Funtastis Lipcard, Lipstik Dari Ekstrak Buat Bit

Tim Fakultas Sains dan Teknologi Unair membuat Lipcard dari ekstrak bit. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dari Fakultas Sains dan Teknologi berkolaborasi membuat inovasi lipstik yang berbentuk kartu (Lipcard) dari ekstrak buah bit. 

Lipstik dengan nama Funtastis Lipcard merupakan hasil penelitian dari Eka Putri Armadani, Nurul Istikhomah, Erlyn Narishki, dan Salsa Bila Novita Sari dengan bimbingan Dr. Mohammad Imam Utoyo, M.Si.

Eka selaku ketua tim menjelaskan, lipcard tersebut mengandung ekstrak buah bit yang berfungsi menjadi zat warna yang dapat dimanfaatkan untuk pewarna lipstik. Menurut dia, pada buah bit terdapat betasianin yang merupakan pigmen merah bit yang tersusun oleh dua senyawa pigmen yaitu betasianin berwarna ungu kemerahan dan betaxanthin berwarna kekuningan.

“Betasianin bersifat larut air, kaya akan nitrogen dan menghasilkan warna kemerahan sehingga potensial dijadikan sebagai pewarna alami,” jelas Eka yang dilansir Humas UNAIR baru-baru ini.

Selain itu, Eka mengaku ide membuat lipcard itu karena lipcard dapat digunakan sebagai alternatif cara berdandan praktis dalam waktu singkat. Terlebih untuk wanita yang sibuk dan kurang memiliki waktu luang.

Salsa salah satu anggota tim juga mengatakan bahwa, selain dapat digunakan sebagai alternatif cara berdandan praktis dalam waktu singkat untuk wanita yang sibuk dan kurang memiliki waktu luang, lipcard diharapkan bisa bermanfaat bagi banyak orang serta bisa menciptakan lapangan kerja baru.“Hal ini ke depan kami harapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. 

Produk ini sudah mulai dipasarkan. “Pemasaran via online dan offline. Untuk harga yang ia pasarkan cukup murah hanya Rp 25.000,” imbuhnya.

Funtastis Lipcard juga menawarkan tiga varian dalam satu kemasan. Sehingga, lanjutnya, konsumen bisa menyesuaikan warna lipstik dengan warna kulit mereka.“Funtastis Lipcard merupakan terobosan terbaru dalam dunia kosmetik dan juga mudah dalam penggunaannya, terbuat dari bahan-bahan alami, serta tidak mengandung pengawet,” pungkasnya.

Karya inovatif ini merupakan salah satu proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berhasil mewakili Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai PKM yang didanai Kemristek Dikti (Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi) di bidang Kewirausahaan. 

FAHRUL ANWAR