Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian, Co-founder & CEO BawaBerkah.org (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Perkembangan teknologi telah menggeser banyak hal ke dunia digital. Tak hanya aktivitas berbelanja, atau pembayaran secar digital, tetapi juga dalam hal beramal. Donasi digital namanya.

Dengan mekanisme digital pengumpulan donasi publik menjadi lebih mudah. Berbagai saluran untuk berdonasi jadi lebih terbuka, lebih mudah dan lebih terjangkau. Tak heran jika donasi secara digital makin menjadi pilihan masyarakat di Indonesia. Tahun ke tahun jumlah donasi dan donatur mengalami peningkatan.

Sambutan positif masyarakat ditunjukkan oleh adanya peningkatan tren donasi digital sebesar 70% sepanjang bulan Ramadan lalu. Potensi donasi digital di Indonesia pun semakin terlihat dengan masyarakat yang juga semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital untuk berdonasi.

Imam Rulyawan, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, menyebutkan bahwa pembayaran zakat digital secara nasional menunjukkan tren peningkatan. Dompet Dhuafa menyebutkan sekitar 70% dana Ziswaf (Zakat Infak Sedekah, dan Wakaf), disalurkan melalui digital. Dengan begitu, donasi manual turut mengalami penurunan.

Sejak lima tahun membuka keran digital, tren transaksi ZIS digital ini terus bertumbuh sepanjang dua tahun terakhir. Apalagi untuk 2019 ini, Dompet Dhuafa juga melakukan kerjasama ke banyak platform digital.

Anak muda atau generasi milenial, yang pada akhirnya memang terlibat dalam zakat digital. Bila dihitung secara average, sebagian besar mereka menyumbang donasi dengan kisaran Rp 30.000. Dompet Dhuafa sendiri telah meluncurkan situs dan aplikasi mobile BawaBerkah untuk memudahkan masyarakat Indonesia melakukan donasi digital. Di dalam aplikasi ini, ada beragam fitur unggulan seperti pembayaran Ziswaf dan kalkulator zakat, yang bisa membantu para muzaki menunaikan ibadahnya.

Dera Perdana Shopian, CEO BawaBerkah.org, aplikasi donasi berbasis digital ini secara tak langsung mengajak orang ketika ingin memberikan pertolongan terhadap lingkungan sekitar.

“BawaBerkah.org  merupakan website yang memudahkan lembaga sosial, komunitas, invidual terverifikasi untuk menggalang dana zakat, sedekah, qurban dan wakaf secara online dengan lebih transparan dan terpercaya,” ungkap Dera kepada youngster.id.

Baca juga :   FWD Life Gandeng Dompet Dhuafa

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembayaran donasi melalui aplikasi tersebut calon pemberi sedekah hanya cukup melakukan klik aplikasi dan langsung terhubung dengan tim di BawaBerkah.org.

“Siapkan terlebih dahulu foto seseorang yang ingin dibantu atau ditolong, dan berikan alasan kenapa ingin memberi donasi ke seseorang tersebut. Lalu tim kami ketika mendapatkan semua syarat tersebut kemudian langsung melakukan verifikasi dan mengadakan campaign. Semua ini akan didampingi oleh tim di BawaBerkah selama 2 bulan, target donasi sebesar Rp 1 juta, 50 juta hingga lebih,” papar Dera.

Menurut Dera, nominal donasi yang tidak dibatasi menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki platform BawaBerkah.org. Ia mencontohkan ketika seseorang yang menggunakan platform e-wallet kemudian hanya memiliki saldo Rp 100 pun mereka berkesempatan untuk dapat melakukan donasi.

“Jadi saat orang yang memiliki platform e wallet dan hanya memiliki saldo Rp 100 mereka juga bisa ikutan berdonasi. Selain itu, yang menjadi pembeda BawaBerkah.org dengan crowdfunding lainnya adalah identitasnya jelas. Kami ada komunitas muslim yang besar dan kedua fokus kami ada di pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Membantu Teman

Dera menuturkan, BawaBerkah.org lahir dan terinsiprasi dari pengalaman-pengalaman orang terdekat. “BawaBerkah lahir dari percakapan kami sesama teman. Dari mulai hilang helm di parkiran mall, atau lagi apes kecopetan di stasiun. Kami lalu merenung bahwa ini ada kaitanya dengan berbuat kebaikan, beramal dan bersedekah yang membawa ketenangan,” ungkapnya. 

Pemikiran dan perenungan itu membawa inspirasi Dera bersama Dompet Dhuafa untuk membangun aplikasi donasi digital. “Kami ingin memperluas jangkauan ke para calon donator di seluruh Indonesia termasuk para milenial,” kata pria kelahiran Bogor itu.

Milenial menjadi sasaran, karena mereka merupakan generasi yang sangat terhubung dengan teknologi. Selain itu juga melihat perkembangan donasi cashless yang terus meningkat. Menurut Dera, Dompet Dhuafa pada Ramadan 2018 menghimpun sebanyak Rp 2 milyar donasi. Dan pada Ramadan 2019 terhimpun sebanyak Rp 13,9 milyar hampir Rp 14 milyar. Kenaikannya hampir 439%.

Baca juga :   Tim ITS Boyong Tiga Penghargaan dari Ajang Teknik Perminyakan Internasional

Oleh karena itu, aplikasi yang telah dibangun sejak 2018 ini akhirnya diluncurkan. “Kini kami telah benar-benar siap dalam mengelola aplikasi ini. Kalau tahun lalu hanya sebatas di web base, sekarang sudah ada launching aplikasinya. Ini terus berkembang dan sekarang kami sedang develop iOS-nya dan di Oktober nanti kami akan rilis fitur baru yang akan lebih komplit. Termasuk melibatkan influencer milenial sehingga lebih berwarna,” ungkap Dera.

Meski donasi digital mulai dikenal masyarakat, namun dia harus mengembangkan aplikasi ini secara terus menerus agar orang tertarik untuk ikut serta.

“Tingkat kesulitan yang kami temui selama ini adalah pola transaksi sudah mulai berubah. Sebenarnya aplikasi ini hanya perantara saja, kami tidak melakukan aktifitas crowdfunding,  tetapi yang melakukan crowdfunding itu para campaigner-nya, user-nya atau si pemberi donasinya, untuk menolong sesama. Karena itu kesulitannya adalah mengajak orang untuk nggak cuman berdonasi tetapi berkampanye untuk bantu sesama,” jelasnya.

Dera juga memaparkan, untuk saat ini segmentasi donatur tidak memiliki syarat-syarat khusus yang sulit untuk dipenuhi kepada calon pemberi bantuan. Rentang usia donator adalah 17 tahun sampai 50 tahun. Bahkan mereka juga mulai mengajak anak-anak di usia yang lebih dini untuk melakukan first donasi.

“Menurut nasehat orang tua manfaat paling penting dari sedekah itu lebih besar 7 kali lipat dan semua itu karena janji Allah. Dan itu akan didapat oleh seorang donatur ada ketenangan setelah berdonasi,” ungkap penggemar mainan rakitan ini.

Dera Perdana Shopian, menargetkan dalam tiga tahun ke depan BawaBerkah.org bisa menjadi unicorn Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

Target Unicorn

Sejak BawaBerkah.org hadir pada tahun 2018 lalu, saluran traffic paling tinggi terjadi disaat orang berdonasi yaitu menjelang subuh atau pagi hari. 

“Saluran traffic paling tinggi orang berdonasi pukul 04.00 wib hingga 06.00 wib pagi. Mereka percaya, setelah bersedekah, ketenangan itu bersama mereka,” ucap Dera.

Baca juga :   Inilah 10 Tempat Berhantu Menyeramkan di Dunia lewat Google Earth

Keunggulan lain dari Bawaberkat adalah bisa diakses kapan saja. “Transaksinya tidak terbatas ruang dan waktu. Semua orang bisa bertransaksi lewat aplikasi ini,” ujar Dera lagi.

Setelah sukses pada Ramadan lalu, menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H tahun ini BawaBerkah.org kembali mengajak para donator, termasuk para milenial, untuk berdonasi berupa hewan qurban.

“Kami nggak mau merasa puas dulu, melihat kesuksesan Ramadan lalu. Nah melakukan kebaikan dan menolong sesama lagi di sini bersama tim BawaBerkah, saya kepingin merangkul para donatur dan para milenial untuk melakukan donasi berupa hewan qurban,” ucapnya.

Untuk itu, Bawaberkat menargetkan dapat menjual 4000 hingga 10.000 ekor kambing melalui aplikasi. Yang menarik, Dera dan tim mengadakan flash sale hewan qurban seharga Rp 1. Menurut Dera, dengan program flash sale ini tujuannya ingin memperbanyak pemberi kurban.

“Jadi jika beli sebanyak 7 kambing punya keuntungan 1 kambing flash sale. Saya berharap banyak orang yang membeli kelipatan 7. Dengan skema qurban ini kami memberikan juga qurban kepada orang lain. Jadi seminggu ada dua kali flash sale kambing Rp 1, akan siap dan ada ditujukkan untuk siapa. Flash sale itu akan kami jual dari tanggal 25 Juni 2019 hingga H+2 Idul Adha,” jelas alumni Telkom Bandung.

“Yang jelas program-program yang selama ini ada di BawaBerkah seperti milenial bangun masjid, kemudian ada program 1 juta makan gratis untuk kaum dhuafa dan setiap hari jumat kami kerjasama dengan aplikasi Wahyu gelar makan siang gratis setelah sholat jumat. Kami juga nanti akan berkolaborasi dengan startup yang lain seperti Bukalapak, dan WarungPintar untuk membangun crowdfunding ini,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pengembangan ke depan Dera bersama tim berencana akan lebih meluaskan sayap bisnisnya agar lebih dikenal masyarakat. Bahkan mereka tengah mempersiapkan berkolaborasi dengan salah satu pelaku financial planner pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Sebagai pengelola bisnis sosiopreneur, tentu Dera berharap startup yang dia kelola ini terut bertumbuh. Bahkan dia ingin bisa masuk ke jajaran startup unicorn.

“Target ke depannya mudah-mudahan kami bisa menjadi unicorn dalam 3 tahun ini. Unicorn Syariah,” pungkasnya.

=====================================

Dera Perdana Shopian

  • Tempat Tanggal Lahir : Bogor, 24 Mei 1985
  • Pendidikan                   : Manajemen Bisnis, Telekomunikasi & Informastika – Institut Manejemen Telkom, Bandung
  • Pekerjaan                     : Co-founder & CEO BawaBerkah.org
  • Nama Usaha                : Bawaberkat.org
  • Mulai Usaha                : 2018
  • Jumlah Tim                 : 14 orang
  • Omset                          : Revenue Ramadan 1440 H sebanyak Rp 14 milyar

====================================

FAHRUL ANWAR
Editor : Stevy Widia