e-Commerce Indonesia Jadikan Tantangan Sebagai Peluang

Aulia Ersyah Marinto (kanan) menerangkan pemanfaatan Blanja.com sebagai platform e-commerce UMKM binaan BUMN. (Foto : Telkom/Youngsters.id)

youngster.id - Perdagangan online (e-commerce) di Tanah Air yang masih tergolong baru. Dengan usia perdagangan online yang tergolong masih bayi, tentu saja tak bisa ditampik ada kekurangan di sana sini, mulai UKM yang belum semua digital, jaringan telekomunikasi dan sebagainya, itu wajar. Namun, itu seharusnya hambatan bisa menjadi sebuah peluang.

“Hari ini yang paling fundamental dari e-Commerce adalah ekosistemnya. Pertama situs itu sendiri, payment online, dan logistik. Karena logistik itu tidak ada induknya harus kemana serta bagaimana,” kata Aulia E. Marinto Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) dilansir Antara Minggu,(12/2/2017) di Ambon.

Menurut Aulia, indikator e-Commerce di Indonesia dari take-off untuk lepas landas, sebetulnya sudah cukup banyak, akan tetapi perlu didorong lagi. Contoh, di Indonesia ada 50 juta UKM namun baru satu juta yang masuk e-commerce.

Dia juga kurang setuju jika bisnis online akan menjadi pesaing bisnis offline, Karena sejatinya, tanpa offline pun online tidak bisa berkembang.“Harus diakui kita membutuhkan ekosistem yang sehat, e-Commerce itu masih embrio dan digagas pemerintah, perlu didorong pemerintah, itu yang harus kita capai,” ujarnya.

Baca juga :   Orang Indonesia Suka Belanja Online di Jam Kerja

Pria yang juga menjabat sebagai sebagai CEO Blanja.com itu juga tak sepakat bahwa, e-Commerce hanya dinikmati oleh pelanggan di Pulau Jawa. Justru, di luar Jawa berkesempatan besar.“No, Totally Wrong, di luar pulau Jawa itu justru menikmati. Banyak orderan maupun mengirim pesanan ke luar Jawa. Hanya logistik ini kita harus selesaikan bersama,” katanya.

Selain logistik, masalah reseller juga masih menjadi kendala, khususnya yang berasal di luar Jawa. Kata Aulia, kebanyakan reseller tak bisa mengembangkan pesanan yang mendadak. “Mereka kadang suka kaget menerima order yang mendadak banyak, karena tidak sanggup, terus ditinggal,” pungkas Aulia.

STEVY WIDIA