Bank Indonesia Baru Loloskan 15 Fintech

Asosiasi Fintech Indonesia. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Belakangan ini berbagai layanan financial technologi (fintech) hadir di Indonesia. Namun regulasi dari Bank Indonesia baru meloloskan 15 perusahaan fintech sebagai penyelenggara sistem pembayaran.

Perusahaan fintech yang sudah terdaftar di BI dapat bekerja sama dan mengintegrasikan sistemnya baik dengan bank maupun penyelenggara jasa sistem pembayaran yang sudah mengantongi izin. Namun mereka juga harus diuji dalma regulatory sandbox.

“Agar dapat masuk ke dalam uji coba regulatory sandbox, selain harus sudah terdaftar di Bank Indonesia yang dapat diuji dalam regulatory sandbox merupakan fintech yang mengandung unsur yang dapat dikategorikan ke dalam sistem pembayaran,” kata Onny Widjanarko Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Senin, (2/4/2018) di Jakarta.

Dia menegaskan, perusahaan penyelenggara tekfin terdaftar selanjutnya harus melewati tahap uji coba terbatas atau disebut regulatory sandbox. Perusahaan yang sudah berhasil melalui uji coba itu kemudian berhak mendapat lisensi bank sentral.

“Penerapan ketentuan Regulatory Sandbox diharapkan dapat mendorong ekosistem teknologi finansial yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif, dengan tetap menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang efisien, lancar, aman dan andal,” jelas dia.

Baca juga :   Pentingnya Peran High Impact Entrepreneur Bagi Ekonomi Indonesia

Onny menambahkan, fintech juga harus mengandung unsur inovasi, bermanfaat atau dapat memberi manfaat bagi konsumen atau perekonomian, bersifat non eksklusif, dapat digunakan secara massal, telah dilengkapi dengan identifikasi dan mitigasi risiko serta hal lain yang dianggap penting oleh Bank Indonesia. “Dengan demikian sistemnya dapat digunakan secara massal,” ujarnya,

Dari sebanyak 15 perusahaan penyelenggara tekfin itu, baru terdapat satu perusahaan yang mencapai tahap regulatory sandbox, yaitu TokoPandai. TokoPandai bernaung di bawah entitas PT Toko Pandai Nusantara.