Dinar Amanda dkk. : Ingin Penuhi Semua Kebutuhan Kecantikan Perempuan

Dinar Amanda, Co-Founder dan Marketing & Creative Director Rollover Reaction (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Alamiahnya, wanita selalu ingin tampil cantik dalam berbagai keadaan dan selalu ingin menjadi pusat perhatian bagi sekelilingnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa wanita senang mempercantik diri dengan menggunakan berbagai macam kosmetik yang digunakan. Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh produsen kosmetik, termasuk bermunculan brand kosmetik lokal.

Jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa menjadikan Indonesia pasar yang menjanjikan bagi perusahaan kosmetik. Sejauh ini perkembangan industri kosmetik Indonesia tergolong solid. Hal ini terlihat penjualan kosmetik yang grafiknya terus meningkat.

Menurut data Kementerian Perindustrian, industri kosmetik nasional mencatatkan kenaikan pertumbuhan 20% atau empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017. Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) memperkirakan tahun ini penjualan kosmetik dapat tumbuh hingga Rp 11,22 triliun, naik 15% dibanding proyeksi 2018 sebesar Rp 9,76 triliun.

Pelaku industri kosmetik di Indonesia pun terus bertambah. Jika pada tahun 2017 ada 153 perusahaan, saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95% industri kosmetik nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM), dan sisanya industri skala besar.

Dari industri yang skala menengah dan besar, beberapa dari mereka sudah mampu mengekspor produknya ke luar negeri seperti ke Asean, Afrika, Timur Tengah dan lain-lain. Pada 2017, nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai US$ 516,99 juta, naik dibandingkan tahun 2016 sebesar US$ 470,30 juta.

Salah satu merek kosmetik lokal yang turut memperebutkan besarnya kue industri kosmetik adalah Rollover Reaction. Brand ini didirikan oleh empat orang perempuan muda yang kreatif. Mereka adalah Naya Tinanda Nabila sebagai CEO dan Managing Director, Sarah Novia sebagai Finance Director, Novianti Haryanto yang merupakan Operation Director, dan Dinar Amanda sebagai Marketing & Creative Director.

“Sebelum mendirikan Rollover Reactiaon, dulunya kami empat cewek ini merasa susah dapat kosmetik yang bagus. Waktu itu zamannya jasa titipan dan harganya lebih mahal. Belum lagi harus nunggu pre order. Dari situ kami mikir, mau dapetin kosmetik bagus aja sulit. Akhirnya kami melakukan riset di Indonesia ternyata kami punya kapabilitas untuk bikin kosmetik.  Melalui kerjasama dengan manufaktur yang punya ISO dan standar lainnya untuk bikin produk dan akhirnya kami membuat brand sendiri,” kata Dinar kepada youngster.id saat ditemui di Kafe BCA baru – baru ini.

Baca juga :   Aplikasi YouTube Go Lebih Hemat Kuota

 

Rollover REaction yang dikembangkan Dinar Amanda dan ketiga koleganya sejak tahun 2016, kini telah menjadi merek terkemuka. Bahkan perusahaan itu telah menjadi salah satu pemain penting di industri kosmetik Indonesia. Berbagai penghargaan pun diraihnya. Termasuk penghargaan dari Bank BCA (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

 

Ditolak Malah Sukses

Dinar menceritakan setelah memutuskan diri membuat brand sendiri maka ia dan teman-temannya menuangkan segala pemikiran dan tenaga untuk keberhasilan produk pertama mereka yakni liquid lipstick. Butuh waktu dua tahun baru ide produk ini berhasil terwujud. Pasalnya, ketika itu manufaktur menolak untuk membuat liquid lipstick karena tidak mengerti konsep produk tersebut.

“Jadi pertama kali diluncurkan produk pertama yang kami rilis adalah liquid lipstick. Nah itu sebuah konsep kan, dimana lipstik tapi liquid dengan hasil matte. Di lokal belum ada. Bahkan, kami sempat bertanya manufaktur yang men-develop-nya aja belum ada. Kami sempat ditolak, tetapi itu justru semakin membuat kami tertantang. Bagi kami, produk yang diluncurkan merupakan sesuatu yang baru sebagai produk lokal di industri kosmetik,” kisah Dinar.

Pantang menyerah, pada maret 2016 setelah proses riset dan pengembangan produk, Rollover Reaction akhirnya resmi dirilis dengan produk pertamanya Lip Cream Sueded. Penerimaan pasar atas produk ini membuat Naya terkejut, karena tak disangka antusiasme konsumen terhadap lip cream tersebut sangat tinggi. Saat itu Rollover Reaction memproduksi 10.000 produk liquid lipstick, dan habis hanya dalam 2 bulan.

“Jadi waktu itu ekspektasinya tiga tahun baru habis. Tapi ternyata sutu sampai dua bulan habis.  Kami kaget banget apalagi kami belum bikin delivery package saat itu. Satu hari bener-benar ribuan yang pesan. Kita dulu mikirnya satu hari paling dua orang lah yang beli, tapi ternyata ribuan,” ungkapnya.

Kini sebagai produk kosmetik asal Indonesia, nama Rollover Reaction berhasil mendapatkan tempat di kalangan penggemar kecantikan di Tanah Air. Dikatakan Dinar Amanda semua tentunya tak lepas dari peran usaha bersama timnya melakukan branding salah satunya bantuan dari media sosial.

“Hingga kini visitor itu hampir mencapai 100 ribu, disini kami menggunakan digital apps. Jadi dari digital advertaisng apps itu membuat kami bisa hits mencapai 100 ribu unit visitor ada engine yang bisa kami pakai. Dan angka ini menjadi target kami hingga akhir tahun 2019 ini,” ungkap Dinar.

Kini Rollover Reaction telah memiliki sebanyak 65 SKU (produk) mulai dari lipstick, cream wajah, hingga produk self care seperti tissu basah untuk menghapus make up dan facial mist. “Ke depan kami bakal mengembangkan seperti make up yang juga memiliki benefit untuk kesehatan kulit,” sambungnya.

Baca juga :   BEKRAF Game Prime Kembali Digelar

Meski kini produk Rollover Reaction telah dikenal luas khususya di kalangan milenial, toh selama perjalanan bisnis komplain dari konsumen pernah didapat Dinar. komplain tersebut, berawal mulai dari masalah terlambat datangnya produk ke tangan konsumen hingga barang yang rusak sampai ditangan konsumen pun dialamainya. Namun, dengan tanggung jawab, untuk mengantisipasi hal tersebut, sekaligus menjaga para pelanggannya, Dinar siap mengganti keluhan pelanggan dengan produk terbaru.

“Kalau komplain seperti lebih banyak datang dari persoalan delivery, karena ini online ya. Jadi barang dibeli melalui online. Atau saat pengiriman barangnya, si kurirnya nggak menjaga dengan baik barang kami sehingga produknya rusak. Itu pernah terjadi. Dan kalau itu terjadi, kami pun siap menggantinya dengan yang baru,” cerita Dinar.

 

Dinar Amanda dan ketiga kawannya menargetkan perusahaan kosmetik yang mereka bangun Rollover REaction dapat menjadi leading company yang menjadi kebutuhan wanita (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

 

Bangun Ekosistem

Membuat produk kosmetik lokal adalah mimpi terbesar Dinar dan kawan-kawan. Rollover Reaction pun sukses melalui e-commerce dan beauty store pertamanya di Plaza Indonesia. Ia berharap generasi muda bisa melakukan dan membuat sesuatu untuk Indonesia. Sebab, baginya banyak hal di Indonesia yang bisa dibuat bahkan diperkenalkan hingga ke mancanegara.

Menurut Dinar, website yang dimiliki tentu telah menjadi aset utama Rolloever Reaction yang harus dioptimalkan keberadaanya. Wajar jika semua itu, model bisnis yang kerap dilakukannya hanya mengandalkan aset-aset perusahaan yang selama ini dimilikinya.

“Semua ini penting dan menjadi kekuatan kami ketika menemui persaingan usaha yang sama. Karena kalau dalam kompetisi itu sebenarnya kami ini ingin membuat ekosistem yang bisa kami provide untuk kebutuhan wanita. Nah, ekosistem ini apa? Eksosistem ini sistem yang memudahkan dan sistem yang relevan sama customer kami yaitu cewek milenial dan masa kini,” tegasnya.

Dinar juga menilai kompetisi bukan tantangan terbesar. “Kami hanya fokus pada brand kami untuk mencapai goal, dibandingkan melihat kompetisi terus berusaha menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Itu ketika dilakukan malah tidak membuat kami fokus dengan produk sendiri,” ujarnya menambahkan.

Sukses di dunia digital dengan sistem penjualanan secara online sejak 3 tahun silam, Rollover Reaction melebarkan sayap dengan merambah offline store untuk memberikan pengalaman berbelanja yang sesungguhnya bagi para penggemarnya. Flagship store yang hadir berada di bilangan Thamrin, tepatnya di Plaza Indonesia EX lantai 4.

Tak hanya itu, demi memenuhi keinginan para penggemarnya, Rollover Reactio juga hadir dengan konsep pop-up store di berbagai lokasi mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.

Baca juga :   #CottonInk Bertahan Satu Dekade Berkat Karakter

“Untuk store, kami sekarang ada di Plaza Indonesia, Cuma toko itu hanya untuk memberikan experince aja kepada palanggan. Nantinya mereka setelah tahu produk yang diinginkan, mereka bisa mendapatkan produknya dengan cara berbelanja melalui online. Karena di sini kami memang mengandalkan cara-cara berbelanja online,” terangnya.

Dia mengungkapkan tahun 2020 mereka akan ekspansi ke Singapura dan Thailand. “Demand sudah banyak. Singapura yang sedang kami kejar banget, karena sistem payment masih agak ribet gitu, tapi ini sudah menjadi target kami di tahun selanjutnya,” ujar Dinar.

Dinar berharap bisa lebih membesarkan brand Rollover Reaction untuk dapat memenuhi kebutuhan wanita Indonesia. Dan, itu telah menjadi bagian target yang ingin dicapainya dalam waktu dekat

“Tentunya, keinginan dan mimpi itu sudah menjadi target kami untuk menjadi nomor satu leading company yang menjadi kebutuhan wanita. Bukan nggak mungkin, kami yang mengawali bisnis di bidang kosmetik siapa tahu ke depan akan ada project baru yang masih berkaitan dengan kebutuhan wanita Indonesia. Oleh karena itu, dengan pemikiran matang dan standar yang kami miliki, kami selalu berupaya menyediakan kebutuhan para wanita,” pungkasnya.

 

======================

Dinar Amanda

  • Tempat Tanggal Lahir                 : Jakarta 31 Juli 1992
  • Pendidikan                                : S1, Design ITB
  • Jenis usaha yang dikembangkan : bisnis kosmetik, merek Rollover Reaction
  • Jabatan                                     : Co-Founder dan Marketing & Creative Director
  • Mulai Usaha                               : 2016
  • Modal                                        : sekitar Rp 1 milyar
  • Transaksi                                  : 2000 – 3000 produk setiap bulan
  • Jumlah Tim                               : 33 orang

======================

 

FAHRUL ANWAR
Editor :Stevy Widia