Gerakan Nasional Ayo UMKM Jualan Online

Peluncuran Gerakan Ayo UMKM Jualan Online di Kemenkominfo. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggagas Gerakan Nasional Ayo UMKM Jualan Online. Gerakan ini merupakan upaya pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengajak seluruh pelaku usaha kecil dan menengah mengoptimalkan teknologi internet guna meningkatkan performa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Lis Sutjiati, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, era ekonomi saat ini adalah ekonomi digital. Untuk itu, agar dapat berhasil di ekonomi digital, jika berkaca dari kesuksesan di Tiongkok, kekuatannya ada pada UMKM dan atau pasar daring (marketplace).

“Indonesia memiliki sekitar 59,26 juta UMKM, kalau di Asia Tenggara, itu 80% nya UMKM Indonesia. Jadi peran UMKM Indonesia untuk membuat menjadi nomor satu di internasional, sangat signifikan, peran utamanya adalah UMKM Indonesia. Makanya kita sama-sama menggerakan UMKM go online sesegera mungkin,” jelasnya, pada Peluncuran Gerakan Ayo UMKM Jualan Online baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Lis Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh UMKM di Indonesia mendapatkan kesempatan dan pengetahuan untuk bisa masuk ke pasar daring.

Baca juga :   Disperindag Riau Siapkan e-commerce untuk UMKM

Pemerintah juga telah berkolaborasi dengan enam marketplace yaitu Blibli.com, Lazada, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Blanja.com. “Marketplace juga membantu, bersama dengan enam marketplace ini, seharusnya kita bisa mencapai 5 juta UMKM Indonesia yang baru berjualan online. Ke depannya, kami akan mengajak semua marketplace yang ada di Indonesia sehingga lebih cepat UMKM masuk online,” jelasnya.

Para pelaku UMKM merupakan pahlawan dalam ekonomi nasional, harus tetap berperan dalam ekonomi digital Indonesia. Pasalnya sebelum online saja, UMKM sudah berkontribusi hingga 68%-80% di ekonomi nasional.

“Kami ingin pastikan, di dunia digital ekonomi, teman-teman kita yang sudah menjadi pahlawan ekonomi nasional ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, sekaligus membawa ekonomi Indonesia untuk go global dan go internasional, sehingga eksistensi Indonesia di ranah dunia menjadi lebih besar,” jelas Lis.

 

STEVY WIDIA