East Ventures Klaim Berkontribusi 50% Terhadap Industri e-commerce RI

Managing Partner East Ventures (kiri-kanan) Willson Cuaca, Batara Eto,Taiga Matsuyama. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Perusahaan modal ventura East Ventures mengklaim portofolio start up yang sudah diinvestasi memberikan kontribusi lebih dari 50% terhadap industri ecommerce Indonesia. Kontribusi ini berdasarkan total gross merchandise value (GMV) e-commerce Indonesia.

Hal tersebut terungkap dari Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca. Ia menyebut kontribusi tersebut berasal dari portofolio start up Tokopedia, Sociolla, Shopback, Kudo, dan Circlo.

“Berbagai pencapaian ini tidak akan mungkin tercapai tanpa dukungan luar biasa yang diberikan oleh para investor kami, yaitu mereka yang memiliki visi yang sama untuk menumbuhkan ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan di Asia, yang menciptakan dampak positif untuk masyarakat yang lebih baik,” ungkap Willson dalam keterangannya mengenai 10 tahun Anniversary East Ventures Minggu (14/10/2019) di Jakarta.

Menurut data dari laporan e-Conomy SEA 2019 yang dirilis oleh Google, Temasek dan Bain, gross merchandise value (GMV) dari e-commerce Indonesia bernilai sekitar US$20,9 miliar. Laporan itu turut menyatakan bahwa total pelanggan e-commerce di Asia Tenggara mencapai 150 juta orang, dengan data dari East Ventures menunjukkan bahwa portofolio East Ventures telah melayani lebih dari 60% dari total pelanggan e-commerce di Asia Tenggara tersebut.

Baca juga :   Kulina, Startup Indonesia Yang Diboyong Google ke Launchpad Accelerator Tingkat Global

Secara keseluruhan, data internal East Ventures menunjukkan bahwa portofolio perusahaan telah berkontribusi hingga 45% dari total ekonomi internet di Indonesia yang dinyatakan dalam laporan e-Conomy SEA 2019, yaitu sebesar US$40 miliar.

Lebih Ianjut, data internal East Ventures menunjukkan bahwa perusahaan turut berkontribusi besar pada sektor online travel Indonesia, dengan portofolio perusahaan memegang mayoritas GMV sebesar US$10 miliar seperti yang disebutkan dalam laporan e-Conomy SEA 2019.

Laporan e-Conomy SEA 2019 turut menunjukkan bahwa total investasi untuk startup unicorn di Asia Tenggara adalah US$24 miliar, dengan data internal East Ventures menunjukkan bahwa 50% investasi tersebut masuk ke portofolio East Ventures.

Dengan mendukung 13 calon unicorn saat ini, East Ventures mempercepat upayanya untuk menumbuhkan ekosistem teknologi Asia yang berfokus pada Indonesia. Hingga saat ini, East Ventures telah mendukung lebih dari 300 pendiri startup dan membantu mengembangkan lebih dari 160 startup termasuk dua startup unicorn Indonesia yakni Tokopedia dan Traveloka, dengan pendanaan lanjutan sekitar US$ 4 miliar. Untuk ke depannya, perusahaan akan fokus menghasilkan dampak yang lebih besar bagi ekosistem startup yang tengah berkembang di Indonesia.

Baca juga :   Startup Furnitur Fabelio Ekspansi ke Jawa Timur

STEVY WIDIA