GDP Ventures Kucurkan Investasi Seri A ke Prosa.ai

Ayu Purwarianti co-founder Prosa.ai. (Foto: istimewa)

youngster.id - Prosa.ai, perusahaan rintisan berbasis artificial intelligence (AI) yang berfokus pada teknologi pemrosesan teks (Natural Language Processing) dan suara (Speech) dalam bahasa Indonesia, mendapatkan pendanaan strategis Series A yang dipimpin oleh GDP Venture, dengan nilai yang tidak dipublikasikan.

CEO GDP Venture Martin Hartono mengungkapkan walaupun jumlah talenta AI terbatas termasuk di Indonesia, tetapi para pendiri Prosa.ai menunjukkan bahwa Indonesia mampu untuk mengembangkan teknologi AI. Perusahaan pun telah menunjukkan progress yang sangat baik dalam waktu singkat.

 “AI merupakan teknologi yang sedang berkembang dan sangat dibutuhkan untuk menunjang industri-industri lainnya, sehingga berinvestasi pada teknologi AI merupakan suatu investasi strategis untuk kami yang juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam kemajuan teknologi di Indonesia,” kata Martin dalam keterangannya, baru-baru ini.

On Lee, CTO GDP Venture dan CEO & CTO GDP Labs yang merupakan salah satu Board Directors dari Prosa.ai mengaku sangat senang diberi kesempatan untuk mendanai Prosa.ai .

“Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan AI terbaik di Indonesia yang didirikan oleh founders yang kredibel dan mempunyai pengalaman dibidang AI dibarengi dengan tim yang solid dan teknologi yang handal,” katanya. GDP Venture adalah perusahaan modal ventura terafiliasi dengan grup Djarum yang aktif mendanai perusahaan rintisan di bidang teknologi.

Prosa.ai didirikan oleh Ayu Purwarianti, Dessi Puji Lestari dan Teguh Eko Budiarto. Kedua perempuan merupakan ahli terkemuka dalam teknologi NLP dan Speech. Sedangkan Teguh adalah seorang pengusaha yang telah lama berkecimpung dan berpengalaman dibidang IT.

Berdiri sejak tahun 2018, Prosa.ai dalam waktu satu tahun berhasil memiliki lebih dari 20 orang Data Scientists yang berfokus pada AI, 16 orang data annotators, linguistics, NLP & Speech Products, data, dan services yang berasal dari industri teknologi, pemerintahan dan akademisi.

CEO Prosa.ai Teguh Eko Budiarto menyatakan rencananya pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperkuat tim serta meningkatkan kualitas produk dan data. Beberapa produk yang  akan ditingkatkan kualitasnya adalah Prosa Hoax Intel, NLP Toolkit API, Concept-Sentiment, Chatbot NLP Processing, Text Data Sets, Voice Biometrics, Speech Datasets, Speech-to-Text, Text-to-Speech, Conversational Analytics and Meeting Analytics for Bahasa Indonesia.

 “Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan untuk Prosa.ai dan kami sangat gembira mendapatkan pendanaan series A dari GDP Venture, setelah sebelumnya kami juga menerima seed funding dari GDP Venture,” ucapnya.

Belum lama ini, Prosa.ai bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia meluncurkan Chatbot AntiHoaks di platform aplikasi Telegram dan dapat terkoneksi melalui akun @chatbotantihoaks.

Chatbot Antihoaks berfungsi untuk mengecek berita, artikel atau tautan yang diberikan oleh masyarakat melalui fitur chat. Kemudahan pengaksesan chatbot ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi berita hoaks yang meresahkan masyarakat.  

STEVY WIDIA