Citi Indonesia & PJI Dorong Lahirnya Sociopreneur Dari Kalangan Pelajar

Para pemenang kompetisi Sociopreneur Talks: Social Enterprise Empowers People Selasa (21/8/2018) di @america Pacific Place Jakarta. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Generasi muda yang tengah mendominasi penduduk Indonesia perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas potensi diri, khususnya kewirausahaan, guna mendorong produktivitas mereka. Untuk itu Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggelar diskusi bertajuk ‘Sociopreneur Talks: Social Enterprise Empowers People’.

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki, menyampaikan perhatian besar yang diberikan Citibank terhadap kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda atau youth economic opportunities, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tapi juga masyarakat sekitar.

“Indikator kesuksesan sociopreneur bukan hanya diukur dari jumlah profit yang mampu dihasilkan, tapi lebih jauh, seberapa besar dampak sosial yang tercipta dari usaha yang dibangun. Melalui program kewirausahaan muda ini, kami berupaya membentuk wirausaha sosial muda dengan karakter pebisnis andal yang mahir dalam hal pengelolaan keuangan, serta memiliki orientasi dalam membantu penyelesaian masalah sosial yang tengah terjadi di lingkungan mereka,” kata Vera pada Sociopreneur Talks: Social Enterprise Empowers People, Selasa (21/8/2018) di @america Pacific Place Jakarta.

Baca juga :   Elvera Makki : Citi Indonesia Dukung Lahirnya Sociopreneur Di Kalangan Anak Muda

Kegiatan ini pun merupakan bagian dari program edukasi “Youth Sociopreneur Initiative” yang digagas oleh PJI dan didukung oleh Citibank, yang telah memasuki tahun implementasi keempat. Langkah ini untuk mendukung generasi muda untuk menjadi pebisnis cakap yang juga berjiwa sosial.

“Tentunya kami berharap pertumbuhan kewirausahaan sosial di tanah air, bukan hanya menjadi tren yang berlangsung sementara, tapi dapat terus berkembang dan menciptakan ekosistem bisnis yang mampu memberi dampak sosial nyata dan berkelanjutan. Kami percaya, kehadiran sociopreneur muda mampu menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi bangsa,” kata Vera lagi.

Sejak 2014, program yang didanai Citi Foundation ini telah berhasil memberikan dampak positif bagi 37.797 pelajar dari 112 SMA/K di 6 (enam) kota Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Medan.

Robert Gardiner Management Advisor Junior Indonesia mengatakan bersama Citibank pihaknya terus memberikan pembinaan kewirausahaan sosial kepada pelajar SMA dan SMKN di sejumlah kota di Indonesia. Ia menambahkan melalui “Youth Sociopreneur Initiative”, para siswa dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan.

Baca juga :   Anak Muda Indonesia Raih Juara II Pada Asia Pacific Company of the Year Award 2017 Competition

“Jadi selama periode program, para pelajar juga telah mendapatkan pendampingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan karyawan Citibank yang tergabung dalam Citi Volunteers. Selain itu, program ini juga mendorong para siswa untuk menciptakan usaha yang bukan hanya memenuhi kebutuhan, tapi juga mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat saat ini, ” paparnya.

Sementara untuk kompetisi periode 2017-2018, Sagasco merupakan SC dari SMAN 3 Semarang yang berhasil mengalahkan 34 SMA dan SMK di tingkat nasional dan terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di tingkat Asia Pasifik yang akan digelar di Filipina pada Maret 2019 mendatang. Pada kompetisi ini, mereka akan bersaing dengan SC dari 13 negara Asia Pasifik lainnya.

Fokus pada sociopreneurship sekaligus ecopreneurship, Sagasco SC memulai ide bisnis yang digerakkan atas kepedulian terhadap dampak negatif dari eceng gondok di area Rawa Pening yang mulai membahayakan keberlangsungan lingkungan serta mengganggu industri perikanan dan pariwisata daerah. Berkolaborasi dengan masyarakat dan pengrajin setempat, Sagasco SC sukses memproduksi Echoes produk alas kaki berbahan dasar eceng gondok yang dipadukan dengan motif batik khas Semarang. Menghasilkan produk berdaya guna yang ramah lingkungan dengan sematan nilai kebudayaan dan memiliki nilai jual baik.

Baca juga :   Beasiswa READI Akan Jadikan Indonesia Pusat Aktuaria Kawasan Asia

“Kesempatan mewakili Indonesia di ajang kompetisi bisnis internasional menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang kami emban bersama. Tentunya, pencapaian ini dapat kami raih berkat bimbingan dan dukungan yang dberikan oleh Citibank Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia. Sagasco SC berharap, usaha yang kami rintis saat ini dapat terus berkembang dan menebar manfaat, serta mampu menginspirasi teman-teman wirausaha muda untuk berani memulai bisnis sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan sosial,” ungkap M. Zinedine Alam Ganjar, siswa SMAN 3 Semarang yang menjadi President Director Sagasco SC.

 

FAHRUL ANWAR