Bekraf Angkat Kuliner Medan di Kreatifood 2018

Bekraf gelar Kreatifood 2018 di sejumlah kota di Indonesia. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Untuk mempromosikan kuliner unggulan sekaligus menarik minat pengusaha rintisan atau startup Sumatera Utara berkembang, Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf menggelar “Kreatifood 2018” di Medan.

“Tahun ini ada 10 kota yang dijadikan lokasi pagelaran Kreatifood 2018. Medan menjadi kota kedua setelah sebelumnya digelar di Surabaya,” ujar pejabat Bekraf, Fahmy Akmal dalam keterangannya baru-baru ini dari Medan.

Menurut Fahmy selaku Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Bisnis dan Pemerintahan Direktorat Pengembangan Pasar dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf, Kreatifood diharapkan dapat semakin menumbuhkan banyak pengusaha kuliner berskala besar di Indonesia.
Di Kreatifood, perusahaan rintisan kuliner dapat lebih mengembangkan usahanya dengan mendapatkan akses ke kanal distribusi dan pemasaran.”Kreatifood 2018 diharapkan bisa sukses seperti di Surabaya yang berhasil mendapat mitra bisnis dengan memesan produk startup kuliner,” ucapnya.

Dia menegaskan, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap subsektor kuliner karena faktanya memberikan kontribusi besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif.

Berdasarkan survei khusus ekonomi kreatif oleh Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor kuliner pada 2016 menyumbang 41,4%.
Pada tahun yang sama, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92% menjadi US$1,206 juta dari yang sebelumnya US$1,117 juta.

Baca juga :   Startup Indonesia Bertemu Investor Dari Silicon Valley di GVS 2018

“Bekraf akan terus mengawal peningkatan subsektor kuliner agar dapat terus menjadi subsektor penyumbang PDB ekonomi kreatif dan dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” kata Fahmy lagi.

Setelah dihelat di Surabaya dan Medan pada 10-12 Agustus, Kreatifood akan digelar di Palembang, Jogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Samarinda, Makassar, dan Denpasar.

Ketua Perkumpulan FoodStartup Indonesia Yustinus Agung menyebutkan, pihaknya lebih memokuskan kualitas pengusaha kuliner dari jumlah atau kuantitas.

Untuk itu, dilakukan kurasi terhadap pendaftar hingga tinggal tiga besar. “Tapi yang tidak masuk kelompok terbaik juga tetap dalam pembinaan dan nyatanya semakin banyak startup kuliner yang bertumbuh besar,” katanya.

Dia menegaskan, kalau saja 10 persen dari sekitar 1,6 juta usaha mikro kuliner yang terdata di Indonesia itu berhasil semua, maka perekonomian Indonesia akan semakin tumbuh bagus.

STEVY WIDIA