Dua Startup Indonesia Berpeluang Jadi Decacorn

Para founder startup unicorn Indonesia di acara Nexticorn 2018. (Foto: Nexticorn/youngster.id)

youngster.id - Indonesia saat ini memiliki empat startup unicorn dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun. Dan tahun ini, dua di antara keempat unicorn itu berpeluang menjadi decacorn atau bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 143 triliun.

Hal ini disampaikan Meteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Saat ini empat startup unicorn itu adalah Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

“Setidaknya ada satu (decacorn) yang segera jadi decacorn. Tapi potensinya ada dua,” kata Rudiantara baru-baru ini di Jakarta.
Tanpa menyebut unicorn yang diramalnya bakal naik kelas itu, Rudiantara menyatakan bahwa publik hanya perlu menunggu sebentar lagi untuk mengetahuinya. “Mungkin satu ronde pendanaan lagi akan ada satu decacorn,” kata dia.

Selain itu, jumlah unicorn pun diprediksi bakal bertambah. “Ibarat durian runtuh, akan ada satu unicorn lagi (di 2019) dan decacorn,” ujarnya.

Kabarnya, valuasi Gojek telah mencapai US$ 10 miliar atau setara Rp 145 triliun. Dengan asumsi, penyedia layanan on-demand ini telah mendapatkan investasi sejumlah US$ 1,5 miliar – US$ 2 miliar dari putaran pendanaan terakhirnya, seperti yang disebut konsultan investasi Momentum Works. Namun Gojek menolak mengomentari hal tersebut.

Baca juga :   Dennish Tjandra : Kembangkan Marketplace Bagi Penata Rias Profesional

Lalu, Tokopedia kembali mendapat pendanaan dari SoftBank Capital senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 14,6 triliun. Dengan tambahan modal ini, valuasi Tokopedia diperkirakan mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 100 triliun.

Saat ini, Grab menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Tech Crunch melaporkan, valuasi Grab mencapai US$ 11 miliar atau sekitar Rp 157,3 triliun saat ini. Apalagi, Grab tengah menggalang pendanaan seri H senilai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 72,5 triliun sejak Juni 2018.

STEVY WIDIA