Elliza Yamada : Raih Sukses dari Bisnis Makanan Sehat

Elliza Yamada, Direktur Marketing & Co-owner DapurFit (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Kesehatan merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap orang. Namun, kesehatan seringkali menjadi dampak dari berbagai permasalahan yang dialami individu dan lingkungan sekitarnya. Awalnya adalah dari pola hidup, terutama dalam mengonsumsi makanan.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi penduduk berusia lebih dari 18 tahun yang mengalami obesitas meningkat dari 14,8% menjadi 21,8%. Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, mengatakan pola hidup masyarakat yang tidak sehat menyebabkan angka obesitas kian naik.

Tak heran jika belakangan ini Kementerian Kesehatan mengampanyekan Isi Piringku, sebuah himbauan kepada masyarakat untuk  mengonsumsi makanan ideal. Kemenkes menganjurkan pola makan yang terdiri dari 2/3 piring berisi karbohidrat, 2/3 sayuran, 1/3 buah-buahan, dan 1/3 protein.

Tentu mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik bukan perkara mudah. Padahal, kesehatan merupakan modal awal bagi perkembangan potensi individu dalam hidup.

Belakangan ini gaya hidup sehat, terutama makan sehat mulai digaungkan di masyarakat perkotaan. Salah satu terlihat dari bertumbuhnya sejumlah tempat makan berkonsep vegetarian. Selain itu, hadir juga layanan katering yang menawarkan menu makanan sehat ala milenial.

Salah satunya adalah DapurFit. Perusahaan katering yang telah berdiri sejak 2012 ini menawarkan menu diet dan juga bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan dan kondisi konsumen. Mulai dari DapurFit Premium yang pas untuk menurunkan berat badan sampai paket katering persiapan pernikahan dan paket khusus ibu hamil. Hanya mengandung 500 kalori setiap kali makan, DapurFit Premium jadi paket yang paling diminati.

“Kami ingin membuat makan sehat menjadi experience yang menyenangkan, sehingga orang bisa terus makan sehat seumur hidupnya dan bahagia,“ ucap Elliza Yamada, Direktur Marketing, sekaligus Co-Owner dari DapurFit saat ditemui youngster.id di Jakarta.

DapurFit merupakan pioner dalam menghadirkan konsep healthy maintainable diet premium di Indonesia, melalui penyajian makanan dengan kalori yang terukur, nutrisi yang tepat, dan kualitas bahan baku serta proses pengolahan yang terjamin. Karena mereka menganut konsep bahwa diet yang benar itu eat right bukan eat less.

Oleh karena itu, meski menyajikan menu makanan sehat, bukan berarti menu DapurFit hanya melulu sayur dan buah. Bahkan baru-baru ini DapurFit menggelar program 20 Days Around the World Diet Trip, yang menyajikan menu makanan sehat dari 40 negara. Progam ini berlangsung mulai 5-20  November 2018. Selama program, setiap makanan yang ditawarkan akan berasal dari negara yang berbeda.

Baca juga :   Produk Lokal Bebas Ongkir dan Diskon 15% di Shopee

“Kami membuat makan sehat menjadi experience yang menyenangkan, sehingga orang bisa terus makan sehat seumur hidupnya. Seperti slogan kami: Healthy Served Tasty. Value dasar kami adalah: We Believe in Quality. Good Products Sell Ifself,ungkap gadis yang akrab disapa Elle itu.

Kualitas ini tercermin dalam setiap menu, yang semua bahan dasar (dari mother sauces, rotinya, pasta-nya, sambalnya, dan lain-lain) dibuat sendiri (homemade) oleh Dapurfit.

 

DapurFit menawarkan beragam menu makanan sehat (Foto: Dapurfit)

 

Berawal Dari Gym

Elle bercerita, awalnya produk makanan sehat yang disajikan DapurFit ini khusus bagi mereka yang suka latihan di sasana gymnastic.

“Ketika itu saya nge-gym tetapi sesudah itu makan yang nggak sehat. Ternyata itu pola yang salah. Dari adikku saya belajar mulai healthy lifestyle, dan request sama dia, minta dibuatkan makanan sehat untuk dimakan setelah nge-gym. Aku cobain enak banget. Dan, dari situ terpikir kenapa nggak buka bisnis saja,” kisahnya sambil tersenyum.

Jadilah ini bisnis keluarga. “Sesungguhnya kami tidak memiliki banyak pengalaman berbisnis, tetapi kami termasuk orang yang pekerja keras. Sebelumnya saya dan kakak saya pernah punya online shop, jualan baju tapi nggak seribet ini. Tetapi dari awal kami sudah memiliki visi, yakni bisnis harus bisa menyejahterakan sebanyak mungkin orang, bikin hidup mereka lebih sehat dan bahagia. Jadi apapun yang kami ambil keputusan itu tetap berpatokan pada value kami itu, dan harus berikatan dengan kebutuhan banyak orang,” papar Elle.

Dari sanalah mereka membangun DapurFit. Awalnya tidak mudah, mengingat kepedulian orang terhadap makanan sehat di Indonesia masih sangat rendah. Namun ternyata perlahan hal itu mulai berubah. Bahkan tren makanan sehat mulai menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, terutama di perkotaan.

“Tadinya menu makanan sehat ini hanya ditawarkan untuk orang dekat saja. Tapi, perlahan kabar tentang kami beredar dari mulut ke mulut sehingga berkembang menjadi something can be big. Dari situ baru benar-benar kami seriuskan jadi sebuah bisnis,” paparnya.

Bisnis DapurFit ini didirikan oleh Julius Sathya dan Elle, yang berperan sebagai Direktur Marketing. Menurut Elle, meski DapurFit berada pada segmen makanan diet, namun mereka berprinsip tetap menyajikan makanan yang enak.

Elle menyebut bahwa beberapa bahan yang digunakan di produknya ini turut menggunakan bahan impor. Salah satunya ikan salmon asal Norwegia yang memang tak pernah ada di produk lain sebelumnya.

Baca juga :   Perluas Saluran Distribusi Layanan, Telkomsel Gandeng 14 e-Commerce

DapurFit juga menawarkan menu makanan yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan dan kondisi konsumen. Mulai dari DapurFit Premium yang pas untuk menurunkan berat badan sampai paket katering persiapan pernikahan dan paket khusus ibu hamil. Hanya mengandung 500 kalori setiap kali makan, DapurFit Premium jadi paket yang paling diminati.

“Tujuannya agar diet tidak menyiksa, tidak membosankan dan membantu agar tidak timbul pola makan balas dendam,” ujar Elle.

Selain itu, DapurFit kini punya produk juice yang merupakan campuran buah dan sayuran. Produk jus ini dijual mulai Rp 35 ribu per botol. Mereka juga akan merambah ke DapurFit Vegetarian. “Kami mulai riset dulu nih, ada nggak demand-nya,” ujarnya.

Untuk menu DapurFit dibanderol mulai dari Rp 125 ribu per kotak makanan, dengan langganan minimal satu minggu. Dan untuk memenuhi permintaan konsumen, DapurFit kini memproduksi 400-600 kotak makanan per hari.

Berkat kesukesan itu, DapurFit kini dapat menyerap tenaga kerja 50 orang karyawan.

 

Bertindak sebagai Direktur Marketing, Elle Yamada sukses mengembangkan bisnis makanan sehat DapurFit (Foto: Dahrul Anwar/youngster.id)

 

Pemasaran Online

Setelah enam tahun beroperasi, konsumen DapurFit terus meningkat. Konsumen Dapurfit juga termasuk seleb Tanah Air dan para atlet. Prilly Latuconsina, Tora Sudiro, Adinia Wirasti, putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira, hingga atlet bulu tangkis Simon Santoso dan Bellaetrix Manuputty masuk dalam deretan konsumen DapurFit.

Memiliki pelanggan mayoritas adalah pekerja kantoran dan orang muda dari berbagai profesi mulai dari artis sampai atlet, menurut Elle, kelebihan dari katering sehat ini adalah menu yang sangat bervariasi.

Selain itu, konsumen DapurFit diedukasi agar makan dengan penuh tanggung jawab terutama di hari Sabtu-Minggu, ketika Dapurfit tidak beroperasi.

“Tujuannya agar diet tidak menyiksa, tidak membosankan, dan membantu agar tidak timbul pola makan ‘balas dendam’,” terang Elle. Di akhir pekan, konsumen diberi ‘kebebasan’ dalam memilih makanan dengan acuan mengonsumsi 80% makanan bergizi dan 20% makanan favorit.

Meski bisnisnya telah berjalan cukup lama, namun DapurFit baru fokus untuk melayani pemesanan dari Jakarta Barat, Utara dan Jakarta Pusat, BSD dan Alam Sutera. Baru awal tahun 2019 mereka akan mulai melayani Kawasan Jakarta Selatan. Semua itu, alasan Elle, demi menjaga kualitas produk.

“Kami mengedepankan quality control. Karena itu setiap menu ada tim yang mengetes rasa makanan sebelum produk keluar ke pelanggan dan ke pasar,” ujarnya.

Baca juga :   Kioson Resmi Akuisisi Agregator E-Voucher Narindo

Selain itu, mereka juga mengaku masih belum mendapatkan solusi jika ada pemesanan mendadak. “Sejauh ini kami baru melayani pemesanan satu orang 1 box, dan itu harus dipesan seminggu sebelumnya. Karena kami belum punya gudang penyimpanan yang besar,” ungkap Elle.

Selain itu, Elle juga memilih memasarkan produk DapurFit secara online ketimbang offline. Cara berjualan seperti itu dinilainya sudah sangat efektif memberikan value positif terhadap bisnisnya.

“Langganan kami hampir semuanya dari word of mouth. Media sosial kami hanya Instagram yang aktif dan lebih condong ke edukasi (tentang pola makan sehat),” ucap Elle.

Elle bersama tim selalu mengedukasi para calon konsumen termasuk netizen memahami bagaimana cara hidup sehat melalui sebuah artikel yang disebarkan di media sosial.

“Bagi kami nomor satu branding, karena dari dulu kami percaya banget sama yang namanya branding itu yang menjadi pembeda brand kami dengan yang lainnya juga. Kami share info di sosial media kami dan itu namanya #smartdieter itu kami bikin sendiri. Kami nggak takut info-info yang kami berikan diambil orang, sudah banyak banget yang ambil. Di sini kami ingin membantu mendidik follower, tanpa DapurFit mereka juga bisa hidup sehat. Apalagi yang di luar kota, mereka bilang aku bisa sehat tanpa DapurFit, tapi semua itu aku dapat dari follow instagram DapurFit, baca #Smartdieter aku jadi ngerti. Jadi bagaimana sebenarnya cara diet yang benar itu, bukan hanya asal kilat tapi jadi Yoyo dan mereka bisa belajar di situ. Jadi dengan begitu, orang-orang bisa melihat kami sebagai market leader dan kami percaya,” paparnya.

Dia juga tidak khawatir dengan ketatnya persaingan. “Persaingan itu hal yang biasa dalam bisnis. Ada juga orang yang copy-copy ide kami, dan kami nggak keberatan. Karena kami lebih fokus bagaimanan membuat masyarakat jadi lebih sehat dan bahagia dengan apa yang kami buat dan bagikan,” pungkasnya.

 

==================================

Elliza Yamada

  • Tempat Tanggal Lahir : Jakarta 24 April 1989
  • Pendidikan                   : S1 Bisnis Management, MIBT University Jakarta
  • Mulai Usaha                : 2013
  • Nama Usaha                : DapurFit
  • Jumlah Tim                 : 52 orang karyawan

====================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia