DANA, Dompet Digital Open Platform

Vincent Iswara CEO DANA. (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

youngster.id - Masyarakat Indonesia dinilai sudah siap melakukan transaksi non-tunai. Hal itu terlihat dengan semakin ramaknya layanan dompet digital (e-wallet) di Indonesia. Dan yang terbaru adalah DANA. Menariknya, startup berbasis technologi keuangan ini terbuka untuk semua.

Jika selama ini e-wallet hanya bisa digunakan untuk produk bawaan, maka DANA hadir dengan konsep open platform.

“Konsep DANA yaitu kami open platform dan terintegrasi. Artinya akun DANA yang sama bisa digunakan di berbagai layanan dan merchant yang bermitra dengan DANA,” jelas Vincent Iswara, CEO DANA kepada media, Rabu (21/3/2018) di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta.

Menurut Vincent, latar belakang dibentuk dompet elektronik ini karena melihat kebutuhan di masyarakat akan transasksi non-tunai. “Kesulitan dalam melakukan transaksi konvensional dengan menggunakan uang tunai dalam kegiatan sehari-hari seringkali menghalangi peningkatan produktivitas dan daya saing. DANA kami dirikan untuk optimalisasi penggunaan non-tunai dan turut mentransformasi masyarakat Indonesia menjadi masyarakat ekonomi digital yang memiliki nilai tambah dan daya sains yang kuat,” paparnya.

Baca juga :   YessBoss Akuisisi Startup Asal Filipina

Sebagai langkah awal, DANA telah hadir dalam versi beta. Menurut Vincent, secara bertahap layanan ini akan hadir di BBM, Bukalapak dan Tix.ID. Ke depan, jaringan kemitraan DANA akan terus diperluas dan layanan yang disajikan juga kian beragam.

“Ini memang baru rilis dan masih versi beta. Namun, kami bisa jamin keamanannya, sehingga konsumen tidak akan kehilangan dananya,” ujar Vincent.

Dia juga menjamin bahwa e-wallet dibawah naungan PT Espay Debit Indonesia Koe ini aman. Karena sudah sesuai regulasi dan mengendepankan teknologi terdepan. Termasuk memiliki data center dan data recovery center yang berlokasi di Indonesia. DANA juga mengadopsi teknologi dari Ant Financial, sedangkan investor utamanya adalah Emtek Group.

“Ini baru langkah awal kami, dan kami sedang menyiapkan teknologi-teknologi baru, yang akan kami umumkan termasuk pada tahun ini,” tegas Vincent. Layanan ini akan segera tersedia di akhir bulan Maret 2018 dan hadir di sejumlah kota besar di Indonesia diantaranya, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Baca juga :   Pendeteksi Longsor Buatan Peneliti Indonesia Ini Mendunia

 

STEVY WIDIA