Bekraf Gelar Kompetisi Untuk Ekrafpreneur Syariah Indonesia

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik pada boothcamp Deureuham. (Foto: Bekraf/youngster.id)

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah menggelar Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia (Deureuham). Ini adalah kompetisi wirausaha untuk pengusaha ekonomi kreatif (ekrafpreneur) berbasis syariah.

Ada 25 ekrafpreneur yang turut serta berkompetisi memperebutkan pembiayaaan untuk pengembangan usaha dari BNI Syariah sekaligus hadiah umroh beserta uang saku.

“Deureuham bertujuan menstimulasi pertumbuhan ekrafpreneur berbasis syariah secara signifikan di Indonesia. Tujuannya bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga meningkatkan pembiayaan perbankan syariah untuk ekrafpreneur Indonesia,” ungkap Fadjar Hutomo Deputi Akses Permodalan Bekraf dalam keterangannya, Kamis (12/7/2018) di Jakarta.

Dia mengungkapkan peserta Deureuham adalah ekrafpreneur dari kategori umum untuk subsektor kuliner, fashion, kriya, dan desain produk serta kategori teknologi untuk subsektor aplikasi & game, film & animasi dan fotografi. Ekrafpreneur dari subsektor ekonomi kreatif tersebut mendaftar secara online melalui http://deureuham.id/ yang ditutup April lalu.

Sebelumnya Bekraf dan BNI Syariah telah menggelar roadshow untuk menyebarluaskan informasi Deureuham sekaligus menjaring ekrafpreneur daerah pada Maret lalu. Lima kota yang disambangi yaitu Palembang, Jakarta, Balikpapan, Surabaya, dan Makassar. Kelima kota tersebut dipilih berdasarkan kesiapan BNI Syariah sebagai partner Bekraf pada kompetisi ini.

Baca juga :   Bekraf Tampilkan Kolaborasi Cantik Archipelago X Kopikkon di IFW 2018

Peserta terpilih berkesempatan mengikuti bootcamp regional pada Juni lalu di empat daerah tersebut, kecuali Jakarta. Pada bootcamp regional, Bekraf mengundang narasumber yang ahli di bidang branding, marketing, pemasaran digital, dan pelatihan pengelolaan keuangan untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Bekraf dan BNI Syariah memilih lima ekrafpreneur dari lima kota tersebut untuk mengikuti bootcamp nasional sekaligus final Deureuham 2018 Juli ini di Jakarta.

Pada bootcamp nasional ini, ekrafpreneur mendapatkan motivasi wirausaha oleh Rendy Saputera dari SSN dan materi leadership in business oleh Jamil Azzaini dari Kubik Leadership sebelum kompetisi serta informasi kegiatan Bekraf untuk ekrafpreneur Indonesia dari perwakilan enam kedeputian Bekraf.

Melalui Deureuham, Bekraf mendorong pelaku usaha ekraf berbasis syariah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan syariah, menstimulasi pertumbuhan bisnis berbasis syariah, sekaligus mengembangkan e`krafpreneur berbasis syariah di Indonesia.

Para peserta ajang ini adalah Arane (Fashion), Halal Local (Aplikasi dan Game), Kostoom (Aplikasi dan Game), Limao Sirup (Kuliner), Sipetek Crispy Ikan (Kuliner); Surabaya: Denil Pudding (Kuliner), Emmh Snack (Kuliner), My Knitted (Kriya), Olimpade.id (Aplikasi dan Game), Yant Sorgoum (Kuliner); Balikpapan: Abadan.co.id (Aplikasi dan Game), Bu Ifa (Kuliner), Cake Salakilo (Kuliner), Mantau Fya (Kuliner), Sajian Rita (Kuliner); Palembang: Es Teler Juragan (Kuliner), Muslim Life (Aplikasi dan Game), Pempek Syamil (Kuliner), Rumah Tajung Antiq (Kriya), VR Textile (Kriya); Makassar: Bahnana Nugget Makassar (Kuliner), D’ipey (Kuliner), Food Me (Aplikasi dan Game), Seapia Kotak (Kuliner), Vitajahe Sarabba Instant (Kuliner). Ajang ini berlangsung selama tiga hari (12-14 Juli 2018) di Jakarta.

Baca juga :   Pelaku Ekonomi Kreatif Perlu Tingkatkan Ekspor

 

STEVY WIDIA