E-commerce Indonesia Tumbuh 12 Kali Lipat

Laporan e-Conomy SEA 2019 oleh Google, Temasek, Bain & Company. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Berdasarkan laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek dan Bain & Company yang dirilis pekan lalu, valuasi sektor e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 21 miliar pada tahun ini, jumlah tersebut bertumbuh 12 kali lipat ketimbang tahun 2015.

Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia mengungkapkan, saat ini e-commerce juga sudah mulai merambah produk grosir dan produk harian. Bahkan pada tahun 2025 mendatang, e-commerce Indonesia diperkirakan bisa mencapai US$ 82 miliar.

“E-commerce tetap maju, opportunity-nya mulai besar dan pemain tidak hanya berpikir soal pertumbuhan tetapi juga monetisasi dan model bisnis baru,” kata Randy pada jumpa pers Laporan e-Conomy SEA 2019 Senin (7/10/2019) di Jakarta.

Menurut dia, kehadiran e-commerce memang memberikan pengalaman berbelanja yang unik dengan menggabungkan promo dan unsur hiburan. Hal ini terkait dengan banyaknya pencarian voucher, kupon dan promosi yang diberikan oleh pelaku e-commerce selama festival belanja seperti Harbolnas.

“Menurut Google Trends, pencarian tersebut telah meningkat dua kali lipat dalam empat tahun terakhir,” lanjutnya.

Baca juga :   Shinhan Luncurkan Akselerator Startup di Indonesia

Ia melihat ke depan potensi market domestik bagi e-commerce masih cukup potensial. Namun kesempatan untuk ekspor produk juga lebih mudah. Tidak hanya di kota-kota metropolitan, tetapi kota non metropolitan juga memiliki potensi pertumbuhan yang baik.

“Kalau logistik e-commerce di kota non metro sudah bisa garap, saya kira e-commerce akan tumbuh lebih tinggi lagi,” pungkas Randy.

FAHRUL ANWAR