Cashlez Distribusikan mPOS Untuk Pelaku Usaha di Destinasi Wisata

Direktur Keuangan MCI Hira Laksamana (kiri) dan Teddy Setiawan CEO dan Co-Founder Cashlez (kanan). (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Wisatawan manca negara telah terbiasa menggunakan pembayaran non tunai. Melihat potensi itu PT Cashlez Worldwide Indonesia (Cashlez), perusahaan teknologi finansial (Fintech) bekerja sama dengan Visa mendistribusikan 5.000 perangkat mobile Point of Sale (mPOS) kepada pelaku usaha di sejumlah destinasi wisata populer di Indonesia.

Cashlez memberikan solusi untuk merchant mengeluarkan fitur terbaru yaitu POS (Point of Sale) atau yang sering disebut software aplikasi kasir. Fitur Point of Sale ini diluncurkan pada bulan Oktober 2018 secara cuma-cuma atau gratis kepada merchant. CEO Cashlez, Teddy Tee Setiawan, mengatakan, sebagai perusahaan teknologi finansial Cashlez ingin berkontribusi banyak dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digalakkan oleh pemerintah.

“Kami ingin memberikan kenyamanan bertransaksi pada tamu-tamu mancanegara juga dapat memberikan citra yang baik terhadap pariwisata Indonesia. Lebih dari pada itu, penggunaan transaksi nontunai dapat meningkatkan pendapatan atau penjualan merchant yang juga akan meningkatkan devisa negara”, ujar Teddy dalam keterangan Selasa (16/10/2018) di Jakarta.

Distribusi mPOS ditujukan kepada para pelaku usaha di sejumlah lokasi wisata di Bali, Lombok, Yogyakarta – Solo, Surabaya – Malang, Medan, dan Bandung. Menurut Teddy hal ini untuk memudahkan mereka dalam menerima pembayaran elektronik yang cepat, aman dan dapat diandalkan.

Baca juga :   Xiaomi Redmi Go, Smartphone Di bawah Rp 1 Juta

Teddy menambahkan bahwa sebagai perusahaan rintisan, Cashlez selalu mencari cara yang efisien dan cost effective, melihat dan menyesuaikan kebutuhan pasar adalah hal yang tidak dapat dihindari.

“Kami telah mempelajari bahwa mengajak atau mengedukasi merchant untuk dapat mengadopsi pembayaran nontunai tidaklah mudah, oleh karena itu kami kembangkan fitur Point of Sale, harapan kami, idealnya, merchant dapat beralih dari bon atau nota kertas ke sebuah aplikasi Point of Sale yang di dalamnya juga disediakan fitur pembayaran nontunai terintegrasi yang dapat menumbuhkan bisnis mereka”, tambah Teddy.

Sementara itu, Rahmat Bagas Santoso, Chief Technology Officer Cashlez menjelaskan, tahun ini berbagai development baik dari segi fitur maupun penambahan opsi jenis pembayaran telah kami kerjakan. “Fitur Point of Sale adalah salah satu pengembangan yang kami lakukan setelah mempelajari kebiasaan dan kebutuhan merchant dalam dua tahun terakhir kami beroperasi,”katanya.

Selain itu, lanjut Rahmat, penambahan opsi jenis pembayaran seperti layanan pembayaran QR Payment T-Cash dan BNI YAP!, pre-authorization, recurring, installment, Virtual Account serta layanan pembayaran melalui GPN juga telah dikembangkan, harapannya merchant dapat menerima berbagai jenis pembayaran yang terintegrasi dalam satu platform.

Baca juga :   Startup BikinCV, Hadirkan Kemudahan Buat CV Yang menarik

“Ke depannya, akan ada fitur Mandiri e-money dan metode pembayaran berbasis QR terbaru yang dikeluarkan Bank Mandiri, Mandiri Pay, yang saat ini dalam tahap pengembangan,” harap Rahmat.

Saat ini, fitur Point of Sale telah tersedia di sistem operasi Android dan iOS. Selain pengembangan fitur Point of Sale, Cashlez yang beroperasi sejak September 2016 telah dapat menerima berbagai fitur pembayaran diantaranya fitur pembayaran berbasis kartu menggunakan mPOS, QR Payment, dan Cashlez Link, sebuah link pembayaran personal untuk transaksi online atau e-commerce. Sebelumnya, pada tahun 2017 Cashlez telah bekerja sama dengan Dimo Pay sehingga merchant dapat menerima pembayaran dengan metode QR. Di tahun ini, Cashlez menambah metode pembayaran berbasis QR dengan bekerja sama dengan TCASH, BNI YAP! dan QR Payment terbaru dari Bank Mandiri.

STEVY WIDIA