Atlet eSport Indonesia Target Masuk 3 Besar

Rully Sandra Sutanto anggota Timnas League Of Legend Indonesia. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Pada exhibition eSport di Asian Games 2018, Indonesia menyiapkan tim nasional dengan nama Timnas League Of Legend Indonesia (LoLI). Mereka dipersiapkan tidak saja strategi tetapi juga fisik dan mental. Targetnya minimal dapat masuk tiga besar.

Rully Sandra Sutanto wakil dari Timnas LoLI mengungkapkan, selain latihan yanng rutin, istirahat juga sangat penting demi fisik dan konsentrasi yang baik. Dia mengaku berlatih 9 jam perhari dan menjelang perhelatan Asian Games 2018 dia mengaku latihan menjadi 7 hari seminggu. “Tentu tetap ada istirahat yang cukup dan makan yang sehat,” ujar Rully saat ditemui youngster.id baru-baru ini.

Menurut Rully, sejauh ini saingan terbesar adalah pemain esport dari China dan Korea Selatan. Namun di wilayah Asia Tenggara, Rully mengatakan bahwa Vietnam adalah pesaing terberat. Dia pun memiliki target untuk memenagkan juara 3 dalam Asian Games 2018, “Target AsianGames ini adalah menjadi 3 besar, tetapi kalo bisa nomor satu,” kata Rully.

Sementara itu Eddy Lim, Ketua IeSPA Indonesia mengatakan, pemilihan atlet esport pada Asian Games 2018 itu tidak jauh berbeda ketika pelatih memilih orang-orang unggulan pada cabang olahraga lain. “Kami mencari atlet nasional seperti pada cabang olahraga lain yakni berdasarkampuan dan track record di sejumlah kompetisi. Selain itu mereka juga memiliki stamina fisik yang baik,” ungkapnya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Baca juga :   Dukung Asian Games 2018 Dengan Beli Merchandise Produksi Dalam Negeri

Menurut Eddy, meski eSport itu terbilang kompetisi yang mengandalkan otak dan teknologi namun para olahragawan eSport dituntut memiliki performa layaknya para atlet lain.

“Masyarakat juga harus dapat membedakan main game yang dilakukan pada kebanyakan gamer, dengan atlet esport. Atlet esport harus memiliki fisik prima, hal itu akan membantu konsentrasi dan ketahanan dari para atlet eSport saat bertanding,” kata Eddy menegaskan.

Selain kebutuhan fisik yang optimal, para atlet esport juga harus memiliki pengetahuan teknologi terkait hardware yang digunakan. Selain itu, peralatan yang digunakan harus memiliki teknologi dan performa yang diandalkan. Karena itu, menurut Eddy, meski esport adalah permainan tetapi penguras pikiran sehingga pada atlet cabang olahraga tersebut dituntut memiliki memiliki pengetahuan logika yang kuat. Karena itu, Eddy menegaskan, para atlet harus terus menuntut ilmu di bangku sekolahan.

Meski bakal ada di ajang Asian Games 2018, cabang olahraga esport hadir hanya sebagai pameran di acara olahraga bergengsi tersebut. Artinya, saat ini esport masih dalam tahap uji coba untuk menjadi sebuah cabang olahraga. Pertandingan esport dalam Asian Games 2018 berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September 2018.

Baca juga :   Bekraf Hadir di Asian Festival 2018

STEVY WIDIA