Awal 2020, Indonesia Punya Unicorn Baru

Para founder startup unicorn Indonesia di acara Nexticorn 2018. (Foto: Nexticorn/youngster.id)

youngster.id - Indonesia telah memiliki 5 perusahaan rintisan skala unikorn, Indonesia menjadi negara dengan unikorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesian masuk dalam jajaran 10 negara dengan unikorn terbanyak di dunia. Tak berhenti disana, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro optimistis Indonesia mampu melahirkan duaperusahaan rintisan kelas unikorn baru di awal 2020.

Penambahan dua bisnis rintisan (startup) skala unicorn tersebut akan melengkapi 5 perusahaan rintisan unikorn yang telah ada saat ini, yakni; Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Salah satu di antara unikorn eksisting tersebut, yakni Gojek, memiliki valuasi di atas US$10 miliar dan berstatus sebagai decakorn.

“Saya optimistis ekonomi digital Indonesia [akan] makin baik. Ekonomi digital kita ini perubahannya luar biasa pesat. Saat ini officially unikornnya 5 [perusahaan] dan berpotensi nambah 2 lagi akhir tahun ini. Jadi, mudah-mudahan memasuki 2020, unikorn kita bisa 7 [perusahaan],” ungkap Bambang dalam sambutan dalam Indonesia Businessnews Award (IBA) 2019 baru-baru ini di Jakarta.

Baca juga :   Indonesia Miliki Potensi Lahirkan Unicorn Fintech

Menurut Bambang, fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal bagi dunia usaha. Dengan demikian, dia berharap teknologi digital dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industri, sehingga melahirkan proses bisnis baru yang berbasis digital untuk meningkatkan produktivitas industri dan menghasilkan produk berkualitas.

Lebih lanjut, dia menjabarkan saat ini tantangan bagi tiap pemimpin perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik di level manajerial maupun operasional, untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital dan teknologi maju lainnya.

STEVY WIDIA