Asosiasi Perusahaan VoD Asean Terapkan Kode Etik Siaran

(ki-ka) Executive General Manager Divisi TV Video Telkom Aris Hartoni, CEO HOOQ Peter Bithos, Vice President Marketing Management Telkom Jemy Confido dan Country Head HOOQ Indonesia Guntur Siboro saat peluncuran IndiHome HOOQ di Jakarta. (Foto: dok.youngster.id)

youngster.id - Sejumlah perusahaan penyedia layanan langganan video on demand di Asean bergabung untuk mengumumkan penerapan kode etik konten industri video-on-demand berlangganan. Sifat dari kode etik ini adalah mengatur diri sendiri, atau self-regulatory, untuk menjaga kepentingan pelanggan. Perusahaan tersebut adalah ASTRO, dimsum, Fox+, HOOQ, iflix, Netflix, tonton, TVB dan The Walt Disney Company.

“Ketika seorang pelanggan menyaksikan konten dari situs bajakan, selain membuyarkan bisnis yang sah, ketiadaan pengawasan terhadap konten juga berarti bahwa anak-anak di bawah umur akan sangat mudah terpapar konten berisi pornografi dan kekerasan,” kata Louis Boswell, CEO of CASBAA dalam keterangan tertulis, Kamis (21/6/2018).

CASBAA merupakan asosiasi industri video-on-demand di regional Asean. Perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam penyusunan Kode etik ini menyatakan memiliki tujuan yang sama yaitu menempatkan kepentingan pelanggan sebagai inti dari layanan kami.

Louis memaparkan, kode etik tersebut mengatur prinsip-prinsip untuk memastikan bahwa konten yang ditawarkan oleh perusahaan bersifat otentik, bebas dari ujaran kebencian, kejahatan kebencian, pornografi, dan bentuk-bentuk konten tidak pantas lainnya.

Baca juga :   Mataram Terapkan Pantauan Harga Pangan via Online

Perusahaan-perusahaan ini menantikan untuk bekerjasama dengan pemain lainnya di ranah SVOD di Asean dengan merujuk pada prinsip-prinsip di dalam kode yang akan membedakan layanan-layanan resmi dari situs-situs bajakan.

Mereka juga komitmen untuk berupaya sebaik-baiknya untuk menyediakan fitur-fitur pengendalian atau mekanisme serupa lainnya yang memastikan bahwa konten yang disediakan sesuai dengan usia para anggota keluarga para pelanggan di Asean.

Gagasan ini pertama kali dibicarakan dalam dialog Asen Telecom Regulators Council yang diselenggarakan di Bangkok pada September 2017. Forum ini mempertemukan para pembuat kebijakan serta para pelaku industri agar mereka dapat berdiskusi untuk mencari solusi tingkat Asean.



STEVY WIDIA