Dapat Suntikan Dana Segar, Qlue Kembangkan AI dan IoT

Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue (PT Qlue Performa Indonesia) (Foto: dok.youngster.id)

youngster.id - Sejak 2016, Qlue telah menawarkan solusi kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar warga. Kini, Qlue mendapatkan suntikan dana segar dari sejumlah Venture Capital (VC). Dana ini untuk pengembangan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT).

Pendanaan ini datang dari VC milik Telkom yaitu MDI Ventures dan dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture. Suntikan dana ini juga menutup ronde pendanaan Series A yang sudah dimulai Qlue sejak tahun 2017.

“Misi kami sejak awal adalah untuk mengakselerasi perubahan positif di dunia, dan kami ingin bersinergi sebanyakbanyaknya dengan mitra usaha yang memiliki kesamaan misi. Telkom akan banyak membantu kami untuk memperkuat skalabilitas di dalam pemerintahan dan BUMN agar solusi kami bisa memberikan dampak positif bagi transformasi digital di Indonesia sesuai arahan pemerintah menuju Industri 4.0,” kata Rama Raditya selaku Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Qlue dalam keterangannya, Jumat (8/2/2019) di Jakarta.

“GDP Venture, sudah sejak lama membantu kami dalam membangun bisnis Qlue agar lebih maju dan berkelanjutan. Kami sangat terhormat dan bersyukur dapat menjalin kerja sama dengan MDI Ventures, GDP Venture dan Prasetia dalam perjalanan kami memberikan kemajuan bagi Indonesia,” ucap Rama lagi.

Baca juga :   Qlue Dapat Dana Hibah dari GSMA

Tidak diberitahukan berapa dana yang disuntik ke dalam Qlue namun suntikan dana dari Telkom tersebut diharapkan akan memberikan sisi strategis sinergi di dalam pemerintahan dan BUMN Indonesia. Demikian juga dengan suntikan dana dari MDI Ventures yang diharapkan akan memberikan sisi strategis sinergi di dalam pemerintahan dan BUMN Indonesia.

Nicko Widjaja selaku CEO MDI Ventures menyatakan, MDI Ventures memiliki visi untuk membangun generasi start-up terdepan di Indonesia. “Investasi ini merupakan sebuah wujud nyata dari konsistensi kami untuk mendorong visi tersebut. Kami sudah mengenal Qlue sejak awal perusahaan tersebut berdiri, dan kami menilai bahwa Qlue selalu memiliki pola pikir disruptif dan inovatif. Kami melihat Qlue juga bekerja sangat dekat dengan pemerintah, hal tersebut selaras dengan sinergi utama Telkom Indonesia. Untuk kedepannya, kami akan terus mendukung startup-startup lokal Indonesia yang memiliki pola pikir disruptif dan game-changing seperti Qlue,” ungkapnya.

Sementara itu Martin Hartono selaku CEO GDP Venture mengatakan, pihaknya yakin dengan berinvestasi kepada Qlue sesuai dengan visi dan tujuan mereka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan cara membangun ekosistem sehat sehingga mampu menghasilkan perusahaan digital kelas dunia.

Baca juga :   Industri Internet Bisa Meraih US$ 1 Juta di 2020

“Kemampuan Qlue untuk menyediakan command center dan pengelolaan smart city berbasis teknologi dan data merupakan salah satu pilar penting menuju masa depan bangsa Indonesia. Kami bangga dapat turut serta mendukung Qlue yang memiliki visi dan misi bukan saja untuk perkembangan ekosistem digital teknologi Indonesia tetapi juga mengembangkan suatu aplikasi yang sangat bermanfaat untuk bangsa Indonesia”, ungkap Martin.

Sejak 2016, Qlue telah menawarkan solusi kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar warga. Warga kota menjadi semakin mudah untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pemerintah dengan menggunakan aplikasi smartphone. Sepanjang 2018, sebanyak 102.594 laporan disampaikan oleh warga DKI Jakarta melalui aplikasi Qlue dengan lebih dari 82% telah ditindak lanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Qlue berperan dalam meningkatkan kepercayaan warga DKI Jakarta terhadap pemerintahnya sebanyak 47% dan meningkatkan performa pemerintah sebesar 61,4 %. Hal ini membuat aplikasi karya anak negeri ini mendapat penghargaan pada perlombaan Global Smart Cities Contest yang digelar The World’s Smart Cities Organizations (WSCO) di London awal Oktober tahun lalu untuk kategori Best Mobility Project.1

Baca juga :   Smesco Gandeng UMN Dorong Kewirausahaan Mahasiswa

Startup yang didirikan tahun 2016 di Jakarta ini terus berupaya membangun ekosistem smart city terbesar di Indonesia dengan meningkatkan layanan solusi smart city untuk pengembang perumahan, apartemen, kepolisian, jalan tol, pusat perbelanjaan, kawasan industri dan mitra bisnis lainnya melalui inovasi teknologi Computer Vision seperti: Face Recognition (FR), License Plate Recognition (LPR), Street Analysis dan People Counting.

Qlue telah memiliki lebih dari 50 kerjasama di sektor keamanan, kota mandiri, pemerintahan, penanggulangan pasca-bencana, industri dan lain lain, dengan pelbagai mitra di pemerintahan maupun swasta di seluruh Indonesia.

STEVY WIDIA