GIIAS 2017, Ajang Unjuk Kualitas Komponen Lokal

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. (Foto: Liputan6/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Tren pasar dunia dapat mendorong peningkatan investasi perakitan kendaraan bermotor hingga pembuatan komponen di dalam negeri. Untuk itu Menteri Perindustrian ingin agar ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 menjadi ajang unjuk kualitas kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.

“Peningkatan konten lokal bisa mendongkrak daya saing industri otomotif di Indonesia,” kata Airlangga melalui keterangan pers Jumat (11/8/2017) di Jakarta.

Menurut Menperin, peraturan baru tentang kebijakan dan program pengembangan industri kendaraan bermotor yang diarahkan sesuai dengan tren pasar dunia dapat mendorong peningkatan investasi perakitan kendaraan bermotor hingga pembuatan komponen di dalam negeri.

“Saat ini ada 36 perusahaan yang bergerak di sektor otomotif di Indonesia. Nilai tambah terhadap konten lokal diharapkan bisa meningkat,” tuturnya.

Selain itu, ada sekitar 1.500 perusahaan komponen di lapis pertama hingga ketiga yang menunjukkan masih terbukanya peluang ekspor.

Airlangga menyebut potensi ini harus dapat dijadikan basis pengembangan industri otomotif. Tidak hanya di tingkat industri perakitan, namun juga industri komponen dan industri bahan baku sehingga kemandirian otomotif nasional dapat tercapai.

“Dengan potensi yang kita miliki saat ini, tentunya peluang untuk mengekspor produk-produk otomotif unggulan kita sangat terbuka lebar,” ujarnya.

Menteri juga menegaskan, pemerintah sangat mendukung pelaku usaha untuk tidak hanya bermain di pasar dalam negeri namun juga meningkatkan dan memperluas pangsa pasar internasional.

“Kami pun tengah menggarap kebijakan untuk meningkatkan ekspor dengan menyeragamkan insentif mobil sedan di luar negeri,” ungkapnya.

Pangsa pasar otomotif di Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN dengan kontribusi sepertiga dari total permintaan pasar ASEAN atau senilai US$ 1 triliun dari total US$ 2,3 triliun.

Airlangga menambahkan, di sektor otomotif ada penambahan 5.000 tenaga kerja sehingga total tenaga kerja mencapai satu juta orang.

“Jika digabung dengan industri pendukungnya bisa mencapai lima juta tenaga kerja. Maka itu, industri otomotif memiliki nilai tambah yang juga menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

STEVY WIDIA