Bekraf Pinang Perbankan Untuk Permodalan Pelaku Ekonomi Kreatif

Fadjar Hutomo Deputi Akses Permodalan Bekraf pada program Bekraf Financial Club (BFC). (Foto: Bekraf/youngster.id)

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan program Bekraf Financial Club (BFC) dengan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dan sumber modal dari perbankan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada perbankan mengenai model bisnis ekonomi kreatif.

Diacara BFC 2017 kali ini turut menghadirkan pelaku ekonomi kreatif dari 16 sub sektor dan mengundang perbankan sebagai peserta. Perwakilan pelaku ekonomi kreatif akan memaparkan secara rinci sub sektor yang digelutinya dengan model pembiayaan yang diharapkan bisa didapat dari perbankan. Selain itu perbankan dapat membuat skema pembiayaan yang sesuai bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Kami berharap, perbankan akan lebih memahami model bisnis ekonomi kreatif dari dua sub sektor tersebut dan mempunyai keyakinan untuk menyalurkan pembiayaan yang sesuai, baik melalui pinjaman maupun kredit,” ucap Fadjar Hutomo Deputi Akses Permodalan Bekraf Selasa (21/2/2017) di Arion Swiss Bell Hotel kawasan Kemang Jakarta Selatan.

Sementara Ody Mulya, pendiri perusahaan film Maxima Pictures sebagai salah satu narasumber dari sub sektor film mengungkapkan bahwa perbankan perlu mengetahui kelayakan film yang bisa dibiayai.

Baca juga :   Bekraf Berikan Perlindungan Kesehatan Bagi Pelaku Seni Bandung

Lebih lanjut, kata dia menyebutkan jika produser berperan dalam mempromosikan dan menjual film. Terkait hal ini, produser bisa mempekerjakan pihak ketiga untuk mencari sponsor dan mendukung pembiayaan film.

“Rantai bisnis film dari produser dan pihak luar pencari sponsorship, misalnya marketing film,” ujar Ody.

Sedangkan Ardian Elkana, Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI) berpendapat bahwa satu film animasi bisa menggandeng 30 orang animator.

“Sub sektor animasi bekerjasama dengan pihak asing untuk menghasilkan karya bersama saat co-production. Waktu produksi bisa mencapai 12 bulan dan co-production 18 bulan,” ucapnya.

Nota Kesepahaman

Pada kesempatan tersebut Bekraf turut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank BNI Syariah di Hotel Arion Swiss Bell. MoU ini adalah kesepakatan Bekraf dengan BNI Syariah untuk bekerjasama dalam pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan bagi pengembangan usaha pelaku ekonomi kreatif.

“Penandatanganan MoU ini bertujuan menggalang sinergi dan potensi Bekraf dan BNI Syariah, yaitu BNI Syariah memberikan layanan pemberian pembiayaan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif dibawah binaan Bekraf dan Bekraf menyediakan edukasi terkait akses perbankan syariah kepada pelaku usaha ekonomi kreatif,” ungkap Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Baca juga :   ANGIN, Bekraf dan UNDP Luncurkan Pendamping Investasi UKM

MoU ini ditandatangani oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono. Kerjasama terkait penyediaan produk dan jasa layanan perbankan antara Bekraf dan BNI Syariah yang berlaku satu tahun sejak ditandatangani ini, diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak.

FAHRUL ANWAR