Ayu Hapsari : DOKU Akan Rangkul Generasi Milenial yang Kreatif ke dalam GENIT

Ayu Hapsari, VP Marketing DOKU Indonesia (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Zaman sudah berubah, tak hanya kamera yang berubah dari analog ke digital,uangpun demikian. Belakangan ini mulai marak namanya e-money. Konsep ini mengubah masyarakat untuk cashless society, masyarakat tanpa uang tunai.

Perubahan ini mendorong masyrakat untuk bertransaksi non-tonai. Mau berbelanja di mall tinggal gesek, mau belanja online tinggal transfer, mau masuk tol tinggal tap kartu. Dengan cara ini kita tidak perlu membawa uang tunai kemana-mana, lebih aman dan mengurangi risiko kesalahan.

Hal ini pun mempengaruhi pola kegiatan bisnis. Maraknya e-commerce dan layanan online semakin memasyarakatkan kegiatan cashless ini. Menyadari hal ini, lahirlah berbagai layanan yang menawarkan dompet elektronik (e-wallet) yang dilengkai dengan link ke kartu kredit dan e-money. Salah satunya adalah DOKU.

Sejak berdiri pada tahun 2007, layanan payment gateway dan e-wallet ini mengklaim telah memiliki sekitar 1,6 juta pengguna di Tanah Air. Para pengguna tersebut melakukan lebih dari 4,2 juta transaksi di platform tersebut selama dua tahun terakhir. Dan, 80% dari transaksi tersebut merupakan transaksi yang dilakukakn perusahaan. Sedang sisanya berasal dari UKM, startup, personal seller dan pengguna e-wallet.

Ayu Hapsari, VP Marketing DOKU Indonesia, menyatakan DOKU mendukung untuk mempercepat realisasi gerakan non-tunai yang telah dicanangkan pemerintah. Untuk itu DOKU menyasar generasi muda (generasi milenial) usia 18-35 tahun yang merupakan profil terbesar pengguna layanan ini. Tak sekadar menawarkan layanan, DOKU juga membuat sebuah wadah bagi para milenial kreatif untuk menuangkan kreativitas mereka.

Seperti dukungan DOKU bagi generasi milenial ini? Berikut petikan wawancara Wartawan Youngsters.id Fahrul Anwar dengan Ayu Hapsari:

Apa alasan DOKU memberi perhatian khusus kepada generasi milenial?

Masuk usia 18 – 35 tahun adalah usia produktif setiap orang. Oleh karena itu, generasi milenial memang menjadi target DOKU sekarang.  Mereka open terhadap teknologi baru dan seiring dengah itu pertumbuhan e-commerce makin meningkat. Jadi kami lihat dengan adanya DOKU sebagai alat metode pembayaran itu akan membuat kaum milenial yang belum memiliki akses, terutama pada bank dan kartu kredit, itu bisa enjoy untuk melakukan belanja online.

Seberapa besar sih perkembangan dan potensi yang dimiliki kaum milenial ini?

Kami melihat kaum milenial ini tipe yang dinamis dan haus sekali dengan informasi. Dan dari mereka itu banyak sekali ide. Kegiatan mereka sangat terkait dengan berbagai bisnis DOKU yang menyediakan layanan cashless. Kami ingin mempermudah berbagai aktivitas anak muda terutama generasi milenial untuk beraktivitas.

Untuk memperkuat hubungan dengan generasi muda tersebut langkah apa yang DOKU lakukan?

Kami meluncurkan program bernama Generasi Irit Hasilkan Duit disingkat GENIT (www.genit.id). Ini adalah program komunikasi lewat blog. Apa yang sedang kami lakukan dan bentuk di sini supaya menjadi wadah untuk para milenial ini berkreasi. Nah, Genit ini yang nantinya menjadi tempat kreatifitas mereka. Jadi, misalnya mereka Youtuber, mereka bisa nge-link konten videonya di web kita ini. Atau, jika mereka seorang Blogger, kita bisa ambil URL-nya sehingga artikelnya muncul di Genit. Mereka bisa dapat poin dan nyari duit.

Mengapa anda memilih pendekatan melalui media internet?

Kami melihat banyak kreatifitas anak muda melalui bidangnya masing-masing yang dimiliki seperti seni, sport dan lain-lain, yang kemudian bisa membuat usaha sendiri. Ini adalah bentuk engaged sama si milenial itu. Di Genit.id ini kami memajukan atau mendukung kegiatan terkait lifestyle anak muda ini.

Kami juga membuatkan fitur yang memasilitasi seluruh kebutuhan para milenial tadi. Mulai dari layanan untuk kebutuhan rutin seperti beli pulsa, membayar listrik atau tiket-tiket diskon untuk penerbangan dan kereta api. Termasuk layanan untuk gaya hidup seperti nonton, delivery order, hingga aplikasi musik streaming.

Jadi semua hal yang kaitannya sama anak muda, mereka tetap bisa melakukan transaksi tanpa mereka harus ribet ke ATM. Nah, hadirnya Doku ini merupakan bank friendly teknologi karena persyaratannya juga nggak susah cuma Google Play atau App Store. Terus kalau mereka mau naikan saldo, tinggal submit id card dan foto copy KTP, itu sudah bisa transaksi.

Bagaimana cara bergabung dengan Genit ini?

Tinggal buka Genit.id, buka account atau masuk dari akun facebook. Cantumkan nama, email, dan nomer telepon. Nah, setelah itu, akan langsung bisa melihat perolehan poin. Ketika mereka mengunjungi, si pengunjung web atau blog sudah otomatis memiliki poin.

Nah, poin itu nanti bisa disiapkan menjadi Doku Wallet atau saldo. Itu yang kami kemas, agar mereka bisa memiliki pemahaman tentang cashless.

 

Dengan GENIT ini DOKU ingin merangkul dan mewadahi kalangan generasi milenial yang kreatif agar bisa irit tapi menghasilkan duit (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Apa benefit lain yang bisa didapat kaum milenial tadi ketika bergabung dengan Genit?

Kalau kita lihat dari generasi milenial ini sudah banyak yang bikin usaha sendiri. Di Majalah Forbes, misalnya, sering melihat banyak pengusaha muda sukses sebelum usia 30 tahun. Ini yang menjadi target Doku juga. Makanya, di sini kami ingin mencari mereka yang memiliki kreatifitas, misalnya mereka yang biasanya hanya berjualan casing hape melalui Whatsapp grup atau teman kampus. Nah, dengan adanya Genit ini mereka bisa terbantu untuk memiliki pasar yang lebih besar dengan metode payment dari Doku.

Memang ada standarnya bagi pemilik kreatifitas yang ingin menyumbangkan karyanya di Genit. Mereka mesti memberikan hal (positif) tentang digital informasi, e-commerce, entrepreneur, traveling, dan sebagainya. Kami ingin enpowering mereka. Dengan begitu, ketika bergabung di sini mereka bisa mendapatkan network baru dan bisa follow dan mem-follow, terus pastinya bisa menghasilkan duit.

Kami ingin mereka menjadikan Genit ini sebagai content agregator, dan mereka juga bisa melihat dengan creator conten yang lain. Sebab, di Indonesia sekarang banyak banget content creator. Nah, itu yang kepingin kami bawa di sini.

Adakah dukungan lain yang diberikan Doku bagi anak-anak muda, khususnya untuk dunia kewirausahaan?

Kalau untuk yang mengarah kewirausahaan, kami memang ada partner. Tapi, itu baru mau kami mulai di tahun ini.

Paling tidak program Genit ini salah satu bentuk keseriusan kami, yang untuk awalnya mungkin kecil. Ke depan kami akan membuat semacam kontes atau pooling yang akan melihat bagaimana kehidupan milenial sekarang dan apa yang sedang berkembang.

Apa harapan DOKU dengan kehadiran Genit.id ini?

Kami berharap, adanya Genit.id ini bisa menjadi semacam creative hub-nya bagi para milenial. Dengan begitu, anak muda akan semakin termotivasi untuk menyalurkan aspirasi dan bakatnya. Sebab, sekarang yang namanya milenial ini harus dikasih wadah, kalau tidak saying sekali energy dan kreatifitas mereka terbuang dan tidak terarah.

Kami ingin Genit ini menjadi wadah seperti komunitas yang mengerti tentang financial. Tetapi, kami ingin penetrasinya yang simple dan praktis.

Misalnya, bagaimana mengalokasikan antara uang yang harus di-spend untuk kebutuhan prioritas dan untuk senang-senang. Jadi, melalui ini semua kami kepingin mereka tahu caranya bagaimana menjadi wise spender. Ketika menggunakan Doku Wallet ini mereka sudah memiliki pengetahuan bagaiamana spending yang baik dan bijak. Di luar itu, mereka juga memiliki pengetahuan bagaimana menghasilkan uang. Jadi dua visi itu yang ingin kami deliver ke masyarakat, khususnya generasi milinial. Generasi irit yang bisa menghasilkan duit. (*SW)