Bekraf Siapkan 155 Pebisnis Kreatif Berstatus Perseroan Terbatas

Hasil dari ekonomi Kreatif Indonesia meningkat pesat. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memiliki program untuk meningkatkan taraf bisnis pengusaha di bidang ekonomi kreatif yang sebagian besar berskala kecil dan menengah. Untuk itu ada 155 pengusaha di industri kreatif berbadan hukum akhir tahun ini.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf Sabartua Tampubolon mengatakan, badan hukum untuk ratusan pebisnis di bidang ekonomi kreatif tersebut berbentuk perseroan terbatas (PT).

Para pelaku ekonomi kreatif yang difasilitasi Bekraf terlebih dulu menjalani proses seleksi sejak 2017. Jumlah proposal yang masuk ke Bekraf secara keseluruhan mencapai 400 tetapi hanya 208 proposal yang lolos verifikasi.

“Setelah lolos verifikasi, kami meminta mereka (pelaku kreatif) menyerahkan surat keterangan usaha yang masih berjalan. Tapi hanya 155 yang menyerahkan sehingga hanya mereka yang dibiayai,” tutur Sabartua dalam siaran pers Bekraf belum lama ini di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Subdirektoat Harmonisasi Regulasi Bekraf Linda Suryani menjelaskan, ratusan pelaku ekonomi kreatif tersebut berasal dari enam provinsi, terbanyak adalah DKI Jakarta (78 proposal). Provinsi lain ialah Jawa Timur (47 proposal), Sumatra Selatan (26 proposal), Sulawesi Selatan (24 proposal), Kepulauan Riau (19 provinsi), dan Sumatra Barat (14 porposal).

Baca juga :   Bekraf Gandeng ITB Kembangkan Game dan Aplikasi Lokal

Bidang usaha yang mereka jalankan tercakup dalam 16 subsektor ekonomi kreatif yang ditetapkan Bekraf. Tapi mayoritas proposal datang dari subsektor unggulan, yaitu kuliner 114 proposal, fashion 24 proposal, dan kriya 22 proposal.

“Yang bisa mengajukan proposal ini adalah pelaku kreatif yang telah mengikuti sosialisasi yang diadakan Bekraf. Kami mengajak notaris dan juga menyampaikan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk memiliki badan hukum,” kata Linda.

Bekraf memastikan pihaknya tidak membatasi pengajuan proposal harus dilakukan perorangan atau berkelompok. Semuanya bisa difasilitasi selama mengikuti prosedur dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

 

STEVY WIDIA