahan kepada ratusan UKM di Indonesia.

Kini Jurnal memiliki 80 ribu personal user dan 60 ribu corporate user dengan transaksi US$ 3 miliar, atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 40 triliun, dengan transaksi pembayaran Rp 25 miliar dalam 8 bulan terakhir. Pengguna paling banyak, kata Anthony, berasal dari kalangan UKM dengan omzet Rp 50 juta hingga Rp 20 milar.

Kini, dengan berkonsolidasi menjadi Mekari, Anthony berharap pengguna mereka akan mendapat solusi dari berbagai kebutuhan bisnis.

“Mungkin dari klien kami terdahulu seperti klien yang pernah menggunakan Jurnal itu memiliki kebutuhan untuk payroll dan memilki kebutuhan juga untuk perpajakan. Jadi dengan adanya penggabungan kami bisa bekerjasama, dan bisa fokus pada kebutuhan user. Sehingga dari segi perusahaan kami bisa memberikan value yang jauh lebih baik ke depan. Dan, bagi pengguna mereka bisa memberikan feedback bahwa dengan adanya Mekari ini akan lebih mudah,” papar Anthony.

Menurut dia, dengan  konsolidasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas bisnis UKM di Indonesia.

Solusi Modern

Kementerian Komifo sebelumnya menyebut, UMKM di Indonesia yang benar-benar memanfaatkan teknologi digital baru menyentuh angka 6,5 juta unit usaha dari total 59,2 juta pelaku UMKM. Konsolidasi ini juga merupakan bentuk dukungan dari pihak swasta terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat targetnya untuk mendigitalisasi delapan juta UMKM pada akhir tahun 2019 ini.

Baca juga :   XL Mulai Jaring Peserta XLFL 2016

“Kami melihat sektor UKM di Indonesia saat ini membutuhkan banyak solusi modern untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis perusahaan. Mekari, melalui penggabungan ini, hadir untuk memberikan solusi yang lengkap dan solid bagi UKM, sekaligus mendukung visi UKM go digital di Indonesia,” jelas Suwandi Soh, CEO Mekari.

UMKM Indonesia merupakan sektor yang memilki dampak yang besar bagi perekonomian negara. Faktanya, kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia mencapai 64% atau sekitar Rp 850 triliun setiap tahunnya pada Produk Domestik Bruto, hal ini mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik tahun 2017.  

Namun, mengacu pada studi yang dilakukan Deloitte, dari 56,5 juta unit usaha di Indonesia, hanya sekitar 9% UMKM yang sudah mengadopsi teknologi digital dalam pengoperasian bisnisnya secara keseluruhan. Padahal, berdasarkan temuan dari konsultan manajemen perusahaan global, Deloitte dan McKinsey, UKM yang memanfaatkan teknologi digital dapat memicu perkembangan bisnis dua kali lebih cepat hingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan negara sebesar 2%. Hal ini semakin membuktikan bahwa adopsi teknologi bagi UKM menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan.

 “Kami percaya bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat ini telah mengubah landscape industri secara signifikan yang berdampak pada operasi bisnis perusahaan besar maupun UKM. Untuk itu, kami berupaya mendorong UKM Indonesia turut bertransformasi di era digital ini, salah satunya melalui Mekari Conference,” kata Suwandi.

Mereka yakin, pemanfaatan teknologi pada praktiknya dapat diimplementasikan di berbagai area dari sebuah bisnis. Mulai dari pemasaran digital, optimasi proses bisnis, pengembangan produk, dan pengelolaan SDM. Namun, pemanfaatan teknologi oleh pelaku UKM di Indonesia saat ini masih  terbatas pada aktivitas pemasaran, seperti penggunaan media sosial maupun website.

Melalui konsolidasi ini, Mekari akan memiliki kapasitas yang lebih untuk membantu memberikan solusi teknologi kepada UKM di bidang pengelolaan sumber daya manusia dan finansial. Adopsi teknologi di area tersebut akan mengoptimalkan proses bisnis sehingga biaya lebih efisien serta produktivitas karyawan maupun bisnis meningkat.  

“Sebagai bagian dari perusahaan yang mengusung konsolidasi ini, kami percaya dengan bergabungnya para pemain yang sudah berpengalaman di industri SaaS di Indonesia dapat meningkatkan kapasitas kami menjadi lebih besar, sehingga dapat memfasilitasi permintaan dari banyaknya kebutuhan UKM Indonesia yang belum memanfaatkan teknologi dalam pengoperasian bisnisnya,” ucap Daniel Witono, Chief Product Officer Mekari menambahkan.

Baca juga :   Tech In Asia Jakarta 2017 Hubungkan Investor dengan Talenta

Anthony Kosasih, Cofounder & Chief Operating Officer Mekari (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

Tim Solid

Anthony menjelaskan, nantinya, dalam melakukan tugas setiap startup yang terkonsolidasi itu akan memiliki fungsi dan tugas masing-masig yang siap dikerjakan. 

Talenta akan fokus pada Software HRIS (Human Resource Information System) yang memudahkan bisnis melalui otomasi payroll maupun proses manajemen SDM. Untuk Sleekr melakukan solusi modern pengelolaan karyawan yang intuitif dan mudah untuk perusahaan berkembang.

Sedangkan Jurnal akan fokus pada software bisnis yang memudahkan pengelolaan finansial dan pembukuan bisnis dengan akses real-time dan tanpa batas serta terintegrasi dengan platform bisnis lainnya. Sedangkan untuk Klikpajak akan bertugas dalam penyelesaian aplikasi pengelolaan pajak, untuk pribadi maupun bisnis, yang berbasis online dengan izin resmi dari Direktorat Jenderal Pajak Indonesia. 

Selain itu, Mekari kini telah mendapat kesempatan secara resmi menjadi mitra dan menjadi sebuah pengakuan karena telah terdaftar di beberapa badan pemerintahan.

“Sinergi dengan pemerintah awalnya melalui produk pajak kami yang sudah menjadi mitra resmi dengan Dirjen Pajak,” ujarnya.

Anthony juga menegaskan Mekari akan tunduk pada aturan yang ada. “Misalnya, kalau kami butuh di-regulated oleh OJK, kami taat. Jadi kami diakui oleh OJK juga dengan adanya perijinan yang butuh dari Bank Indonesia, kami juga akan taat pada regulasi itu. Jadi kami resmi-resmi aja, gitu,” kata Anthony sambil tersenyum.

Menurut Anthony, tantangan yang datang kepada Mekari salah satunya tentang bagaimana memiliki tim yang solid. Namun demikian, seiring berjalannya waktu, hal itu dapat diselesaikan dan ditemukan solusinya usai melewati masalah besar. Dengan begitu, tim bisa fokus dan dapat memberikan nilai terbaik bagi pelanggannya. 

“Tentunya ketika kami melakukan penggabungan, kami harus membuat semua orang harmonis terutama dari tim yang kami bentuk sendiri. Sehingga bisa fokus dalam menyelesaikan masalah terbesarnya, dan pada akhirnya bisa memberikan nilai terbaik kepada pelanggan. Jadi, itu semua cukup berjalan mulus, timnya cukup solid jadi the next one mengenai platformnya. Dengan begitu, kami yakin bisa benar-benar mengintegrasikan seluruh platform menjadi satu, supaya end user tidak bingung lagi,” jelas Anthony.

Menurut Anthony, pihaknya akan terus melahirkan inovasi baru untuk mendukung integrasi ini. Hal ini akan mendukung visi Mekari untuk bisa ekpansi ke seluruh Indonesia dan Asia Tenggara. Saat ini layanan Mekari sudah hadir di 7 kota di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan NTT.

=======================================

Anthony Kosasih

  • Tempat Tanggal Lahir             : Jakarta, 5 Agustus 1991
  • Pendidikan Terakhir                : UNSW Australia, Bachelor of Computer Engineering & Bachelor of Commerce
  • Pekerjaan                                   : Chief Operating Officer Mekari
  • Jumlah Tim                                : 360 karyawan

Daniel Wintono

  • Tempat Tanggal Lahir             : Medan 5 mei 1990
  • Pekerjaan                                 : Chief Product Officer Mekari
  • Pendidikan                              : S1 Computer engineering University South of Wales, Sdyney

=========================================

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia