Bukalapak Sedang Bersiap Masuk Bursa

Fajrin Rasyid Presiden Bukalapak. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Bukalapak sedang mengkaji kemungkinan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun depan. Sebelumnya, Bukalapak mencatat prestasi baru setelah total transaksi atau gross merchandise value (GMV) perusahaan e-commerce ini tembus Rp 4 triliun per bulan.

Kinerja Bukalapak yang terus tumbuh menjadi salah satu katalis untuk IPO. Hal ini sejalan dengan target investornya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), yang menargetkan GMV Bukalapak tembus US$ 4 miliar atau Rp 56 triliun pada akhir tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, rata-rata GMV Bukalapak per bulan harus mencapai Rp 4,7 triliun.

Co-founder dan Presiden Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, perusahaannya sudah menyiapkan segala persyaratan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya, adalah laporan keuangan selama tiga tahun terakhir yang disiapkan sejak 2017. “Tahun depan kami akan pikirkan (untuk IPO),” ujar Fajrin baru-baru ini di Jakarta.

Fajrin mengatakan, untuk memaksimalkan transaksi, perusahaannya bakal meningkatkan jumlah pelapak dan mitra Bukalapak. “Saat ini, mitra Bukalapak berkontribusi 20% terhadap total GMV,” kata dia.

Baca juga :   Grab Suntik Dana Rp1,5 Triliun ke Oyo

Saat ini Bukalapak memiliki 300 ribu mitra atau agen sedangkan jumlah pelapak mencapai 4 juta. Sebelumnya, Bukalapak merasa belum perlu segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perusahaan ingin fokus memperbesar pasar terlebih dahulu. Dengan memperluas pasar, Bukalapak turut berkontribusi meningkatkan inklusi keuangan sesuai target pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan dari 49% menjadi 75% pada 2019.

 

STEVY WIDIA