Go-Jek & Pemda Banyuwangi Sinergi Untuk UMKM

Pemda Banyuwangi, Pemda pertama yang berkolaborasi dengan Go-Jek. (Foto: Surya/Youngster.id)

youngster.id - Selain merupakan salah satu Smart City di Indonesia, Banyuwangi dikenal memiliki berbagai inovasi pelayanan publik. Kali ini,Pemerintah kabupaten Banyuwangi dan Go-Jek meresmikan dijalankannya program berbasis teknologi dengan fokus pada pengembangan UMKM, pelayanan kesehatan dalam bentuk pengantaran obat untuk warga kurang mampu.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya sangat antusias karena Pemkab Banyuwangi dapat melihat bagaimana teknologi bisa mendorong pelayanan publik yang sudah baik, menjadi jauh lebih baik dan menyentuh jauh lebih banyak lapisan masyarakat.

“Dukungan seperti ini akan membuat masyarakat terluas yang mendapatkan dampak positif. Kami merasa sangat bangga diberi kepercayaan untuk bisa ikut membantu pemerintah dalam melayani masyarakat,” ucapnya dalam siaran pers baru-baru ini.

Selain itu juga ada kolaborasi dengan perusahaan taksi lokal untuk penyediaan sarana transportasi publik. Dalam kesempatan ini, Go-Car melaksanakan penandatangan nota kesepahaman dengan Taksi Bosowa dan Taksi Banyuwangi. Melalui sinergi ini, pengguna Go-Car bisa menikmati layanan taksi lokal.

Malikulkusno Utomo, Senior Vice President Government Relations Go-Jek, mengatakan masyarakat lokal akan bisa lebih mudah untuk mobile.

Baca juga :   Kemenkop-UKM dan Go-Jek Garap Kampung UKM Digital

“Banyuwangi merupakan salah satu tujuan wisata andalan Indonesia, kini turis pun tidak perlu khawatir kalau ingin bepergian. Sebab, begitu tiba di bandara, terminal, stasiun, ataupun pelabuhan, bisa mencoba membuka aplikasi Go-Car untuk memesan kendaraan dari sana, dan bisa mendapatkan layanan taksi lokal,” katanya.

Selain kerjasama dengan taksi lokal, Go-Jek juga mendukung UMKM kuliner lokal untuk bisa memanfaatkan teknologi Go-Food dalam pemasaran produk.

Lewat program Pesta Kuliner Go-Food yang digelar di Gedung Wanita Banyuwangi, masyarakat setempat dapat mengenal merchant-merchant yang tersedia di aplikasi Go-Food, sehingga di kemudian hari, masyarakat bisa juga memesan makanan lewat aplikasi dan membayar menggunakan Go-Pay.

Dalam kegiatan Pesta Kuliner Go-Food, Go-Jek juga menyelenggarakan kelas gratis untuk membantu UMKM kuliner lokal mengembangkan diri.

Go-Jek akan berbagi mengenai berbagai cara pemasaran kuliner, termasuk di antaranya cara menyajikan makanan, juga bagaimana melakukan food photography sederhana supaya materi promosi UMKM bisa lebih menarik.

Pemkab Banyuwangi dan Go-Jek juga sebelumnya telah meresmikan shelter GO-JEK Gancang Aron di RSUD Blambangan Banyuwangi. Peresmian shelter ini sekaligus menandai dimulainya layanan pengantaran obat untuk pasien warga miskin secara gratis.

Baca juga :   Bekraf : Pentingnya Kekayaan Intelektual

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengaku lega dan puas akhirnya program yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama GO-JEK sudah bisa dijalankan.

“Kami meyakini bahwa pelayanan publik dapat berkembang dengan baik bila menggunakan teknologi,” kata Azwaar belum lama ini. Menurut dia pemerintah kota dan kabupaten tidak bisa bergerak sendiri. Perlu kolaborasi-kolaborasi dengan berbagai pihak. “Termasuk salah satunya dengan Go-Jek untuk memanfaatkan berbagai platform-nya demi kepuasan masyarakat,” ujarnya.

 

STEVY WIDIA