Glorio Yulianto: Ubah Kemacetan Jadi Keuntungan

Glorio Yulianto, Founder & CEO UBIklan (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bagi Anda yang beraktifitas di kota besar seperti Jakarta, sulit untuk menghindari kemacetan. Namun, ternyata keadaan ini dapat membawa keuntungan bagi sebagian orang. Khususnya bagi pemilik mobil itu sendiri. Bagaimana bisa?

Berkat teknologi, kemacetan ini diubah menjadi peluang untuk mendapatkan rezeki. Caranya dengan menjadikan mobil anda sebagai reklame atau iklan berjalan. Format iklan ini biasa disebut reklame berjalan. Iklan di mobil dianggap bisa lebih mendekatkan target audiens dengan materi yang diiklankan.

Belakangan ini mulai banyak startup yang menawarkan solusi iklan di luar ruang dengan memanfaatkan kendaraan pribadi sebagai media iklan. Salah satunya adalah UBIklan. Startup yang didirikan oleh Glorio Yulianto dan Kalvin Handoko ini merupakan aplikasi yang menghubungkan pemilik mobil dengan perusahaan atau perseorangan yang ingin beriklan di mobil.

Hanya dengan menempel stiker iklan di mobil, pengendara bisa mendapatkan kompensasi yang lumayan jumlahnya untuk dipakai mengurangi beban perawatan dan bensin mobil. Bisa dibilang, kehadiran UBIklan memberikan pemasukan baru bagi pemilik mobil, terutama untuk para pengemudi yang bergulat dengan kemacetan Jakarta setiap hari. UBIklan mengubah hal membosankan tersebut menjadi jauh lebih menguntungkan.

“Aplikasi UBIklan ini, coba menghubungkan beberapa perusahaan yang ingin mengiklankan produknya dengan pemilik mobil yang ingin mendapatkan uang ekstra. Jadi bagi para pemilik yang sudah bergabung dengan kami ini, mereka akan menerima order dan dipantau dan mereka akan mendapatkan pendapatan lebih dari perusahaan-perusahaan pengiklan itu,” ungkap Glorio Yulianto, Founder dan CEO UBIklan kepada Youngsters.id.

Pria kelahiran Surabaya ini  menjelaskan ide awal menekuni bisnis ini bermula ketika dirinya melihat banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi cukup besar sekali pembiayaan yang harus ditanggung setiap pemiliknya. Di sisi lain, biaya offline advertising cukup mahal. Contoh, taruh iklan di bilboard harganya bisa mencapai ratusan juta dan JPU mahal karena tidak terawat dan tidak di tracking.

“Dari situlah akhirnya muncul ide kenapa kedua hal ini tidak dikolaborasikan. Apalagi sekarang lagi tren sharing ekonomi. Jadi kalau kita punya satu barang dan disewakan ke orang lain dan orang bisa bayar sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan ekstra. Ide ini yang kemudian aku realisasikan dalam bentuk perusahaan rintisan melalui aplikasi UBIklan ini,” ungkap pria yang akrab disapa Rio ini bersemangat.

Dengan konsep ini, tak heran jika startup yang berdiri pada November 2016 itu telah menjaring lebih dari 10.000 driver dengan 40 pengiklan. Bahkan, operasional UBIklan sekarng tidak hanya di Jabodetabek, tetapi telah menjangkau Medan, Surabaya, Bandung, Semarang dan segera di sejumlah kota besar lainnya.

 

Memberikan Keuntungan

Sesungguhnya, sebelum membangun startup ini Rio telah bekerja di HP di San Fransisco, AS. Namun melihat peluang dari ide bisnis ini, lulusan computer science San Jose Amerika Serikat ini memutuskan untuk melepas pekerjaaannya, dan kembali ke Tanah Air.

Pemuda yang lahir pada 6 November 1989 ini mengatakan, selain mendirikan bisnis berbasis aplikasi ini, ia ingin ilmu yang dimilikinya bisa memberikan keuntungan bagi dirinya dan orang lain.

“Makanya dengan sharing ekonomi ini, kami ingin menguntungkan pihak klien, partner atau masyarakat yang memiliki mobil. Filosofi kami di sini untuk menguntungkan kedua pihak. Nah, kami lakukan breaktrough-nya dengan teknologi. Jadi kami ini adalah orang tengah yang memanfaatkan teknologinya. Seperti Uber, mereka menguntungkan dua pihak dengan memberikan keuntungan ekstra bagi pemilik mobil, dan masyakat bisa cepat dalam penggunaan aplikasi yang lebih murah,” tuturnya.

Nama UBIklan sendiri merupakan singkatan dari Ubiquotous Iklan, yang berarti iklan di mana-mana.

Melalui UBIklan, Rio dan Kalvin menawarkan pemasang iklan untuk menyiapkan desain poster iklan guna ditempel di badan mobil. UBIklan menyiapkan tarif berbeda untuk setiap bagian badan mobil, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per mobil per satu bulan. “Kami tidak memiliki mobil. Sistem kerja yang kami lakukan di sini melalui data base dan aplikasi UBIklan ini,” jelasnya.

Layanan pemasangan iklan di body mobil sendiri, sebenarnya bukan sebuah ide yang baru. Sudah ada beberapa perusahaan yang menghadirkan layanan serupa. Namun Rio menegaskan bahwa UBIklan punya keunggulan karena setiap proses pemasangan dan pemantauan iklan bisa dilakukan langsung di aplikasi web yang mereka buat.

“Kemana partner kami pergi, kami ada track dan tim data analisa sendiri yang menghitung berapa impress yang didapat kalau mereka beriklan melalui UBIklan ini. Inilah bekal ketika di bangku kuliah yang aku coba manfaatkan untuk menekuni bisnis sharing profit yang sedang tren seperti sekarang ini,” tuturnya.

Menurut Rio, bagi pemasang iklan konsep ini juga menguntungkan. Pasalnya, dibandingkan menggunakan billboard yang harganya mahal, UBIklan justru memasang iklan di mobil yang bisa bergerak ke berbagai penjuru kota dengan harga yang lebih murah dan tepat sasaran.

Dia menjelaskan, perusahaan yang ingin memasang iklan di UBIklan harus membayar sejumlah biaya bulanan, untuk kemudian menentukan berapa jarak minimal yang harus ditempuh oleh mobil yang telah ditempeli oleh iklan mereka. Untuk mengukur jarak tersebut, UBIklan akan memasang tools dengan memanfaatkan GPS di smartphone setiap pengendara mobil yang bekerja sama dengan mereka.

“Kami juga bisa melacak jangkauan iklan ini dan termasuk mengukur impression-nya dapat berapa, seperti halnya model Google Analiytic. Jadi efeknya sangat luar biasa. Kalau harga iklan billboard di Jakarta berkisar Rp 200 juta, maka jika dipasang di tempat kami kira-kira para pengiklan bisa dapat 200 mobil. Itu di berbagai titik di Jakarta karena impact-nya besar jika dibanding dengan satu lokasi billboard saja,” paparnya bersemangat.

Proses pemasangan iklan di body mobil pun akan dilakukan sendiri oleh tim UBIklan. Waktu yang diperlukan pun cukup singkat—hanya satu jam. Menariknya lagi, mitra yang telah bergabung dengan aplikasi UBIklan, tak perlu memusingkan perihal pembayaran pajak. Pasalanya, masalah tersebut telah ditanggung dan dibayarkan secara langsung oleh perusahaan rintisan miliknya.

“Jadi para pemilik mobil di sini sudah nggak perlu pusing lagi memikirkan pembayaran pajak reklame yang biaya cukup tinggi. Terus mengenai penempelan stiker iklan di mobil biayanya juga semua sudah kami tanggung. Jadi sopirnya bisa mengantongi pendapatan bersih di Jakarta ini dan kliennya pun bisa merasa tenang karena semua diproses dengan cara transparan,“ paparnya.

Diklaim Rio, iklan yang terpasang akan tepat sasaran. Sebab, agar iklan bisa sampai ke target yang diinginkan, UBIklan memanfaatkan algoritme khusus yang telah mereka buat. “Sebagai contoh, apabila sebuah perusahaan ingin menggunakan 10 unit mobil yang bekerja sama dengan kami, maka kami akan memilihkan 10 mobil dengan rute perjalanan dan karakter pengemudi yang sesuai dengan keinginan perusahaan tersebut,” jelas Rio.

Dari setiap uang yang dibayarkan perusahaan yang ingin memasang iklan, UBIklan akan menarik komisi sebesar 15%.

Selain itu, kata Rio, mereka memiliki sistem yang bisa memeriksa kalau ada partner atau driver yang nakal. “Jadi kami memiliki sistem untuk check in berupa foto, dan kami mengharuskan mereka untuk lapor pada kami. Kondisi dan bentuk stiker, apa masih ada. Nah kualitas stiker itu kami pantau, supaya klien kami ini juga ada peace of mine. Dan kalau laporan itu melebihi tenggat waktu sesuai yang terdapat di kontrak, pihak UBIklan akan memutuskan kontrak dengan driver-nya. Kami nggak pakai sangsi, tetapi langsung putus kontrak dan menggantinya dengan driver lain, karena tanggung jawab kami terhadap klien sangat tinggi,” jelasnya.

 

Glorio Yulianto dan Kalvin Handoko menawarkan solusi iklan alternatif yang lebih efektif, yaitu iklan di badan mobil (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Pendanaan dan Bimbingan

Untuk menjalankan UBIklan, bagi Rio tak memerlukan biaya yang besar. Namun, ia merasa beruntung, meski belum setahun berjalan UBIklan telah dilirik oleh beberapa investor yang siap membantu biaya produksi perusahaannya.

“Kami ada investor dari Warna Warni Group. Sebenarnya, kami nggak menilai besar nominal uangnya, tetapi pengalaman yang mereka berikan justru satu hal penting agar bisnis ini bisa tetap ada sampai kapan pun. Seperti bimbingan dan pembelajaran yang mereka berikan sangat berarti bagi kami untuk meningkatkan keunggulan kami dalam usaha digitalisasi iklan di mobil,” ungkapnya.

Kabarnya, Rio mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar ratusan ribu dolar (lebih dari Rp1,3 miliar). Investasi tersebut ia dapatkan dari perusahaan periklanan besar Warna Warni Group.

Meski terbilang seumur jagung, UBIklan bukan berarti belum menemui kendala. Apalagi Glorio dan Kalvin tidak hanya berdua dalam menjalankan bisnis tersebut. Mereka juga bekerja sama dengan penyedia jasa sewa mobil maupun komunitas mobil, dan memberikan komisi kepada pengemudinya. Oleh karena itu, menurut Rio, saat ini masalah utama yang mereka hadapi adalah dalam hal edukasi akan bisnis ini, dan masalah perpajakan iklan.

“Hambatannya, kami masih perlu banyak lagi mengedukasi para pengiklan, yang ingin bergabung dengan kami di sini untuk bisa di-tracking bahwa kehadiran kami di sini lebih bisa tepat sasaran bila ada perusahaan yang beriklan pada kami. Itu yang mesti kami ajarkan kepada mereka. Kemudian masalah pajak, mungkin kalau pajaknya bisa dibikin online prosesnya lebih cepat dan enak sekali bisa dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Namun Rio yakin, hambatan itu akan dapat teratasi. Bahkan saat ini, Rio masih membuka pintu yang lebar bila ada masyarakat yang ingin memanfaatkan kendaraan pribadinya sebagai penambah keuntungan dengan bergabung melalui aplikasi UBIklan.

“Harapannya UBIklan bisa menjadi iklan advertising mobil berjalan dan offline nomer satu di Indonesia yang bisa membantu dua sisi, yakni klien dan pemilik mobil,” pungkasnya.

 

==========================================

Glorio Yulianto

  • Tempat Tanggal Lahir             : Surabaya, 6 November 1989
  • Pendidikan Terakhir                : S1 Computer Science (IT), San Jose Amerika Serikat
  • Nama Startup                         : UBIklan
  • Mulai Usaha                            : November 2016
  • Jabatan                                  : Founder & CEO UBIklan
  • Jumlah Partner                        : 10 ribu driver
  • Jumlah Klien                           : 40 klien Perusahaan Pengiklan
  • Modal Awal                            : Ratusan Juta
  • Omset per/bulan                    : Milyaran rupiah

========================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor :Stevy Widia