Elsye Yolanda : Program GnB Accelerator Untuk Membangun Ekosistem Startup di Indonesia

Elsye Yolanda, Operation Chief GnB Accelerator di Indonesia (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia telah menumbuhkan aneka perusahaan rintisan (startup). Sadar akan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam industri startup, dua perusahaan, Infocom Corporation dan Fenox Venture Capital bekerjasama untuk menyediakan program akselerator dalam Green and Blue Accelerator atau disingkat GnB Accelerator.

Saat ini disadari bahwa para pelaku bisnis rintisan di Indonesia masih pada tahap pengembangan. Mereka umumnya para anak muda yang baru terjun berbisnis. Meski produk mereka inovatif dan kreatif, namun masih banyak yang kurang pengetahuan akan ilmu bisnis. Dengan begitu, banyak dari pelaku startup akhirnya layu sebelum berkembang.

Menyadari akan hal itu, sejumlah pihak pun bergerak dan membentuk progam akselerator, termasuk perusahaan Jepang Infocom Corporation yang merupakan induk daari Fenox Venture Capital. Mereka tak sekadar berinvestasi, tetapi juga ingin mengembangkan potensi startup di Indonesia. Oleh karena itu, lahirlah program GnB Accelerator.

Program GnB Accelerator merupakan yang pertama dengan standar dunia di Asia Tenggara. Para startup terpilih dalam program ini bakalan mendapat akses ke investasi (seed funding), ruang kantor, dan akses ke jaringan profesional Fenox VC dan Infocom Corporation yang luas.

Sejak Februari 2015 hingga kini sudah ada tiga grup startup yang terpilih masuk dalam program akselerasi ini. Dan selama dua tahun terakhir GnB telah mengantarkan belasan startup founder menuju big hit milestone dalam entrepreneur journey mereka.

Apa saja program yang dijalankan GnB bagi pengembangan startup di Indonesia serta tujuan yang ingin dicapainya? Wartawan Youngster.id, Stevy Widia, berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Operation Chief GnB Accelerator di Indonesia, Elsye Yolanda. Berikut petikan wawancaranya :

 

Apa yang melatarbelakangi program GnB Acceleration ini di Indonesia?

Kami melihat potensi perkembangan startup di Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, Infocom Corporation dan Fenox Venture Capital membentuk program akselerasi ini untuk lebih mengenal lagi startup-startup yang early stage. Kami ingin membantu mereka untuk percepatan bisnis dan menghubungkan mereka kepada para mitra Infocom ataupun Fenox. Oleh karena itu, tagline kami “Local identity global opportunity”.

Jadi peserta program ini memang dari Indonesia namun peluang yang kami berikan, baik dari mentor maupun partnership adalah berkelas global. Bahkan, kami pikirkan startup ini hingga sampai IPO atau diakuisisi oleh perusahaan global.

Bagaimana cara GnB memilih startup-startup potensial tersebut?

Sebagai akselerator, tentunya startup yang kami pilih rata-rata levelnya sudah punya minimum variable product (MVP). Juga, sudah memiliki market, sudah diluncurkan dan terutama juga sudah berbentuk PT. Karena kami memberikan investasi, jadi pasti menginginkan startup yang sudah oke.

 Sudah tiga tahun berjalan, berapa yang masuk program ini dan berapa yang lulus?

Kami itu selalu meluluskan semua peserta. Tahap kurasi dilakukan sebelum progam. Bahkan dari batch pertama hingga ketiga, startup yang masuk terus bertambah. Batch pertama itu ada enam startup, batch kedua ada tujuh startup, dan yang ketiga ini juga tujuh startup dengan diprioritaskan di bidang mobile, consumer Internet, SaaS, dan Health IT.

 Apa saja yang diberikan kepada para startup peserta program GnB Accelerator ini?

GnB Accelerator akan memberikan investasi sebesar US$50.000 (setara dengan Rp 650 juta .red) beserta office space di Jakarta. Juga, konsultasi di bidang hukum, public relations, dan keuangan, serta berkesempatan untuk dibimbing langsung oleh mentor dan investor terbaik dari Asia Tenggara, Jepang dan Amerika Serikat.

Kami secara konsisten memberikan world-class accelerator program, bukan saja melalui funding, tapi juga menawarkan mentorship (bimbingan), support (dukungan), dan training (pelatihan) dari para mentor dan ahli dari dalam dan luar negeri yang telah berpengalaman di bidangnya.

Selain itu, GnB juga memberi perhatian khusus kepada startup yang memiliki potensi untuk dapat mengembangkan bisnisnya pada tingkat regional maupun internasional. Kami berharap programnya dapat membantu startup Indonesia agar dapat menembus jaringan koneksi dunia sebagaimana yang diraih alumnus program GnB Acclerator batch sebelumnya, seperti TeleCTG dan AhliJasa.

Adakah target yang ditetapkan harus dicapai untuk setiap startup peserta?

Kami melihat kebutuhan dari setiap startup yang masuk dalam program. Kami menanyakan masalah mereka, sehingga kami dapat mencari mentor atau spesifik person yang bisa membantu mereka. Oleh karena itu, dari investasi sebear US$ 50 ribu, kami mengambil 5-10% untuk membiayai program-program mentorship, support, dan training bagi para founder startup itu.

Startup itu jangan sekadar berpikir untuk VC atau angel investor tetapi mereka harus punya visi ke depan. Melihat peluang dari corporate venture, sebab business still business.

 

Penyelenggara, mentor dan peserta GnB Accelerator batch ketiga di Jakarta. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Apakah kendala yang cukup sering ditemui dalam mengelola program ini ?

Untuk mendapatkan startup yang bagus itu cukup tricky. Karena mencari startup itu tidak gampang. Karena kami melakukan due diligent membandingkan dengan kompetitor. Melihat tim dari startup apakah solid.

Selain itu, tidak mudah juga untuk meyakinkan startup terlibat dalam program ini. Karena program kami ini tidak gratis. Jadi ketika mereka mendapatkan pendanaan investasi US$ 50 ribu dari situ, US$ 25 ribu harus mereka investasikan kembali ke GnB untuk mendapatkan investasi pengetahuan berupa mentoring dan pelatihan. Karena akselerator ingin memberikan hal yang terbaik bagi mereka. Ini merupakan program berkelanjutan. Kami juga mendatangkan mentor dari Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand hingga Silicon Valey sehingga setiap batch ada improvement.

Sesungguhnya hal itu berguna untuk jangka panjang, karena para alumni tetap mendapatkan layanan berupa berbagai event dan kegiatan terkait dengan pengembangan startup. Kami juga menjaga hubungan para startup itu dengan para mitra. Kami menjaga hubungan kekeluargan dengan para alumni.

Bagaimana kelanjutan para startup peserta GnB Accelerator sesudah program ini berakhir?

Kami terus mendorong para startup peserta GnB Accelerator untuk terus berkembang. Oleh karena itu, sesudah mereka selesai dari program ini kami tetap menghubungkan mereka dengan para investor lain. Selain itu kami memberikan berbagai benefit dari sejumlah mitra seperti Amazon Wild Card hingga US$ 100 ribu untuk sistem website, cloud dan banyak lagi.

Kami pastinya ingin para startup yang sekarang ini dapat berkembang lewat kurikulum step-by-step yang kita sempurnakan dari batchbatch sebelumnya. Dengan menggali banyak hal dari alumni batch GnB Accelerator sebelumnya, kami berharap mereka bisa belajar banyak dari situ dan bisnis mereka bisa growth bersama-sama.

Pada akhirnya goal kami adalah membangun ekosistem startup di Indonesia. Karena itu kami terus membantu startup Indonesia agar dapat menembus jaringan koneksi dunia sebagaimana yang diraih alumnus program GnB Acclerator batch sebelumnya seperti TeleCTG dan AhliJasa.