DBS Foundation Beri Dana Hibah Bagi 14 Wirausaha Sosial di Asia

Sigit Pramono Founder Pandawa Agri Indonesia (PAI) (kedua dari kanan) bersama dengan para petani mitra. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - DBS Foundation mengumumkan 14 pemenang Social Enterprise Grant Programme 2017. Dari mereka, 2 diantaranya adalah sosiopreneur asal Indonesia. Para pemenang mendapat dana hibah sebesar Rp 14 miliar.

Karen Ngui, Board Member DBS Foundation dan Head of Group Strategic Marketing & Communications DBS Bank mengatakan , program ini merupakan bagian dari Social Enterprise Grant Programme 2017. Adapun kriteria dalam penyeleksian meliputi identifikasi kebutuhan sosial yang ditangani, inovasi bisnis, dan keberlanjutan model bisnis. SE juga harus dapat menunjukkan bagaimana strategi yang dimiliki untuk mencapai bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak sosial.

“Sebagai organisasi yang berorientasi pada tujuan, kami percaya bahwa sangat penting bagi kami untuk menciptakan dampak positif di luar perbankan. Kehadiran wirausaha sosial dengan menawarkan solusi inovatif dan berkelanjutan yang diperuntukkan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di wilayah Asia yang semakin berkembang pesat,” ungkap Karen dalam siaran pers, Selasa (16/1/2018).

Menurut Karen, pada penyelenggaraan kali ini DBS Foundation menerima aplikasi dari berbagai SE di seluruh Asia untuk program hibah ini. Akhirnya terpilih 14 wirausaha sosial penerima hibah DBS Foundation 2017 berasal dari berbagai negara di Asia.

Baca juga :   Telkomsel Komitmen Bangun Ekonomi Indonesia Timur

“Mereka memiliki model bisnis yang menjanjikan, serta siap memberikan dampak sosial yang signifikan. Selain memberikan dana hibah, kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka, untuk menjalankan bisnis dengan baik dan memberikan pengayaan, baik melalui bimbingan, berbagi pengetahuan dengan wirausaha sosial yang berpengalaman lainnya, atau dengan menyediakan peluang pengadaan DBS,” ungkapnya.

Dari pemenang se Asia, ada dua wirausaha sosial penerima hibah yang berasal dari Indonesia. Yang pertama adalah Du’anyam. Ini adalah usaha sosial yang memberdayakan perempuan di pedesaan Indonesia memiliki keterampilan menenun anyaman sebagai bagian dari tradisi mereka, namun kurang memiliki arahan dan akses terhadap pasar.

Azalea Ayuningtyas, Founder dan CEO Du’anyam mengatakan, kegiatan mereka telah mampu menjembatani kesenjangan ini bagi para pengrajin wanita, sekaligus memberi mereka akses finansial sepanjang tahun terhadap layanan kesehatan dan nutrisi yang lebih baik. “Dana hibah ini akan kami gunakan untuk memperluas dan membuat produksi menjadi lebih efisien, meningkatkan penjualan melalui platform grosir online, dan mendapatkan akses ke pasar luar negeri,” ucapnya.

Baca juga :   Belanja Ramadan Melalui Aplikasi Mobile Meningkat Pesat

Yang kedua adalah Pandawa Agri Indonesia (PAI). Bisnis yang dibangun Kukuh Roxa PH ini menawarkan berbagai produk dan layanan berbasis penelitian untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. Berfokus pada pengurangan masukan sintetis sebesar 50%, mereka telah mengembangkan produk ramah lingkungan dan inovatif seperti Solusi Penyelesaian Gulma dan Solusi Hama yang menawarkan penghematan biaya hingga 30% bagi petani.

“Dana hibah ini akan digunakan untuk mendirikan fasilitas produksi baru yang dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk memenuhi permintaan pasar,” ungkap Kukuh.

Sebelumnya penerima hibah DBS Foundation 2016 asal Indonesia, Mycotech telah memulai bisnis dari tahun 2012 sebagai wirausaha sosial yang berfokus pada pengembangan desain interior dengan menciptakan bahan desain ramah lingkungan dari jamur.

Sampai saat ini, DBS telah menjangkau lebih dari 28.000 sosopreneur dan mendukung lebih dari 260 sosiopreneur dengan dana hibah hingga Sing$ 3,5 juta.

 

STEVY WIDIA