Go-Pay Serius Garap Filantropi

Gopay dan Baznas hadirkan layanan zakat dengan QR code. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id -

Go-Pay telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 13 miliar sejak April 2018. Kini, anak usaha Gojek di bidang financial technology (fintech) pembayaran ini pun makin serius menggarap potensi filantropi, selain tetap fokus mengembangkan transaksi komersial.

CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo mengatakan, ide untuk menyediakan fitur donasi di platformnya muncul karena ia pernah membantu rehabilitasi pasca Tsunami di Aceh. Lalu, ketika ia bergabung dengan Gojek, ia menemukan ada mitra pengemudi yang mengumpulkan bantuan untuk anak yatim dari salah satu rekan mereka yang meninggal dunia. Dari pengalaman tersebut, ia memandang masyarakat Indonesia punya semangat untuk membantu sesama.

“Ke depan, kami mau bagaimana kami menjadi jembatan bagi para aktor (inisiator donasi) untuk membantu yang lain,” kata Aldi beberapa waktu lalu.

Go-Pay telah menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk layanan sedekah pada Mei 2018. Lalu, Go-Pay menggandeng platform pengumpulan dana KitaBisa.com pada November 2018. Kini, Go-Pay menggandeng Filantropi Indonesia, untuk meningkatkan jumlah donasi.

Sejalan dengan hal itu, Go-Pay pun menggalakkan program Go-Pay For Good dan bekerja sama dengan 182 yayasan dan rumah ibadah di 14 kota di Indonesia. Selain itu, Go-Pay sudah menggandeng 105 masjid di Indonesia. Pada saat bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Go-Pay bersama KitaBisa.com san Baznas mengumpulkan Rp 1 miliar dalam sepekan. Lalu, saat bencana alam di Banten dan Lampung, ketiganya berhasil mengumpulkan Rp 1,6 miliar juga dalam kurun waktu sepekan.

Baca juga :   RPX, Kitabisa.com, dan ACT Donasi Untuk Palu

Secara keseluruhan, Go-Pay sudah merangkul 300 ribu mitra yang 40% di antaranya merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dari seluruh transaksi di Gojek, sekitar setengahnya dilakukan menggunakan Go-Pay. Pada kesempatan itu, Co-Chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia Erna Witoelar mengatakan bahwa potensi donasi di Indonesia bisa mencapai Rp 200 triliun setahun. Namun, saat ini yang terkumpul hanya sekitar Rp 6 triliun setahun.

“Adanya (platform) ini akan mempercepat jumlah dan kualitas (donasi). Beberapa tahun terakhir, donasi meningkat,” ujarnya.

STEVY WIDIA