Game Lokal Harus Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

Pengembang game lokal di Indonesia juga telah menerapkan teknologi VR. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprediksi pada 2014 pangsa pasar games di Indonesia mencapai US$181 juta dan pada tahun 2015 US$ 321 juta, serta 2016 di atas US$ 600 juta. Untuk itu game lokal harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tahun 2015, sudah ada 66 juta orang Indonesia yang mengenal dunia online. Dari jumlah itu 42,8 juta orang adalah gamer. Angka-angka ini mengantar Indonesia ke peringkat 24 negara dengan pendapatan dari industri game terbanyak di dunia.

Presiden Joko Widodo pun menyadari potensi industri game ini dan menjadi salah satu alasan dibentuknya Bekraf di Kabinet Kerja. “Game adalah industri kreatif terbesar di negeri ini. Yang buat anak muda kita semua. Tetapi pemiliknya negara lain. Ini harus diambil alih,” kata Presiden belum lama ini.

Untuk itu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tengah mempersiapkan platform untuk game lokal. Langkah ini bertujuan untuk menjadikan game lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Baca juga :   20 Startup Finalis Telkomsel The NextDev 2017

“Industri game itu besar, tetapi di Indonesia ini sekitar 90% dikuasai oleh pemain asing, sisanya lokal. Kita ingin pemain lokal ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperti harapan Pak Presiden Joko Widodo yang ingin game sebagai salah satu industri kreatif menjadi pemain utama di tanah air,” ungkap Joddy Hernady SVP Media & Digital Business Telkom baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Joddy, Telkom tengah menjajaki kerjasama dengan salah satu pemain teknologi dari Silicon Valley (SV) untuk mengembangkan platform yang bisa lebih unggul ketimbang Google Play. “Kami maunya platform ini menampung publisher, payment, dan lainnya, semua ekosistem games-lah. Saat ini lagi jajaki dulu kerjasama business to business dengan pemain dari SV itu untuk melihat peluang,” ulasnya.

Proses membangun platform ala Google Play ini akan dimulai pada tahun ini. “Kalau untuk payment kita sudah ada UPoint dari Telkom, sekarang mencari mitra publisher, developer, dan lainnya sebagai ekosistem. Telkom untuk pasar konsumer digital ini fokus kembangkan entertainment, musik, game, shopping, travelling, digital advertising, dan Fintech,” janji Joddy.

Baca juga :   Industri kreatif Mampu Menyumbang PDB

STEVY WIDIA