Bukalapak Belum Berencana IPO di Tahun 2019

(ki-ka) Fajrin Rasyid, Co-Founder serta President Bukalapak bersama Chrisma Albandjar, Chief Communication Officer DANA. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Meski banyak pihak mendesak agar startup unicorn segera melantai ke bursa, namun ternyata tidak semudah itu. Bukalapak yang telah memasuki usia 9 tahun bahkan mengaku belum berencana untuk IPO di tahun ini.

Presiden dan Co-founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengungkapkan ada banyak kewajiban yang harus dipenuhi setelah menjadi perusahaan terbuka. Karena itu pihaknya masih menunda untuk melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kalau sudah IPO kan harus publish data segala macem, kayaknya ribet,” katanya pada konferensi media Hari Ulang Tahun Bukalapak ke-9 belum lama ini di Jakarta.

Fajrin mengungkapkan keterbukaan tersebut juga dikhawatirkan akan membuat rencana strategis dan inovasinya bocor dan bisa lebih dahulu dilakukan oleh perusahaan teknologi lainnya. Pasalnya, persaingan di industri teknologi sangat mengandalkan kemampuan dan kecepatan berinovasi.

Selain itu, dia menyampaikan bagi perusahaan rintisan atau startup untuk mendapatkan dana tidak harus melalui IPO, tetapi bisa dilakukan melalui pendanaan privat, obligasi, dan lainnya.

Fajrin berharap ada relaksasi terkait kewajiban yang harus dilakukan bagi perusahaan rintisan setelah melaksanakan penawaran saham perdana.

Baca juga :   Scoop Bertransformasi Jadi Gramedia Digital

“Belum ada rencana konkret lah [terkait IPO] dalam waktu dekat ini, kami masih mempelajari berbagai kemungkinannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, perusahaan rintisan di Indonesia yang telah menempuh jalur IPO yaitu Kios On, MCash, dan Passpod.

STEVY WIDIA