Go-Food Festival Makassar, Pertama di Luar Pulau Jawa

Pembukaan Go Food Festival di Makassar, Sulsel. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Go-Food Festival untuk pertama kalinya digelar di luar Pulau Jawa. Gelaran produk kuliner yang akan berlangsung selama setahun merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Makassar Sulawesi Selatan.

“Ini yang ketujuh dan untuk pertamakalinya Go-Food Festival digelar di luar Pulau Jawa. Dan, kita memilih Kota Makassar,” kata Brata Santoso Vice President Operation and Business Development Go-Food Festival, dalam siaran pers Minggu (22/4/2018).

Menurut Brata, Kota Makassar, dipilih dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya potensi kuliner Kota Makassar yang sangatlah kaya. Selain itu, potensi perkembangan UMKM di pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia juga sangatlah menjanjikan.

Dalam Go-Food Festival di Makassar akan hadir 30 merchant terbaik untuk menyajikan produk kuliner. Go-Food Festival Makassar mulai 21 April 2018 hingga 21 April 2019 di EatOut Karebosi Link, Kota Makassar.

Gelaran itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi Go-Food terhadap tingginya minat pengusaha kuliner untuk tumbuh besar bersama Go-Jek. Go-Food sendiri mengklaim kini menjadi salah penyedia layanan antar makanan terbesar di dunia, di luar China.

Baca juga :   Go-Food Festival Digelar di Karawang

“Go-Food yang mulai hadir pada April 2015 telah tumbuh menjadi salah satu penyedia layanan antar makanan terbesar di dunia di luar China. Kami telah bekerjasama dengan 125 ribu merchant di berbagai kota di Indonesia,” ungkap Brata.

dengan mengadopsi kesuksesan sebelumnya, Go-Food ingin merangkul lebih banyak pelaku UMKM kuliner. Saat ini, diklaim pihaknya lebih dari 80 persen merchant partner Go-Food merupakan pelaku usaha kuliner yang masih berskala kecil dan menengah. Mereka memiliki potensi untuk bertumbuh menjadi lebih besar.

“Pendanaan dan networking menjadi tantangan yang harus mereka hadapi. Olehnya itu, Go-Food festival hadir untuk menjembatani tantangan tersebut,” ujar Brata.

Lebih jauh, Brata menjelaskan selama ini calon pelaku UMKM kuliner selalu terhambat untuk memulai bisnis karena pemikiran mereka harus memiliki modal besar dan karyawan banyak. Untuk itu, Go-Food membantu untuk memberikan akses sebesar-besarnya kepada mereka yang ingin menggeluti bisnis kuliner tanpa modal besar.

STEVY WIDIA