Bukalapak Adopsi Solusi Cloud Untuk Pengelolaan Keuangan dan Talenta

Tim Oracle dan Bukalapak gelar konferensi pers, Rabu (13/2/2019) di Hong Kong Cafe, Jakarta. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Solusi komputasi awan (cloud) mulai dilirik oleh para pebisnis pemula (startup) yang belakangan ini menjadi penggerak ekonomi digital di Indonesia. Selain dapat meminimalisir hambatan bisnis, cloud merupakan investasi tanpa perlu membangun infrastruktur. Berangkat dari itu Bukalapak, startup unicorn telah memilih aplikasi Oracle Cloud untuk pengelolaan data keuangan dan tenaga kerja.

M. Fajrin Rasyid, Co-founder dan Presiden Bukalapak mengatakan, langkah ini adalah untuk mendukung pertumbuhan pesat perusahaan.
“Kami memulai bisnis kami dengan visi untuk menjembatani kesenjangan antara penjual dan pembeli Indonesia, dan hari ini kami bangga dengan pencapaian perusahaan kami di pasar. Platform kami telah mendukung usaha mikro, kecil dan menengah untuk berpartisipasi dalam kegiatan perdagangan, dan kami berkomitmen untuk memajukan kehidupan para pengusaha ini melalui teknologi kami. Dengan aplikasi Oracle Cloud, kami memiliki kepastian bahwa proses kami dapat dikelola lebih baik dan disederhanakan, ini memungkinkan kami untuk lebih fokus pada aspek penting di dalam bisnis kami yaitu mengembangkan para karyawan dan memajukan bisnis kami ke depannya,” kata Fajrin pada konferensi pers, Rabu (13/2/2019) di Jakarta.

Solusi Clud dari Oracle oleh Bukalapak mulai diterapkan pada Januari 2019. Ada dua solusi yang digunakan yaitu Oracle Enterprise Resource Planning (ERP) Cloud dan Oracle Human Capital Management (HCM) Cloud. Menurut Fajrin, solusi ini membantu tim keuangan dan sumber daya manusia merampingkan proses dan efisiensi pengoperasian data yang pada akhirnya berkesinambungan dan menjadi bisnis yang cerdas.

“Dengan Oracle ERP Cloud, tim keuangan dan pengadaan Bukalapak akan mendapatkan visibilitas penuh atas posisi keuangan perusahaan, efisiensi jumlah waktu yang dihabiskan untuk mengelola akun dan menutup pembukuan sehingga mereka lebih banyak memiliki waktu yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan strategis lainnya,” ungkapnya.

Didirikan pada 2010 dan berpusat di Jakarta, Bukalapak telah berkembang menjadi unicorn keempat Indonesia dan bernilai miliaran dolar. Bukalapak menampung empat juta usaha kecil dan menengah (UKM), 500.000 warung dan 700.000 usaha mikro independen di Indonesia pada platform mereka. Sedangkan untuk karyawan e-commerce ini ditangani oleh sekitar 2.500 talent.

Fajrin menegaskan, Bukalapak memanfaatkan Oracle HCM Cloud untuk membantu meningkatkan pengalaman karyawan seiring dengan pertumbuhan tenaga kerjanya. Pekerjaan implementasi ini dikerjakan oleh partner Oracle, PT Optima Data Internasional.

Davian Omas, Managing Director Oracle Indonesia, menjelaskan, dengan pendekatan AI-first, Oracle ERP dan HCM Cloud yang terkemuka di pasar dapat membantu bisnis terhubung secara otomotis dan mengoordinasikan hasil, data dan mengambil penemuan yang didapat dari berbagai jenis fungsi bisnis, platform, dan distribusi. Proses bisnis yang terkoneksi ini akan memberikan bisnis sebuah konteks dan pemahaman untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, dan hasil yang lebih baik.

“Bukalapak adalah startup unicorn berpotensi dan memiliki visi yang hebat dan Oracle bangga menjadi mitra teknologi yang mendukung Bukalapak sebagai perusahaan yang terus berinovasi bagi Indonesia. Solusi Cloud memiliki kemampuan untuk meminimalisir hambatan bisnis untuk bersaing di pasar yang sangat kompetitif saat ini. Hal ini terutama di Asia Tenggara di mana bisnis mikro, kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian kawasan, Oracle telah mendukung para pemula dengan teknologi cloud kami melalui berbagai kerjasama,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan Oracle akan semakin fokus pada layanan cloud. Hal ini didorong oleh lebih dari 260 juta orang populasi muda dan tingkat penetrasi smartphone sekitar 45%, Indonesia telah menjadi pasar startup terkemuka di kawasannya, seiring dengan semakin banyak startup yang memanfaatkan potensi muda di Indonesia.

“Melalui Oracle Global Startup Ecosystem, Oracle menawarkan kepada para startup akses ke platform cloud dan keahlian perusahaan untuk membantu para startup memahami lanskap pasar dan membawa inovasi mereka ke pasar,” pungkasnya.

STEVY WIDIA