Demo Day SYNRGY Hadirkan 8 Startup Keuangan

Pembukaan DemoDay SYNERGY. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - SYNRGY, program akselerator startup fintech PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah melahirkan 8 startup yang ditampilkan dalam rangkaian acara Demo Day SYNRGY.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono, menuturkan program SYNRGY merupakan wujud kontribusi BCA dalam menanggapi munculnya beragam jenis startup karya anak bangsa.

“Kami mencermati laju positif startup di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dan terdiri dari segmen kreatif dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat “jaman now”. Oleh sebab itu, SYNRGY hadir untuk menjadi wadah dalam mendukung pertumbuhan startup di Indonesia,” jelas Armand pada pembukaan DemoDay SYNERGY Kamis (19/92019) di Jakarta.

Dia menjelaskan, SYNRGY adalah sebuah wadah kolaborasi dan akselerator untuk para komunitas startup dalam rangka mendorong pertumbuhan dan inovasi di dunia industri digital. Ini juga merupakan sebuah innovation hub dengan program-program terbaik yang disiapkan untuk membantu startup mengembangkan bisnis mereka dengan lebih cepat dan lebih baik.

“SYNRGY dapat menjadi wadah akselerasi yang terbuka bagi startup yang memiliki ide dan inovasi mulai dari bidang Big Data, Digital Payments, Cybersecurity, Blockchain, IoT (Internet of Things), yang bertujuan memajukan financial technology di Indonesia. Kedelapan startup yang presentasi hari ini merupakan startup yang berhasil melewati beberapa proses seleksi. BCA berharap dapat memperoleh insight baru yang dapat diaplikasikan ke dalam program digitalisasi perbankan BCA,” ungkap Armand lagi.

Baca juga :   5 Wirausaha Muda Terpilih Jadi Insta-Preneur

Startup yang bergabung dengan SYNRGY mendapatkan kesempatan untuk mengakses program-program yang telah disiapkan, salah satunya adalah program akselerator yang dijalankan oleh Digitaraya dengan dukungan dari Google Developers Launchpad.

Dikesempatan yang sama, Nicole Yap, Managing Director Digitaraya mengatakan fintech telah menjadi salah satu sektor startup paling aktif di Indonesia selama bertahun-tahun.

“Kami sangat senang dapat mendukung 8 startup ini yang terus menemukan cara untuk berinovasi dan menambah nilai dengan cara baru. Dengan dukungan BCA, Digitaraya dan Google Developers Launchpad, startup-startup ini memiliki peluang untuk tumbuh ke level yang lebih tinggi, dan untuk meningkatkan dampaknya terhadap pengguna Indonesia. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan mereka,” ujar Nicole.

Sementara itu Marcus Foon, Program Manager Google Indonesia mengatakan, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, Google mendukung SYNRGY sebagai akselerator fintech pertama yang dikelola mitra di Asia Tenggara.

“Kami berharap para startup ini diakselerasi ke tingkat yang lebih tinggi dan tidak hanya memberikan kesempatan yang sama serta akses yang setara ke bidang finansial kepada lebih banyak pengguna di Indonesia, tetapi juga menggunakan kesempatan ini untuk mendisrupsi industri keuangan secara keseluruhan,” ucap Marcus.

Baca juga :   Google Ajak Masyarakat Jelajahi Tempat Bersejarah di Indonesia

Hal senada juga diungkapkan Gibran Rakabumi, salah seorang investor Digitaraya. Menurut dia Fenomena startup fintech memang tengah berkembang di Indonesia. “Startup fintech sedang berkembang di Indonesia. Dalam perjalanannya bisnis ini berat karena harus terkait dengan regulasi, kepercayaan. Sehingga melihat itu semua, kami harus lebih banyak belajar dari BCA,” ungkap Gibran.

Ada 8 startup yang tampil pada acara Demo Day SYNRGY. Berikut daftarnya :

1. AgenKAN, Platform digital untuk membantu Rakyat Indonesia mendapatkan akses produk keuangan melalui kerjasama dengan bisnis mikro.

2. Amalan: Penyedia solusi restrukturisasi dan refinancing untuk pinjaman konsumen serta usaha kecil terdepan di Asia tenggara. Kami membantu membangun kembali masa depan finansial klien kami.

3. Bamms: Menciptakan pengalaman smart living melalui solusi digital untuk manajemen properti dan penghuni.

4. Bizhare: Platform investasi bisnis dengan skema urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi/equity crowdfunding, yang saat ini fokus di industri waralaba.

5. CROWDE: Merevolusi rantai pasok pertanian melalui teknologi.

6. Indogold: Indogold membuka akses investasi emas kepada masyarakat dengan skema jual beli emas fasilitas titipan.

Baca juga :   BCA Kembali Gelar Kompetisi Bagi Data Science

7. Jari: Solusi penagihan pembayaran di lapangan untuk perusahaan pembiayaan agar memiliki visibilitas dan mengurangi kecurangan

8. Kendi: Platform data untuk ekosistem pembiayaan yang didukung oleh blockchain untuk memastikan kepercayaan antara semua pihak.

FAHRUL ANWAR