Awas, Penipuan Galang Dana Seliweran di Facebook

Facebook gelar program Curhatan Netizen. (Foto: istimewa)

youngster.id - Media sosial Facebook tengah mengadapi masalah penipuan berkedok penggalangan dana. Pola penipuan modus ini cukup sederhana. Pelaku akan membuat grup dan kemudian mereka menambah beberapa foto atau video untuk meraih simpati.

Menurut penjelasan Kaspersky, nama grup akan berisi permohonan bantuan dan penipu akan menggambarkan penderitaan anak yang mengidap penyakit parah dan diilustrasikan dalam bentuk visual.

Sayangnya grup seperti ini bukan hanya satu. Biasanya keterangan di grup akan sama, yang berbeda hanyalah nama anak, diagnosis penyakit dan nama rumah sakit tempat mereka menerima perawatan. Ciri berikutnya nama rekening sering kali sama dengan yang mereka cantumkan di beberapa grup.

Setiap bulannya kelompok seperti ini akan terus ada yang baru. Meski pun masyarakat sudah mampu menghentikannya dengan cepat, namun ada beberapa korban yang terlanjur mentransfer sejumlah dana.

Untuk membedakan antara penggalangan dana penipuan dan yang asli kamu perlu memperhatikan hal berikut:

1. Biasanya penggalangan dana yang dibuat penipu umurnya baru beberapa pekan saja, namun mereka sudah di-repost dan dilihat ribuan kali. Sedangkan komunitas penggalangan dana yang asli butuh waktu lama untuk bisa mengembangkan informasi.

Baca juga :   Bareksa Buka Pendanaan Seri B

2. Penipu akan terus-menerus menggunakan video yang emosional, foto berkualitas rendah, menggunakan huruf kapital disertai tanda seru. Membuat pembaca bereaksi secara spontan tanpa bisa berpikir kritis.

3. Penipu yang menggalang dana akan menggunakan kata-kata penggalangan dana hampir tercapai atau malah ada tagihan mendesak. Alasannya semakin mereka menyuruh kita untuk terburu-buru, semakin kecil kesempatan untuk memverifikasi apakah penggalangan dana itu sungguhan atau palsu.

4. Grup penipu biasanya tidak menyertakan jejak laporan atau catatan medis. Kalau pun tersedia, pengguna harus mencocokkannya dengan informasi yang dibagikan. Penipu juga secara cepat menghapus komentar pengguna yang meminta update tentang penyakit yang diderita.

5. Kelompok itu biasanya mencantumkan situs untuk meyakinkan korban. Disarankan untuk tidak memasukkan data pribadi ke web tersebut. Keinginan untuk membantu orang lain merupakan dorongan yang luar biasa, tapi tetaplah berpikir kritis agar amal yang kamu keluarkan bisa tepat sasaran.

STEVY WIDIA