Generasi Muda Ubah Lanskap Kuliner Indonesia

Generasi muda saat ini sedang mengubah lanskap kuliner Indonesia (Foto: Dok. WisataHalimun.com)

youngster.id - Gelaran Ubud Food Festival keempat di Ubud-Gianyar Bali pada 13-15 April 2018 kemarin mengusung tema “Generasi Inovasi”. Ini sebagai bentuk penghargaan bagi generasi muda yang membawa banyak inovasi pada industri kuliner nasional.

Menurut Vita Datau Messakh, Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, generasi muda saat ini sedang mengubah lanskap kuliner Indonesia dan mendorong ledakan ekonomi dalam berbagai bidang ke arah yang lebih baik. Termasuk dalam industri pariwisata nasional.

Bahkan, kuliner merupakan komponen penting dalam kegiatan pariwisata, karena memiliki porsi 30% dari total pengeluaran wisatawan.

“Rata-rata pengeluaran wisman untuk keperluan makan dan minum sebesar US$ 400 atau mencapai 30% dari total pengeluarannya sebesar US$ 1.200 per wisman dalam satu kali kunjungan,” kata Vita, dalam keterangannya.

Sementara itu, dampak wisata kuliner terhadap perekonomian (PDB) nasional, tahun 2016 sebesar Rp 150 triliun,

“Tren preferensi kuliner lokal ini juga tercermin pada data terbaru yang dikeluarkan oleh BPS dan Bekraf, yang menunjukkan PDB ekonomi kreatif Indonesia tahun 2016 adalah sebesar Rp 923 triliun atau 7,4% dari total PDB negara,” katanya.

Baca juga :   Berrybenka Dirikan Toko Permanen Pertama

Melihat peluang besar dari wisata kuliner tersebut, lanjut Vita, Kemenpar memiliki berbagai strategi untuk memajukan wisata kuliner Indonesia, Di antaranya, dengan menetapkan destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia, yaitu Bali, Bandung, dan Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang).

“Kemenpar memilih Ubud, Gianyar untuk menjadi UNWTO Gastronomy Destination Prototype dan menjadi destinasi pertama yang akan dibranding sebagai destinasi gastronomy berstandar UNWTO, dimana mereka adalah endorser terbaik di dunia untuk bidang pariwisata,” pungkasnya.

 

HENNI T. SOELAEMAN